
“Tapi kalian tanding apa nih,Maze jago manah, Yeena jago beladiri sama nembak. Maze yang Cuma punya satu keahlian takutnya dia yang ditinda Yeena”ledek Zhai
“Ya iyalah Dewi Nana ku kan gak selevel sama orang kaya dia”ketus Tristan
“Apa? Aku juga jago beladiri! Nembak juga! Dengar ya tiap minggu dari SMP aku udah latihan nembak. Tanding sama kau sih kecil,segedeupil!”ujar Maze bertegak pinggang
“Jangan banyak bacot,ntar omong doang gede. Kita undi aja deh. Kita kan ada 10 orang kita hitung aja mulai dari pedang,manag,nembak”usul Zhai
Merekapun mulai menghitung
“Okey kita udah dapat hasilnya, tanding pedang!”ujar Zhai
“Pedang?”mataMaze terbelalak karena dia tidak pernah bermain pedang
“Ohow kayaknya tuan muda yang udah latihan nembak dari kecil gak pernah ngangkat pedang ya”ledek Yeena
“Ma,mana mungkin! Cuma pedangkan liat aja aku pasti menang!”
“Kau menang aja sana sendiri. Aku gak bisa tanding pedang”ujar Yeena
“Ahaha kau pasti takut kalah kan! Huu penakut!”cibir Maze
“Kalau aku ngangkat pedang kau pasti nyesal”ucap Yeena
“Kita gak tau kalau belum dicoba”tantang Maze
“Aku udah ingatin ya. Kalau aku make pedang harus ada darah disana”kata Yeena serius
“Kau make tumbal ya”Maze menjaga jarak
“Bukan bodoh. pemborosan kata ngomong sama kau, pokoknya aku udah bilang ya”seringai Yeena
__ADS_1
“Nyesal sekarang belum terlambat kan..”kata Maze merasa menggali lobangnya sendiri
“Udah ter-lam-bat”Yeena memberikan pedang pada Maze
“Bisanya aku nantang cewek bengis”ucap Maze menyesal menantangnya
Yeena dan Maze sydah pada posisi masing-masing
“Karna kau pemula puft...bisa gak posisi mu jangan kayak gitu, kita mau tanding pedang bukan jaga gawang “Yeena menahan tawanya
“Suka-suka aku dong! Urusin aja kau sendiri! Aku lebih tinggi dari kau,lebih besar,lebih kuat,belum apa-apa juga paling kau udah tiduran ditanah”Maze menghentakan kakinya
“Bodo. Mulai aja deh, aku jadi mau motong mulut mu”Yeena tersenyum
“Iiish bisanya kau senyum sambil ngomong itu”Maze meggosok-gosok badannya karena merinding
Pertandingan merekapun dimulai, raut wajah mereka berubah serius dan terfokus
“Em dia gak pernah megang pedang. Si bodoh ini benar-benar nyusahin”batin Yeena
“Cepat! Tunggu apalagi”Yeena menyuruh Maze menyerang terlebih dahulu
“Kau duluan!”kata Maze menolak, karena dia ingin mengamati gerakan Yeena agar bisa meniru
“Pemula duluan”ketus Yeena
“Dimana-mana cewek duluan!”debat Maze
“Atas dasar apa”kata Yeena
“Ah, aku lupa kau gak dihitung cewek ya”cibir Maze
__ADS_1
“Kalau kau fikir ngomong kayak gitu bisa mancing emosi ku kau benar-benar idiot”cerca Yeena
“Sialan!”gumam Maze
“Aaaaa!!”Maze berlari menyerang Yeena sambil berteriak
Yeena menahan serangan Maze
“Woy, kau dulunya bangsa barbarian ya”tubuh Yeena bergetar menahan tawa
“Di,diam kau! Hiyaaa!”Maze kembali menyerang
Sing
Pedang mereka menahan dan menyerang,terlihatlah wajah mereka yang begitu dekat dari celah itu
“Kau gak perlu bisa, cuma perlu buat aku juga gak bisa”ucap Yeena
“Maksudnya? Bisa gak bisa apa?”tanya Maze ditengah pergulatan pedang mereka
Yeena mementalkan serangan Maze,dia menyerang setiap sudut tapi menahan pedangnya agar tidak melukai Maze
Sing
Disisi perut
Sing
Disisi tangan
Sing
__ADS_1
Disisi leher