They Are My Destination

They Are My Destination
Keberanian


__ADS_3

Yeena menatap dalam mata Maze


“Keberanian”dia mencari keberanian dimata Maze tapi tak terlihat,apa Maze menyerah? Tapi,sorot matanya begitu tersiksa,apa sesakit itu? Ada apa dengannya,dia terasa menyakitkan dengan mata itu dan senyuman tak berdaya, untuk apa kau tersenyum?untuk menahan ringisan? Tidak! Jangan lakukan itu! Aku tidak akan membiarkan mu seperti itu! Benak Yeena


Lalu Yeena balas menggenggam tangan Maze. Ya! Sorot matanya sudah kembali seperti seharusnya,coklat pekat yang berani dan penuh semangat


“Ini baru cewe sinting..”ucap Maze melihat mata coklat Yeena yang kembali berkilauan penuh keberanian dan kemenangan, dia sudah menang melawan dirinya sendiri


“Oke cowo mesum, kau pasti selamat!”balas Yeena dengan penuh kharisma


Sebenarnya keberanian bukan kau dapat dari orang lain,tapi dari dirimu sendiri. Apakah kau berani untuk melindungi? Apakah memiliki keberanian untuk mengembalikan jati diri orang yang kau lindungi? Apakah kau memiliki keberanian yang cukup untuk membuat semua berjalan bersamaan,seperti Yeena yang mendapat dorongan dari teman dan yang tersayang untuk melanjutkan perjalanan ini.


Yeena mulai memegang pisau dengan penuh tekad sehingga tangannya tak lagi gemetaran. Perlahan dia membedah luka Maze,darah bercucuran. Maze merasa sakit tapi terasa tersamarkan seperti ketika dibedah diawal dia merasa sakit tapi kemudian tidak. Lalu Yeena menahan sebelah sayatan menggunakan tangan untuk dapat leluasa melihat posisi peluru granat,sebagai pengganti rektaktor yaitu untuk menahan sayatan bedah agar mudah melakukan operasi.


Yeena mulai mencari letak peluru granatnya


“Dapat! Disebelah kiri,untung gak terlalu dalam”batinnya


“Tapi ini gimana? Peluru granatnya gak boleh disentuh. Kalau aku asal motong bagian didalam perutnya bisa bahaya kan. Aku harus apa!?”panik Yeena


“Ukhh”Maze meringis menahan sakit,seperti apa rasanya ketika rongga perut mu terbuka dan dihembus angin dalam keadaan sadar,apa itu perih? Sakit? Tidak, lebih dari itu

__ADS_1


“Aku harus apa! Aku harus apa!”bola mata Yeena bergetar hebat memikirkan tindakan apa yang harus dilakukannya


“Kemungkinan meledak 98% sisanya bisa jadi gak meledak,tapi itu terlalu beresiko,aku harus gimana! Aku bukan dokter betulan jadi gak tau apa bagian tempat pelurunya bersarang boleh dipotong atau enggak”Yeena mengigit bibirnya


“Udah aku bilangkan...kau suka ya bi-bikin badan sendiri luka”kata Maze melihat darah menitik dari bibir Yeena


“98% meledak 2% gak meledak,kau pilih mana?”kata Yeena dalam fikiran kalut


“Kau nyu-nyuruh aku pilih cara ma-mati yaa...”ujar Maze mendengus dicelah ringisannya


“Akh,maksud ku...”kata Yeena tersadar


Yeena mendapatkan kepercayaan dirinya dari sana


“Kau kan..ju-juga ikut mati”sambung Maze dengan senyuman menggigilnya itu


“Sialan”Yeena ikut tersenyum,tiba-tiba air matanya menetes,ia merasa ada sesuatu dihatinya yang merasa tak rela jika harus melepaskan orang ini,merasa hampa jika orang ini benar-benar pergi dari hadapannya. Iya! Orang ini,Maze, aku telah jatuh hati padanya, jadi dia harus selamat! Suara hati Yeena


“Gim Naumachia adalah gim bangsa Romawi masa lampau, peluru granat gak jelas dimasa apa, tapi pastu udah beratus lalu silam. Yang artinya kemungkinan persennya kebalik jadi 2% meledak!”kata Yeena mulai bersemangat


“Lebih baik salah daripada enggak nyoba sama sekali!”Yeena menarik peluru granat itu dan...

__ADS_1


“Ki-kita masih hidup?”tanya Yeena dengan menutup mata


“Ka-kayaknya...”jawab Maze mengintip disebelah matanya


Yeena menghela nafas lega dan tersenyum bahagia


“Maze! Kau selamat!”teriaknya melompat kegirangan


“Maze...”Yeena mendekat kearah Maze yang tidak menjawabnya


“Maze...”dia menyentuh-nyentuh tubuh Maze yang tidak bergerak dan matanya tertutup


“Maze...jangan bercanda lagi!”teriak Yeena


“Mazeee!”serunya menggoyangkan pipi Maze,tetapi Maze tak merespon,mata Yeena mulai gusar,dengan gemetar dia mengangkat tangan memeriksa nafas Maze, dia menyadari bahwa Maze telah...


“Pingsan...dia cuma pingsan!”kata Yeena tenang


“Enggak! Dia gak boleh pingsan disaat kayak gini!”Yeena memompa jatung Maze


“Bangun! Banguunn!”Yeena terus memompa tetapi Maze tetap tidak bangun,lalu Yeena memeriksa denyut nadinya ternyata mulai melemah,kemudian dia memberi nafas buatan terus-menerus juga menekan philtrumnya yaitu garis vertikal antara mulut dan hidung,tetapi juga tidak bangun

__ADS_1


__ADS_2