
Maze memandang Yeena,ternyata gadis yang begitu tegas mengarahkannya saat dalam tekanan bisa mengeluarkan ekspresi yang begitu menyedihkan,entah mengapa disuatu tempat dihatinya terasa sakit dan sedikit menyesakkan.
“Hukuman,dimulai!”pemilik dungeon tersenyum jahat
Menyaksikan orang yang penting,sahabatnya disiksa didepan mata. Hanya bisa menangis,berteriak,memberontak tanpa bisa terlepas. Putus asa yang mengerikan menjalar,lemah disusul rasa ketidak berdayaan dan ditambah merasa tidak berguna membuatnya frustasi. Palu itu semakin mendekati kuku Kesha
“Jangan! Tolong! tolong...aku hiks Yeenaaa!”Kesha berteriak meronta-meronta saat ujung kukunya tersentuh palu
“Stop!stoop...sialan!”Yeena berteriak terisak,dia menyaksikan didepan mata kepalanya dalam jarak yang lebih dekat dari siapapun. Palu itu bergerak mengangkat kuku Kesha,sedikit demi sedikit kuku menganga terpisah dari dagingnya,darah mengaliri jarinya dan
“Arrgghhhh! Sakit! Sto..op plis! Plis...”Kesha menatap penuh harap Yeena yang berjarak beberapa langkah didepannya,air mata mengalir sama derasnya dengan darah Kesha
“Berhenti! Ayo..”Yeena menjeda kata-katanya tapi tidak dengan palu yang memaksa kuku lepas dari daging jari Kesha
__ADS_1
“Arrggghhh hiks...Yenaaaa”
“Tukar posisi,keparat!”lanjut Yeena
“Tukar posisi?”tanya pemilik dungeon
“Iya! Gak ada aturan yang bilang hukuman harus dijalani sama siapa kan”Yeena menyeka air matanya
Mendengar perkataan Yeena pemilik dungeon menghentikan hukuman Kesha
“Okey,tapi kita ganti hukumannya aku gak suka mainan sempurna ku rusak jadi...kau dihukum cambuk”ujar pemilik dungeon
“Ha?Lagi?!”ucap Yeena jenuh mendengar kata cambukan,baginya itu hal biasa,paling parah diakhiri dengan tidak sadarkan diri
“Tapi, kau gak boleh teriak atau nangis harus...ketawa”tambah pemilik dungeon
__ADS_1
“Benar-benar psikopat keparat! Hah...ketawa ya ketawa”jawab Yeena menerima hukuman itu. Sekarang hatinya lega karena tidak ada teriakan kesakitan yang keluar dari mulut teman-temannya,tidak ada lagi kecemasan yang membuatnya takut setengah mati
Cambukan demi cambukan diterima Yeena
“Hahaha kau...cuma sek .kali ini aku kasih..liat tampilan ku yang seksi nikmati sisa hidup mu hahaha”Yeena menatap pemilik dungeon tanpa ada ketakutan atau kesakitan dalam sorot matanya
Maze yang juga menyaksikan itu mengepal tangannya,entah perasaan apa ini dia bahkan merasa marah untuk orang asing?
“Kalian juga..cocok jadi tim...pemandu sorak..”Yeena menyengal nafasnya dan menyunggingkan senyuman pada teman-temannya yang menggantikan dirinya berteriak,menangis dan memohon. Kali ini dia menyukai ketika mereka menyebut namanya dalam keadaan aman.
Yeena terus tertawa seirama dengan cambukan,sampai pemilik dungeon yang awalnya suka mendengar tawanya lama-kelamaan merasa terusik,dia mengira dengan menyuruh Yeena tertawa menerima cambukan akan menjadi suara yang indah didengarnya,tapi apa ini? Semakin lama tawaan Yeena berubah seperti ejekan baginya,jangankan air mata bahkan satu desisan pun tidak keluar dari mulut Yeena
“Lebih kuat!”perintah pemilik dungeon pada pengawal yang mecambuk Yeena. Sekarang cambukan yang diterima Yeena 2 kali lipat lebih kuat dari sebelumnya sampai dagingnya sedikit menyembul karena luka yang teramat dalam baik yang lama maupun yang baru
“Ah...”pemilik dungeon tersenyum mendengar kata itu dari mulut Yeena
__ADS_1
“Kayaknya...harus ganti baju lagi”lanjutnya sambil tersenyum mengejek pemilik dungeon,walaupun dibanjiri darah dari luka lamanya yang terbuka