They Are My Destination

They Are My Destination
3


__ADS_3

“Jangan senyum Yeen, itu bikin kau tambah sakit kalau ditahan, lepasin aja cuma kita berdua disini” Kesha menatap hangat Yeena baginya Kesha mirip seperti ibunya,karena Kesha pula Yeena belajar mengontrol emosinya. Merasakan kehangatan dari Kesha, Yeena menangis sejadi-jadinya. Kesha memeluknya dalam sunyi tanpa satu patah katapun.


“Menurutmu kenapa Nanad kaya gitu?”tanya Yeena yang tangisnya mereda



“Manusia emang gitu selalu penasaran sama punya orang lain, sama kaya ice cream, kau suka rasa vanilla tapi mau nyoba yang rasa coklat, nah temanmu beli yang vanilla. Karena udah tau rasa yang coklat jadi kau basa-basi minta nyobain vanilla punya temanmu. Ya sama kaya Nanad, dia penasaran kaya mana perasaan dia kalau Haru pacaran sama yang lain, nah pas udah tau rasanya dia mainin deh tu tarik ulur sama Haru”



“Intinya?”



“Si oon, ya intinya dia serakahh,plin plan, sama oon kaya kau”



“Iss najisss”cicit Yeena



“Yeen..”



“Hmm?”



“Kau dendam gak sama Nanad?”



“Ya enggaklah masa gara-gara cowok dendam-dendaman dihh childish banget”



“Uhh,kemana Yeena ku yang duluuuu” kata Kesha tak terima karena Yeena menghadapi masalah dengan bijak



“Stt berisik besok kita-“ tiba-tiba ponsel Yeena berdering



“Haru! Angkat cepet” Kesha



“Halo Na” Haru



“Hmm” jawab Yeena malas



“Nanad nyuruh aku minta maaf, tapi tetap gak ngubah keputusan ku buat kita udahan, aku juga udah tau kalau Nanad ternyata juga cinta sama aku, so kita..”


__ADS_1


“Bacot banget putus ya tinggal putus!” Yeena memutuskan panggilan,dia termenung sejenak



“Kau sengaja ya, biar Haru yang mutusin karena kau..” Kesha menjeda ucapannya



“Cinta,em emang makannya aku gabisa mutusin,tapi yaa gimana aku gamau jadi spesies bucin maksa-maksa cinta”




“Kayanya kau bukan cinta Yeen, tapi terobsesi. Kau kan selalu dapat yang kau mau makanya pas Haru gak bisa kau dapatin jadinya terobsesi. Percaya malam ni juga kau udah moveon”



“Mungkin”Yeena melihat keluar jendela



“Udah malam Yeen,aku pulang dulu”pamit Kesha



“Hati-hati ya!”


Setelah Kesha pergi kesunyian kembali dia merasa bodoh karena menangisi orang yang tidak pernah mencintainya,dia juga memikirkan ucapan Kesha bahwa dia hanya terobsesi pada Haru, tapi entah mengapa hatinya menyangkal itu seakan dia memang mencintai Haru sedangkan logikanya menyangkal kata hatinya.


“Hahh.. memang ya hati gabisa diajak kompromi” eluhnya,semakin lama dia terhanyut dalam fikirannya


Deringan ponsel membuyarkan lamunannya



“Hay..Yeen” suara Nanad



“Apaan”



“A,aku mau minta maaf..awalnya memang aku cuma nganggap Haru itu sahabat sumpahh deh!tapi gatau sejak kapan..sahabat berubah jadi cinta. Waktu aku jatuh kedalam kolam aku mikir bakalan mati dan ketakutan terbesarku waktu itu taku gabisa ngeliat Haru lagi, takut gabisa jalan bareng lagi, takut sendirian tanpa Haru, takut jauh dari Haru, ma.. hiks maaf Yeen” mendengar kejujuran Nanad hati Yeena serasa dihujam pisau



“Aelah Nad, kaya kesiapa aja sans aja lagi, aku juga gak ada rasa sama Haru. Yaah aku sengaja sih marah-marah biar kalian sadar perasaan masing-masing aduhh pokoknya cowok buat aku tuh gak ada apa-apanya dibanding sahabat” dibalik ucapannya Yeena yang menghibur Nanad air matanya mengalir deras, padahal dia tidak ingin menangis.Tak lama perbicangan mereka berakhir.



Keesokan harinya di sekolah mereka tidak bertegur sapa



“Yeena, gajadi ngomong sama Nanad?”tanya Nacia ketika mereka berpapasan dengan Nanad



“Kau tau?”Yeena melirik sinis Kesha,dia hanya tersenyum takut

__ADS_1



“Hah apa yang mau diomongin liat aja tu dia udah berduaan sama Haru,nantik dikira aku mau phoin mereka lagi”Yeena menunjuk Nanad yang sedang duduk ditaman sekolah bersama Haru



Hari,minggu bahkan bulanpun berlalu Yeena dan Nanad masih tidak bertegur sapa,saat mata mereka bertemu saling mengalihkan pandang. Sampai pada suatu hari Yeena akan pindah sekolah karena tugas ayahnya yang seorang manager bank.



“Anak-anak,hari ini Yeena memberikan salam perpisahan karena dia akan pindah keluar kota. Jadi kalian berbaris untuk bersalaman”kata guru mengumumkan



“Yeen..hiks harus banget ya pindah?”Kesha menangis sambil memeluk Yeena



“Hmm, udah deh lebay nangisin apa sih toh aku juga masih hidup kan bisa ketemua kapan-kapan” hibur Yeena, Kesha menatapnya kesal lalu membiarkan orang dibelakangnnya untuk bersalaman



“Yeena sialan! masa mau ninggalin kita gitu aja, aku sumpahin kau gak ada teman disana”cicit Nacia



“Dih,nyumpahin kaya nenek-nenek, kau disini baik-baik belajar kalau engga nanti diterkam harimau”Yeena mengarahkan matanya kearah Kesha yang membuatnya mendengus kesal



“Em Yeen..”Nanad menunduk canggung,Yeena yang tau bahwa Nanad masih merasa enggan padanya,mencairkan suasana



“Am em am em apasih Nad, jangan bahas lagu lama deh yang lalu biarlah berlalu,kau jagain mereka berdua ya,pokoknya kalian bertiga akur deh, jangan kompak pas cabut ajaa”mendengar ucapan Yeena, Nanad melirik kearah dua temannya,mereka tersenyum



“Dannn kalau kita ketemu lagi jangan bahas ini okey?”Nanad mengangkat kepalanya dan melihat Yeena tersenyum hangat diapun menangis lega




Satu tahun berlalu, Yeena Mayers yang kini tidak sama seperti dahulu,baik sikap,sifat,dan sorotan matanya sekarang terlihat liar namun tenang. Dia memutuskan untuk tidak berhubungan dengan orang dimasa lalunya,hanya sahabatnya yang terkadang pesannya dibalas oleh Yeena. Dia memilih bersekolah dirumah(home schooling) karena sudah malas bertemu orang baru yang baginya mereka memuakkan,merepotkan,berisik,tidak menarik. Pagi hari sampai sore dia belajar seperti mayat hidup,malam hari barulah benar-benar kehidupannya.Dia keluar rumah hanya untuk membeli buku, dia suka membaca buka yang menurutnya menarik dan komik fiksi yang alurnya adalah action. Bahkan orang tuanya mengatakan dia nolep(No Life),tentu saja itu karena mereka tidak tau apa yang dilakukan anaknya itu.



Ditengah malam tampak Yeena yang sedang mengendap masuk kekamarnya lewat jendela. Dia membeli beberapa senjata dari jaringan yang dipercayanya,lemari khusus yang memiliki ruang tersembunyi penuh dengan senjata yang beberapa diantaranya telah dimodifikasi Yeena, dia bahkan merakit pistol,bom,rompi,granat dan masih banyak lagi. Baginya itu satu-satunya yang berarti hidupnya,dibandingkan bergabung dengan manusia yang menjijikan diluar sana ini lebih menarik. Ketika sudah selesai merakit dia akan duduk didepan jendela sambil meminum wisky,memang sedari SMP dia suka meminum alkohol tapi bukan pecandu minuman itu hanya untuk menekan rasa ingin membunuhnya,dia cukup telaten menyembunyikan minuman itu dibawah tempat tidurnya,lebih spesifiknya dia membuat lubang dibawah tempat tidurnya yang kemudian tertutupi oleh kerangka tempat tidur itu.



“Hah.. gini bagus juga, aku jadi gak perlu ngontrol emosi didepan manusia yang banyak drama itu” ucapnya ditengah angin malam yang menerpa wajahnya



Dia tidak lagi menangis,hanya membiarkan dirinya terbiasa dengan luka kesekian kalinya


“Aku mau hidup di dunia dimana hidup ku punya tujuan ”memang hanya fikiran yang terlintas tapi penuh dengan harapan


__ADS_1


__ADS_2