
“Haru sini cambuknya! Kesha potong kawatnya,cepat! Nanad sama Nacia pegang kawat yang udah dipotong,bentuk ruang buat kita berlima! Haru bantu aku lindungin mereka”
Melihat cambuk,Haru gemetar setengah mati dia hanya mau menyelamatkan diri sendiri “Biar aku aja yang motong biar cepat”dia menarik tang dari tangan Kesha. Melihat tingkah Haru yang tidak melihat situasi, Yeena membiarkannya agar tidak menambah runyam.
“Oke! Aku aja yang lindungin kalian,tapi cepat!” ujar Yeena menatap geram Haru. Yang lain tidak sempat memikirkan keadaan Yeena yang punggungnya terluka.
Yeena menghadang semua serangan,tetapi itu membuat celah disisi satunya “Hah sial! Kalau gini mereka bisa kenak” Yeena membuang cambuknya
“Yeena kau gila ya! Kau bisa-“Kesha
“Tanganku capek”ujar Yeena merentangkan tangannya
Cambukan demi cambukan mendarat ditubuh Yeena, kedua tangannya dipenuhi luka,terlebih bajunya yang tipis berlengan pendek.
Cetar
Cambukan mendarat diperut Yeena
Cetar
Cambukan mengenai dadanya
Cetar
Menyilang penuh tubuhnya,bukan hanya dari satu orang,beberapa cambukan mendarat ditempat yang sama dari orang yang berbeda. Karena letak mereka disudut, orang-orang berdesakkan menyerang Yeena, sehingga dia kesusahan menahan mereka,disisi lain situasi mereka menguntungkan karena Yeena bisa menjangkau ruang yang aman bagi teman-temannya.
__ADS_1
Sekuat tenaga Yeena menahan rintihan dengan menggigit bibirnya,agar teman-temannya tidak melemah mendengar rintihannya.
“Yeen! Tahan sebentar lagi...” Kesha menggenggam baju Yeena dari belakang
“Aman Key... ta. Tapiikh cepat,, aku kebelet nih” Yeena berkata sambil menahan rintihan keluar dari cambukan yang tanpa jeda, diakhir kata Yeena membuat candaan dia sedikit menoleh kesamping sambil tersenyum. Melihat ekspresi Yeena, Kesha menangis sambil tertawa “Iya hiks..hiks nanti kita hiks pipis bareng hik hiks” Kesha menangis tersedu-sedu sampai tercekat.
Nanad dan Nacia menangis sambil memegang kawat,mereka tidak ingin melihat Yeena seperti ini tetapi mereka juga tidak berani menerima cambukan itu. Berbeda dengan Haru,dia bahkan tidak merasa bersalah malah lega karena merasa aman dibelakang.
Cetar
Cambukan itu mendarat diluka yang sudah dalam mejadi terlalu dalam “Aaaarghhh!!” rintihan lolos dari mulut Yeena, tangannya yang merentang untuk menahan dorongan,kini mengepal menyalurkan rintihannya.Bbirnya juga sudah pecah tergigit,darah segar mengalir sampai membasahi celana Yeena, menetes kesepatunya dan menggenang ditanah. Darahnya mengalir mengenai Kesha yang bersimpuh. Kedua mata mereka membulat,hanya Haru yang fokus memotong kawat.
“Yeena!!” mereka terisak-isak
“Udah stop,berhenti!! Yeenaaaa! Tolong...!” mereka memohon percuma pada orang yang gelap mata. Orang-orang itu juga sama seperti Yeena yang melindungi team nya, tetapi perbedaannya mereka hanya demi nyawa masing-masing.
“Ka...lian...lama banget...”Yeena berkata dengan nada yang lemah,tubuhnya mulai terhuyung. Dia menoleh kesamping dan berkata “Malu...nih bah... huh..basah gini...” nafasnya mulai memburu dan...
__ADS_1
“Udah!!” Haru berteriak
“Kawatnya udah bisa dibentuk!” mendengar itu Yeena perlahan mengembalikan kesadarannya yang menghilang, dilepasnya satu tangan yang merentang dengan memaksakan luka disekujur tubuhnya dia membuat ruang mereka. Dengan susah payah dia mengikat lilitan kawat kebelakang, kini tubuhnya bebas. Yeena tidak perlu takut mereka terkena cambukkan lagi karena terhalang kawat berduri. Kawat yang jeras tidak membengkok walau mereka mendorong,justru itu membuat mereka terluka.
Yeena kini terbaring diata pangkuan Kesha,dia lega karena tubuhnya yang tadi berat kini mendarat nyaman dipangkuan Kesha
“Hah... Key aku kegendutan deh kayak nya sampe kaki ku gak sanggup nahan”nafasnya mulai teratur,mereka menatap iba Yeena, Haru juga mulai mersa bersalah melihat luka Yeena
“Ck, apasih kalian sok serius,tenang luka segini kayak digigit semut”Yeens berusaha mencairkan suasana. Kesha yang mengerti fikiran Yeena,memukul pelan kepala dipangkuannya.
“Aw,.. gila ya..”Yeena pura-pura kesakitan
“Eh...tadi sombong,baru dijitak udah ngeluh”Kesha menghapus air matanya dan tertawa bersama yang lainnya. Ditengah tawa mereka Yeena merasa hangat,tenang dan nyaman. Tidak banyak kata yang terlontar hanya tangis yang bergiliran
“Aaargghhhh!!”Yeena tiba-tiba menjerit kesakitan yang lebih sakit dari cambukan,dia disemprot dengan air. Pagar itu hanya menghadang serangan bukan semprotan
__ADS_1