They Are My Destination

They Are My Destination
Yeena mengatakannya


__ADS_3

“Ayo! 1 2 3 ayo! Bangunn Maze bangunn!!”Yeena terus memompa jantungnya hingga berlangsung sejam tanpa berhenti,sebenarnya melakukan pompa jantung tanpa berhenti bisa membuat pingsan. Keringatnya bercucuran juga airmata, tak tahu dimana bedanya hingga dia tumbang didada Maze yang detak jantungnya melemah


“Bangun sialan! Bukannya kau sombong? Kenapa masih belum bangun! Hiks..”Yeena menangis sambil memeluk Maze


“Kalau kau bangun...aku balas perasaanmu sekarang juga!”ucap Yeena


Deg!


“Beneran nih”kata Maze serak


“Kau..kau bangun?! Kau bangun hiks”Yeena memeluknya erat


“Ternyata..beneran hangat yaa..”kata Maze


Yeena mendapati dirinya menangis sambil memeluk Maze sontak bangun,tetapi Maze menahannya


“Ets, enak aja main kabur. Luka ku masih nganga nih”kata Maze


Lalu Yeena menjahit sayatan itu kembali dan keluar dengan canggung. Yeena memanggil semua orang


“Gu,guru, gimana?”tanya Zhai


“Gimana keadaan Maze, dewi?”Tristan ikut bertanya


Yeena menggeleng


“A...apa? Maze itu pejuang, gak..gak mungkin!”ucap Zhai tak percaya, tapi setelah melihat wajah Yeena yang muram diitambah bekas airmata yang mengering Zhai jadi percaya


“Ma-Maze...enggak ini pasti Cuma prank! Iya kan!”kata Austin


“Mazeeeee!”teriak teman-temannya terisak


Sedangkan Maze yang didalam rumah merasa terharu karena berfikir teman-temannya menangis bahagia atas keselamatannya


“Emang sahabat dunia akhirat”katanya tersenyum


Sontak saja Yeena terheran


“Kalian kenapa sih!?”kata Yeena


Mereka terdiam dari tangisannya


“Orangnya masih hidup! Gila ya!”ketus Yeena

__ADS_1


“Haa?! Ha-habisnya guru geleng-geleng terus mukanya kayak habis nangis”kata Zhai


“Ya-ya kan itu artinya gak apa-apa! Dia baik-baik aja! Sialan!”ketus Yeena gelagapan mengingat kejadian tadi


Merekapun menyerbu masuk untuk melihat Maze


“Kau gak apa-apa kan!?”kata Zhai cemas


“Masih hiduplah”ujar Maze


“Ah sialan,emang kalau ******** itu umurnya panjang”ujar Austin lega Maze selamat


“Betul. Orang mesum tu panjang umur”sambung Tristan pula menyembunyikan senyumnya


“Bangsat. Tapi gak papa deh,aku udah dengar kok kalian nangis bahagia karna aku selamat”ujar Maze lagi


“Nangis?”ucap Zhai


“Bahagia?”sambung Austin


“Gila kali ya. Jelas-jelas kami nangis berduka”ketus Tristan


Zhai membekap mulutnya namun terlambat


“Aha ha...enggak..itu! anu,apa namanya..!”Zhai menendang kaki Austin agar memikirkan alasannya


“Istirahat!”seru Austin


“Is...istirahat? Ha iya! Istirahat hahaha. Kau istirahat dulu ya,gws kawan”Zhai terburu-buru mengajak mereka keluar


Maze yang belum mengerti keadaanya mencoba mencerna ulang “Em? Oh! Memang teman yang pengertian”kata Maze bersenang hati


Sementara di rumah Yeena sedang menyesali ucapannya


“Key,kita punya sekop?”tanya Yeena


“Enggak,tapi cangkul ada”kata Kesha


“Oke. Galiin lobang buat aku!”kata Yeena serius


“Buat apa Yeen?”tanya Kesha pula


“Haa? Ngubur Maze!?”kata Nacia

__ADS_1


“Sembarangan! Orangnya masih hidup gitu loh”Kesha memukul kepala Nacia


“Yee..kan mana tau”cicit Nacia


“Udah,galiin aku lobang cepetan”kata Yeena lagi


“Buat apa sih?”tanya Kesha lagi


“Buat ngubur diri! Arrgghh gimana bisa aku kayak gitu!!”rengek Yeena


“Ee? Ternyata Yeena juga bisa merengek”bisik Nacia pada Nanad dan Kesha


“Ehem. Emang kenapa sih?”tanya Nacia


Yeena pun menceritakan kejadian beberapa saat lalu


“Haaa! Apaaa!”kata Kesha histeris


“Wow Yeena! Wow! Kau agresif juga ya”Nacia bertepuk tangan


“Kenapa aku gak tau kau seenerjik ini”kata Nanad tercengang


“Akh! Duhai Yeena dimasa lalu kau tau gak berkat omonganmu yang gak ngotak itu ,Yeena dimasa kini jadi ambyarr!!”cerca Yeena pada dirinya sendiri


“Hayoo Loh Yeena,harus tanggung jawab!”ujar Kesha


“Tanggung jawab apa,aku kan gak ngapa-ngapain dia”ketus Yeena


“Tanggung jawab omonganmu lah”ujar Nanad


“Yak! Kalau eggak itu namnya penipuan “Nacia menimpali


“Kalian satu fraksi ya sama dia”kata Yeena mengerutkan keningnya


“Bukan fraksi,tapi satu kubu!”seru mereka bersamaan


“Bahkan teman jadi musuh dalam selimut?!”Yeena melototi


“Eh,eh bukan. Ini namanya tanggung jawab! Kau kan orang yang bertanggung jawab,kalau kami sih enggak masalah tapi...kesan mu di tim mereka pasti jelek!”Kesha mencoba mengakali Yeena


“Iya betul. Kalau kau tarik omongan mu terus masih muncul didepan dia kan agak...awkward”Nacia mengikuti jalan yang telah dimuat Kesha


“Kau liat muka ku,ada tampang peduli?”kata Yeena mendengus

__ADS_1


__ADS_2