They Are My Destination

They Are My Destination
31


__ADS_3

“Aku pernah baca buku. ‘Kenapa kita disini? Apa arti kehidupan pertanyaan-pertanyaan itu benar-benar tidak ada maknanya, kita diberi tahu begitu. Terima sajalah. Dan,kita kehilangan beberapa makna tentang betapa anehnya hidup’ “ sambung Yeena


“Kata orang sih kita yang milih takdir sebelum datang kedunia, aku jadi penasaran kenapa aku milih takdir yang kayak gini?”Kata Kesha serius


“Kau bodoh milihnya”Yeena mendorong Kesha dan berlari


“Sialan. awas kau ya!”Kesha mengejarnya


Mereka tertawa dalam larian itu, mungkin beda rasanya kalau itu pelarian hidup mereka.


Ditengah malam itu Yeena sedang membuat arena menembak serta mempersiapkan senjata yang akan dipakai. Dia menebang pohon dari dalam hutan,lalu membentuknya bulat dengan memperhatikan ketebalan agar tidak mudah ditembus peluru. Setelah selesai dia memaku kayu sasaran pada barisan pohon sejajar yang menghadap kehutan agar tidak membahayakan orang lain ketika peluru menembus. Lalu kembali pulang kerumah.


Di rumah Maze, mereka masing-masing memiliki fikiran dalam benaknya


“Apa aku ikut latihan sama dia ya?”dalam benak Maze


“Ah, tapi enggak deh gengsilah, anak-anak pasti gak setuju juga”gumamnya


“Besok aku harus jadi murid macan betina!”dalam benak Zhai


“Aku harus buat gambar wajah Dewi Nana-ku biar dia semangat latihan”fikir Tristan


“Mereka jadi latihan malam gak ya?”Austin bertanya-tanya dalam benaknya


“Woy! Kalian mikirin hal yang sama gak?”tiba-tiba Eindelyn berteriak


‘Apa? Mereka mau gabung juga?”suara hati Maze terkejut


“Kalian mau jadi murid macan betina? Gak, gak boleh!”tegas Zhai dalam benaknya


“Mereka mau gambar wajah Dewi Nana-ku?! Hah jangan harap!”batin Tristan seraya mengamati mereka


“Apa mereka mau ngintip lagi?”Austin memandangi Eindelyn


“Ayok!”Maze

__ADS_1


“Gak boleh!”Zhai


“Jangan harap!”Tristan


“Ikut!”Austin


Mereka berteriak bersamaan dan saling berpandangan


“Apasih? Bukannya kalian lagi mikir kenapa gak pakek drone aja daripada sembunyi disemak-semak digigitin nyamuk?”Eindelyn kebingungan


“Ah...drone...”ucap mereka serempak


Sudah beberapa hari Maze terus memantau Yeena,semakin dia melihat Yeena ketertarikkan semakin bertambah.


“Masih nguntit dia?”Zhai memergoki Maze


“Aku bukan penguntit”bantah Maze


“Terus apa? Om-om pedo yang hobi ngintip?”Zhai tertawa


“Jangan berisik!”Maze membekap mulut Zhai


“Najis ***** jorok banget sih kau!”Zhai mengelap mulutnya


“Enak kan bekas cebokan tuh tadi?Maze terkekeh


Zhai mual dan berusaha memuntahkan


“Kau kenapa gak dekatain dia pakek alasan itu aja sih”kata Zai setelah tenang


“Apa?” tanya Maze seraya memperhatikan Yeena yang sedang mengajari teamnya


“Kursi!”Zhai mengingatkan


“Jadi yang matahin kursi ku dia? Bukannya si buruk rupa!?”Maze

__ADS_1


“Iya itu dia”ujar Zhai


“Dia si buruk rupa? Tapi yang aku liat dia can..lumyan!”


“Emang cantik kok dia, kemarinkan gara-gara ketutup perban. Tapi perasaan mukanya gak ditutup deh”


“Masa? Apa dihajar bisa jadi operasi pelastik jenis baru ya?”Maze terbengong


“Stop mikir pake ******** mu! Kau itu yang manusia bodoh jenis baru”


“Fokus mu kok kesitu sih? Kau gak inget udah hina-hina dia?”sambung Zhai menyipitkan kedua matanya


“Oh my! Berarti,berarti..waktu itu dia diperban kayak mumy karna nyelamatin teman-temannya juga? Berarti..berarti aku...dirumahnya Yeena, si buruk rupa..?!”Maze terbengong


Mengetahui itu Mazepun mendatangi Yeena bersama teman-temannya


“Oow jadi kau Yeena,si buruk rupa”kata Maze berpura-pura tidak mengenalnya


“Kalau nama ku iya”jawab Yeena


“Oho jadi ini pertunjukan mu”batin Yeena


“Hmm aku dengar kau berantem pas semua lagi makan . Kau hantam si Alex pake kursi sampe kursinya patah, Alex berlumuran darah bahkan gak bisa berdiri lagi”


“Kok kau tau?”Yeena mengikuti permainan orang asing yang dibuat Maze


“Pertunjukan udah dimulai ya”dalam hati Yeena


“Karna... kursi yang kau pake itu kursi ku sialan! betapa sengsaranya makanan masih ditangan,belum disentuh,disentil sedikitoun *******! Aku malah berdiri sambil bengong ngeliat kursi yang hancur sama darah bececer! Arkhh ya Tuhan betapa sialnya aku!”umpat Maze


“Pftt..”Yeena menahan tawanya


"jadi?"lanjutnya


“Wtf?! Jadi?! Jadi? Kau nanya nih? Seriusan?! Ya gantilah bajeng! Gak mungkin aku makan sambil jongkok atau nungging!”Maze menahan geramnya dengan mengepal tangan didepan wajahnya. Meskipun mereka berpura-pura saling tidak mengenal,tetapi perlakuan Yeena benar-benar membuat Maze geram. Sementara Yeena hanya menanggapinya dengan membulatkan jari telunjuk dan jempolnya itupun dengan ekspresi datar dan pergi begitu saja.

__ADS_1


“Cuma?”Maze memperagakan gerakan yang dilakukan Yeena tadi


“Astaga itu cewek memang..psikopat. Kau brengsek Maze,*******,sialan,kunyuk aarkkhh astaga bisa gila aku! Tapi dia menarik..!”Maze mengacak-acak rambutnya frustasi mengapa dia bisa menyukai gadis itu


__ADS_2