They Are My Destination

They Are My Destination
37


__ADS_3

Kalau saja Yeena benar-benar musuhnya, Maze sudah pasti mati berkali-kali. Tapi maze lebih takut ketika melihat matanya yang berhasrat, ya matanya coklat yang pekat itu begitu kuat menahan hasrat membunuhnya. Yeena terus menyerang hingga Maze terdesak tetapi Maze masih tidak mengerti tujuan dari serangan Yeena meski semakin terdesak Maze tidak membalas serangannya.


“Kalau kayak gini kau gak akan bisa belajar”Yeena mengambil langkah berbahaya dengan menyerang sisi leher Maze yang berjarak beberapa inci dari kulit lehernya. Maze dengan spontan merunduk dan mementalkan serangan Yeena kesamping


“Kau gila ya sialan!”bentaknya, Maze benar-benar mengira Yeena akan membunuhnya


“Insting harus merasakan bahaya baru bisa mempelajari dan bertindak sesuai kedaaan. Kalau gini aku baru percaya insting mu kuat”Yeena mengedipkan sebelah matanya


“Jantung ku yang gak kuat ngadapin cewek bengis kayak kau!”teriak Maze


“Aku anggap itu pujian”Yeena mengisyaratkan agar Maze mulai menyerang


Maze terus menyeyerang dan membuat Yeena mundur sampai beberapa waktu Yeena tetap memperthankan posisinya. Serangan setelahnya Yeena berbalik menyerang tetapi kini Maze sudah bisa mementalkan dan mengembalikan serangan.


“Key, Yeena kok kayak gitu...aneh”ujar Nacia yang melihat Yeena seperti sengaja melakukan itu


“Entahlah dia gak bisa ditebak”kata Kesha


“Dewi Nana ku semangat!”teriak Tristan


“Bagus guru! Kalau kau menang aku jadi murid mu!”ikut Zhai pula


“Dia Dewi ku!”kata Tristan

__ADS_1


“Guru ku”debat Zhai


“Dia punya kami!!”kata Kesha dan Nacia bersamaan


“Kalian apa sih berisik. Udah tonton aja pertandingannya”kata Eindelyn


“Iya. Nacia yuk nonton lagi”kata Austin menarik Nacia


Nacia pun berdiri dekat dengan Asutin sambil tersenyum malu


Didetik terakhir Yeena menjatuhkan pedang Maze dengan melakukan putaran melingkar pada pedangnya lalu sedikit kebawah hampir di pegangan pedang, sontak Maze melepaskan genggamannya


“Takut digores itu kesalahan fatal dalam berpedang loh”kata Yeena


“Kau curang!”ucap Maze


“Eh benar juga! He enggak,enggak,kau pasti curang! Umur berapa kau belajar pedang?!”Maze mencari persoalan karena tidak terima


“Umur 7 tahun”Yeena menunjukkan senyum yang membuat Maze kesal


“Benar kan kau curang! Kau udah belajar dari kecil pantas aja kau..”Maze berhenti bicara melihat Yeena mengiris tangannya dengan pedang


“Sinting! Kau ngapain sih gila ha!!”Maze menarik tangan Yeena yang dilukainya dan mengelap pada bajunya

__ADS_1


“Aku udah bilangkan kalau aku ngeluarin pedang harus ada darah disana”kata Yeena sambil menatap wajah Maze yang begitu serius mengelap darahnya


“Jangan bodoh! Mana ada yang kayak gitu!”bentak Maze


“Ada,aku. Harus ada yang berdarah ditiap pertarungan ku”Yeena menarik tangannya


“Makin lama aku kenal kau, makin ada hal baru yang aku tau. Aku jadi makin..”


“Makin takut kan”Yeena


“Tertarik”Maze


Mereka mengucapkannya bersamaan


“Apa? Kayaknya kau yang sinting. Terserah lah pokoknya aku yang menang”ketus Yeena


“Insting ku jadi makin kuat,dalam waktu dekat kau pasti jatuh cinta sama aku”ucap Maze sambil melilitkan robekan bajunya pada luka Yeena


“Iya..aku pasti ketularan sinting mu sampe mulai merasa tertarik”suara hati Yeena yang memandangi Maze


“Maze..jadilah..”kata Yeena menjeda ucapannya


“Apa secepat ini dia jatuh cinta sam aku!!? Kayak didrama-drama dong cewek yang nembak cowok ganteng!”batin Maze yang disertai degupan jantung

__ADS_1


“Kacung ku”sambung Yeena


“Haa?!!”kata Maze terbelalak dengan apa yang didengarnya


__ADS_2