
“Balas perasaan ku? Aku? Jangan halu!”Yeena menyengal senyum
“Haduh pake ngelak lagi. Kalau bukan karena kau suka sama aku ngapain peluk-peluk? Pake tidur lagi dipangkuan ku. Emangnyaa kau cewe gampangan apa yang asal nyender sana-sini?”ujar Maze bersikeras
“Sialan! kok ada sih cowo kayak kau! Aku cuma lagi panik!”Yeena memperjelas
“Panik? Disaat kayak gitu kau memang gak pake otak tapi firasat yang artinya,udah jelas dong kau punya perasaan sama aku makanya kau merasa nyaman,aman,tentram penuh suka-cinta!”Maze tersenyum percaya diri
“Astagaaaa! Aku permudah deh bahasanya,kau dengerin baik-baik. Panik adalah bingung,gugup atau takut dengan mendadak yang artinya itu gak berlandaskan otak, tapi juga kondisi dimana bahkan firasat,perasaan apapun yang pake hati itu terabaikan,yang ada Cuma takut! Udah setara sama EQ jongkok mu?”Yeena menunjuk-nunjuk Maze
“Gak mungkin! Kau cuma malu. Oh atau, apa kau lagi tarik ulur?”Maze menggenggam telunjuk Yeena lalu mendapat tepisan
“Bukan”Yeena mencoba bersabar
“Apa kau mikir ‘Gimana bisa aku sama cowo yang tampan dan menawan kayak dia, ah gimana ini,aku suka tapi dia terlalu tampan!’ Ayolah jangan minder,gak cukup apa aku balas perasaanmu”lanjutnya mengedipkan mata
“Bukan!”Yeena berusaha menahan emosinya
“Atau kau gak tau mau bilang apa karna belum pernah ada yang suka? Hah,memang benar kata orang aku terlalu sempurna sampe gak mandang fisik atau kelakuan mu! Aku bahkan gak tau kenapa bisa suka sama cewek sinting kayak kau,padahal gak ada yang spesial. Muka pas-pasan,sifat kasar,dandanan serampangan...aduh dimana lagi kau bisa nemuin cowo setulus aku”ujarnya sambil menyibak rambut
__ADS_1
“Bukan! Sempurna itu cuma definisi dari manusia yang pesimis didepan nyanjung dibelakang ngehujat! Apa lagi objeknya kau. Kalau gak mau mati diam aja deh! Arggh aku tau kau aneh tapi jangan nambah gak waras juga!”Yeena memejamkan matanya berusaha meredam amarahnya lalu mendengus melepaskan stresnya
“Aku rasa kau yang hampir gak waras saking senangnya aku balas perasaanmu. Jangan jaim kenapa sih”Maze melanjutkan ocehan menyebalkannya itu
“Diam! Percaya atau enggak aku bakal nenggelamin kau di danau!”Yeena menatap lekat
“Kau lagi malu ya,hem? Takut aku liat muka merah mu makanya mau nenggelamin segala”lanjutnya mengoceh
“Bukan! Keparat!”teriak Yeena tak tahan
“Kalau gitu bilang!”kata Maze menaikkan sebelah alisnya
“Jadi kau benci aku?”ucap Maze serak
“Iya! Sangat!”tegas Yeena
“Kalau gitu...”Maze menunduk sambil beranjak mendekat
“Menjauh! Baguslah kalau kau ngerti”Yeena memalingkan mukanya
__ADS_1
“Aku akan tetap ngejar kau! Kau buat aku makin tertarik,gimana dong?”sambungnya tersenyum sumringah
Yeena tak bisa berkata-kata,dia hanya memandangi manusia apa sebenarnya yang dihadapannya ini? Apa ini memang sifatnya atau ada kerusakan otak. Kenapa lebih susah menghadapinya daripada pemilik dungeon yang gila itu? Dia bahkan tidak tahu harus meringis lebih dulu atau menangis
“Kau...gila!”Yeena meneriakkan kalimat akhirnya
“Ya,bisa dibilang aku gila mencintai mu”kata Maze berbisik ditelinganya
Yeena diam terpaku. Apa aku benar-benar harus menenggelamkannya? Tidak,haruskah aku menghajarnya lebih dulu? Itulah isi keterpakuan Yeena. Dia benar-benar merasa gila karena berurusan dengan laki-laki itu.
“Ohow, kau sesenang itu ya. Jangan cepat termakan rayuan”lanjutnya dengan tidak tahu malu
Yeena mematung lalu beranjak pergi tanpa sepatah kata pun
“Eh? Berarti kita udah sepakat ya! Tenang aja kau pasti gak akan merasa kesepian”Maze mengucap pelan kata dibelakangnya dengan tatapan hampa seperti yang juga ia rasakan
Sambil berlalu Yeena memiliki benak yang menyiksanya
“Argghh aku kesal setangah mati! Jangankan ngebunuh,niat nampol dia aja gak adaaa! Otak ku kemasukan air apa!”
__ADS_1