They Are My Destination

They Are My Destination
22


__ADS_3

“Key...”gumam Yeena dalam tidurnya


“Nad..Cia..hiks”Maze terbangun mendengar tangisan Yeena


“Maaf..hiks maaf Yeena bakal jadi anak baik ma...mama jangan tinggalin Yeena plis..liat Yeena sekali aja ..enggak..jangan..engak”Maze berusaha mendengar


“Dia mimpi apa sih? Eh? Dia nangis? Pas dijait gak ngeluarin air mata setetespun “Maze mendekat


“Mama..peluk Yeena sekali aja..ma...maaf..”Maze merasa iba melihat raut wajah Yeena yang seperti kesepian dan kesedihan yang mendalam dari suaranya yang juga membuat Maze merasa sesak


“Mama..hiks plis..”Maze menyeka keringat diwajah Yeena


“Dia demam!”Maze mengompres untuk menurunkan demamnya


“Mesum mu kebawa sampe tidur?”ujar Yeena memegang tangan Maze yang sedang menghapus air mata Yeena


“Ap,apa?”Maze terkejut dan gelagapan seperti orang yang tertangkap basah


“Maksud ku diam! Jangan nungging atau apapun itu”Yeena mengelakkan tangan Maze


“Nungging? Aku enggak..”Maze menghentikan pembelaannya


“Tunggu,kenapa aku harus jelasin ke kau?!”Maze menatap tajam Yeena


“Karna kau yang kecyduk”jawab Yeena cepat


“Hmm...masuk akal”fikir Maze


“Apa?aku? kecyduk?! Terserah aku dong mau tidur kayak mana!”bantahnya tersadar

__ADS_1


“Tn. Idiot, apa sekarang anda sedang tidur?”


“Enggak! Mem,maksud ku tadinya iya”jawab Maze gelagapan


“Tolol”ketus Yeena tanpa membuka matanya


“Eyy berkat ketololan ku kau selamat!”Maze menekankan


“Berkat ketololan mu aku dapat pengalaman dijait tanpa dibius”Maze tidak bisa mendebat ucapan Yeena


“Aku,cuma jagain kau”cucap Maze pelan


“Kau jagain atau megang-megang?”


“Dua-duanya. Kau kok tau? Apa jangan-jangan kau gak bisa tidur gara-gara deg-degan,hm?”Maze bertingkah menggoda Yeena


Yeena duduk dan mendekatkan wajahnya saat Maze menoleh padanya “Aku atau kau yang gak bisa tidur karna deg-degan?”


“Dengar,kalau ada didekat ku jangan ngomong,gerak,ngeliatin atau coba-coba nyentuh! Kau pernah dengar orang yang tidur tapi otaknya terus berfikir,gak pernah istirahat?”Yeena berbicara sambil menatap mata Maze


“Pernah”jawabnya gugup dan merasa jantungnya berdebar keras


Yeena semakin mendekat “jadi” dia berbicara disamping telinga Maze “Tidur kayak orang mati!”lanjutnya berteriak


“Arghhh sial! Kau gila?!” Maze memegang telinganya


“Aaa gendang telinga ku pecah”lanjutnya mengeluh


“Aku harap itu otak mu”Yeena berbaring kembali dan berpura-pura tidak mendengar semua umpatan Maze

__ADS_1


Setelah beberapa saat Maze berhenti mengumpat


“Hey.. kau demam”


“Kau dengar ya?”tanya Yeena


“Apa? O,oh iya”jawab Maze ragu


“Hah...kenapa kau selalu liat sisi menyedihkan ku?!”Yeena berbalik menghadap Maze


“Harusnya kau merasa beruntung karena diliat sama orang ganteng”


“Sialan”Yeena tertawa


“Ehem,mama mu...?”


“Masih hidup”


“O,oh. Kalau gak mau cerita gak masalah”


“Udahlah, lagian kau udah dengar”ujar Yeena memotong


“Kau ngerti yang aku bilang harus tidur kayak orang mati?”sambung Yeena


“Em?”


“Hiss, ngeliat tampang bodohmu udah pasti gak ngerti”ujar Yeena melihat Maze


“Kau!”

__ADS_1


“Uda diam,dengerin”Yeena memelototinya


“Mama ku... mereka berdua gak merhatiin pertumbuhan ku,mereka sibuk. Aku harus ngertiin mereka,aku haru nurutin mereka,aku terus nunggu disuatu malam mama nyelimutin aku,aku terus nunggu mama peluk,aku terus nunggu mereka ngulurin tangannya.aku terus,terus kebangun,aku terus kedinginan,aku terus percaya pintu itu bakal kebuka,aku terus percaya,terus,terus... dan terus sampe gak ada satupun dari keterusan itu terkabul”Yeena termenung ditengah ceritanya


__ADS_2