
Yeena merasakan sakit yang luar biasa ketika dagingnya ditusuk jarum dan dimasuki benang,tubuhnya panas dingin bahkan keringat mengucur membasahi luka yang masih menganga. Dia menggigit kuat gulungan kain kasa itu untuk meredam suaranya.
“Lepas tangan mu. Nanti semua badanmu ketutup perban kayak si buruk rupa”tegur Maze ketika melihat Yeena membuat tangannya sendiri terluka
“Kauw siwalan”umpat Yeena tak jelas karena menggigit kain
“Iya-iya nanti aja bilang makasihnya”balas Maze yang salah paham
Yeena memelototinya
Diluar,Kesha tengah berdebat dengan Nanad karena sibuk bermesraan bersama Haru
“Kau bisa mikir gak sih? Yeena didalam lagi dirawat tapi kau malah mesra-mesraan disini!”Kesha menunjuk Nanad
“Kau juga sama ajakan? Bukannya ngobatin Yeena kau malah ketakutan ngeliat lukanya,kau gak mikirin perasaannya kalau tau sahabatnya natap dia kayak monster? Sahabat macam apa kau!”balas Nanad
“Kau memang benar-benar gak tau diuntung ya! Yeena udah baik hati nolongin kalian tapi kau bahkan gak ngelarang ini cowok waktu ngehina Yeena dan sekarang kalian lebih milih mesra-mesraan daripada khawatir!?”emosi Kesha memuncak mengingat tangisan Yeena yang disebabkan Nanad dan Haru dimasa lalu
“Ayolah Key gak usah munafik kau juga Cuma sayang sama nyawamu kan? Waktu kau dilepasin kau legakan karena digantiin Yeena? Satu-satunya yang ngaggap nyawa kita semua itu penting cuma Yeena!”Nanad mengacungkan jarinya
Kesha tak berkutik dia mulai meragukan dirinya,apa benar dia lega karena Yeena yang menggantikan hukumannya?
__ADS_1
“Jangan kelewatan ya Nad! Kesha gak mungkin berfikir kayak gitu! Mending kau jauh-jauh deh sama pacarmu itu!”Nacia balas mengacungkan jari
Sementara Yeena tertidur setelah melalui pengobatan yang menyakitkan itu. Maze terus memandanginya,bagaimana bisa gadis yang semungil ini menahan semuanya? Bagaimana bisa tak ada ketakutan sedikitpun disorot matanya?bagaimana bisa dia setegas dan setegar ini?
“Kalau itu aku belum tentu bisa tahan”gumam Maze
“Kau terlalu perduli gak sih,Ze?”Zhai tiba-tiba masuk
“Ini belum setimpal sama dia yang udah nyelamatin kau!”ujar Maze
“Dia?! Astagaaa kenapa kau gak bilang? Tau gitukan aku gak mungkin ngomong kayak tadi”Zhai
“Anggap aja kita impas”sela Yeena yang mendengar percakapan mereka
“Aku bukan nyelamatin tim kalian,kita jugakan kerja sama”ujar Yeena
“Aku gak suka utang budi”ujar Maze lagi melipat tangan sambil menoleh kearah Yeena
“Terserah. Kalau bukan kepaksa aku gak mungkin kerja sama,sama orang yang gak berguna”ketus Yeena
“Masa? Berarti nyawa mu gak berguna dong karena diselamatin sama orang kayak aku”ujar Maze penuh tekanan
__ADS_1
Yeena mendesis dan mengatur nafas
“Ehm,kami keluar dulu. Kau istirahat aja”Zhai menengahi pertengkaran mereka
“Kau duluan aja. Aku harus jagain pasien gak berguna yang nyawanya aku selamatin”ujar Maze sambil medorong Zhai keuar
“Eh tapi,tapi”Maze memelototi Zhai
“Akh terserah. Sekali lagi makasih ya”Zhai tersenyum pada Yeena
“Kan aku udah bilang karna terpaksa,bahkan aku gak ada niat-“Yeena berhenti berbicara saat Maze mendorong Zhai keluar dan menutup pintu
“Akhh bisa gila aku. Kau ngapain sih disini?!”kesal Yeena sambil memegang lukanya yang terusik karena karena nafasnya memburu
“Makannya jangan marah-marah nanti kau sama kayak si buruk rupa loh”cemooh Maze
“Woy!”teriak Yeena
“Apa?”tanya Maze bingung
“Terserah,brengsek! Aku mau tidur”Yeena membalikkan badannya
__ADS_1
Maze mengambil kursi dan duduk disampingnya