
Permainan itu berakhir,dengan cepat mereka mengangkat Maze kedalam mobil
“Kalian tunggu sebentar”kata Yeena yang berlari kembali ke koloseum
Disana dia memeriksa senjata apa yang dipakai musuh tadi untuk menembak Maze
“I...ini.. kenapa harus ini!”mata Yeena membulat mengetahui peluru jenis apa yang dipakainya lalu berlari kembali
Di rumah Maze
“Kita harus apa?”tanya Zhai panik
“Kita haruus keluarin pelurunya”ujar Tristan
“Betul! Ayo kita keluarin pelurunya!”sambung Austin
“Jangan!”cegah Yeena
“Apa? Kenapa?”tanya Zhai
Yeena mengatakan bahwa Maze terkena peluru jenis granat,yang apabila tersentuh sedikit saja akan meledak,namun karna peluru ini dibuat asal-asalan bisa jadi ketika disentuh tidak meledak karena hampir merupakan produk gagal.
“Kita harus gimana...”ucap Zhai gemetaran sepenuhnya
“Biar aku berdua sama Maze aja! Kalian diluar sejauh mungkin”sigap Yeena berfikir ditengah kepanikan
__ADS_1
“Cara kau nyelamatin dia kayak mana,Yeena? Ini masalah serius! Bukan cuma nyawa kau aja,tapi Maze juga!”Austin meminta kejelasan tindakan Yeena. Dia berfikir mungkin saja Yeena bisa mengeluarkan peluru itu,tapi bagaimana dengan nyawa Maze?
“Aku...bakal operasi dia!”tegas Yeena dengan sorot mata tanpa keraguan
“Kau gila ya! Dia setengah sadar sekarang! Kalau dia di operasi dalam keadaan kayak gini...dia bisa mati!”Austin menolak usulan Yeena
“Otak manusia melepaskan bahan kimia seperti narkotika untuk membantu manusia mengatasi rasa sakit yang parah tepat saaat kau berfikir ‘aku udah gak sanggup’ otak mulai melepaskan amandamide untuk mengurangi rasa sakit,tetapi rasa sakit yang terus mengingkat bisa sangat bahaya...disaat itulah! Aku meminumkan depresan yang bekerja 4-5 jam”Yeena menjelaskan
“Tapi itu bahaya! Kalau sampe dia gak sadar karena obat depresan mu gimana!?”Austin meragukan
“Kau bisa percaya sama Yeena”kata Nacia mencoba meyakinkan Austin
“Kau harus pertimbangin matang-matang Yeen”Kesha menasehati
“Rasa sakit akan merangsang kerja obat itu. Maze aku operasi tanpa bius,jadi saat pisau membelah perutnya Anandamide mulai dilepaskan disitulah depresan mulai bekerja,dia akan membuat rasa sakitnya samar karena otak Maze terlambat menerima rangsangan. Spesifiknya depresan untuk memacu hormon serotonim dalam tubuh agar lebih aktif dalam kegiatan dan aktivitas otak,tetapi dalam kasus Maze berbeda karena hormonnya bergerak melalui sirkuit otak lain, efeknya akan sebaliknya”Yeena mencoba meyakinkan.
“Aku gak perduli dan gak ngerti,terserah guru. Yang penting Maze selamat!”sambung Zhai menyerahkan sepenuhnya
Austin mulai mempercayakan pada Yeena mendengar penjelasannya yang masuk akal,meski tak semuanya ia mengerti.
“Maze...kau dengar aku?”tanya Yeena pelan
“Ya...”jawab Maze serak
“Aku bakal operasi kau tanpa bius...kau bisa kan? Am, anggap aja rasanya sama kayak waktu kau ngejahit luka ku”kata Yeena
__ADS_1
“Bi..bisa lah! Boleh gak a...aku anggap rasnya kayak dipeluk kau? Eh..enggak...dipeluk kau..pasti..ha-hangat”kata Maze berusaha membuat Yeena tidak khawatir
“Kau. Boleh”kata Yeena tersenyum
“Kau yakin gak papa? Aku, aku...”kata Yeena mulai goyah melihat kondisi Maze,bagaimana jika ia membuat kesalahan
“Aku gak papa. Aku...percaya sa-sama kau! Kita hadapin ber...dua,hem. Tapi...kalau kau ma-masih banyak cincong..hah..aku bakal gak sadar deh”ujar Maze menggenggam tangan Yeena
“O-oh. Kalian keluar,ingat sejauh nya!”kata Yeena bersiap memulau operasinya
Yeena mulai mengambil pisau,tangannya bergetar hebat,dari sorot matanya mencul ketakutan
“Gimana...gimana kalau aku gagal? Aku mau Maze selamat! Tapi aku rasa aku gak bisa”Yeena menundukkan kepalanya,perasaan apa yang begitu menyesakkan ini,fikirannya berkecamuk keraguan dan ketakutan tapi bukan untuk dirinya melainkan atas nyawa Maze
Maze baru pertama kali melihat Yeena menundukkan kepalanya, rasanya tak mungkin ada hal yang membuat hati yang sedingin es dan sekuat baja itu menunduk selayu bunga. Maze mengangkat tangannya dan menggenggam tangan Yeena
“Kalau kau takut...kau,bisa tinggalin aku..disini...”katanya tersenyum dengan bibir yang menahan sakit
Yeena mengangkat kepalanya karena terkejut dengan perkataan Maze. Oh Tuhan mungkinkah dia berfikir bahwa aku takut mati bersamanya?
“Kau jangan salah paham aku bukan takut-“kata Yeena menggebu
“Iya aku tau...”potong Maze
“Aku tau kau orang yang le-lebih mikirin orang lain daripada...dir,diri sendiri...”sambung Maze
__ADS_1
“Kalau kau mau se-semua selamat...kau butuh keberanian . tapi bukan dari ku...tapi kau!”kata Maze menatap dalam mata Yeena yang pekat dengan ketakutan,dia lebih suka matanya saat bertanding bersama dahulu,coklat yang pekat itu seperti berkata ‘bisakah kau membuat ku muram’ benar-benar penuh kharisma. Tapi sekarang...matanya tak terlihat seperti itu lagi,coklat itu berubah menjadi legam .Benaknya