
“Dalam tidur aku terus nunggu,terus mikir kapan mereka datang , karna itu aku sensitif kalau ada orang yang megang atau manggil nama ku”Yeena menyudahi ceritanya
“Apa aku bisa nganggap itu asal kepintaran mu?”Maze menaikkan alisnya
“Ya”Yeena tersenyum
“Makasih”ucap Yeena
“Ha?kenapa tiba-tiba?”
“Karna tetap diam”
“Hiss kau bikin merinding”goda Maze
“Sialan! Kalau difiki-fikir kau memang hutang budi deh sama aku”
“Utang budi apa? Tapi kau bilang karna ter-pak-sa”
“Hiss aku gak nyangka ternyata kau cowok yang suka narik kata-kata”Yeena balas mengusili Maze
“Apa? Kau yang narik kata-kata!”Maze tak terima
“Kok ada ya cowok yang parah gini, apa kau..jangan-jangan...”Yeena mengerjai Maze dengan tatapannya
“Apa? Apa?!”Maze penasaran
“Jangan-jangan... gak jadi deh”Yeena berselimut
“Apa? Jangan-jangan demam ngerusak otak kau! Apa? Woy?!”
“Sialan! aku yang bisa gila karna aku!”Maze terduduk
“Woy! Kau benar-benar biarin aku penasaran ni?”
“Em”Yeena tertawa didalam selimut
“Jangan ketawa sialan”
“Arrgghh kenapa aku yang disiksa sama orang sakit? Oh aku baru ingat ada luka luka yang belum aku jait deh”ancam Maze
“Ehem, kau capek sana tidur”Yeena berhenti tertawa
Maze tersenyum melihat tingkahnya
__ADS_1
Keesokan harinya mereka berkumpul
“Halo. Hari ini aku mau nepatin janji, yap kalian yang menang boleh minta satu permintaan perorang tim”pemilik dungeon
“Aku mau hp ku”Zhai mengangkat tangannya
“Percuma kuota mau nyari kemana”bisik Eindelyn
“Ow boleh. But no smartphone or sim card”kata pemilik dungeon
Zhai dan yang lainnya melihat kearah Eindelyn
“Hohoho belajarlah pada anak yang kuota internetnya dari orang tua”kata Eindelyn santai dengan berpose “pis”
“Gak tau malu”hardik Zhai
“Ada yang lain?”pemilik dungeon
“Football”jawab Zhai
“Okey”tak lama benda langsung berada didepannya
“Woaahh! Ini sulap ya?”Zhai mengambil bolanya
“Hm? Wah iya benar!”Zhai menimpali dengan girang
“Siapa lagi?”pemilik dungeon
“Aku! Aku, em poster!”pinta Tristan
“Poster?poster apa?”tanya Zhai. Poster itu langsung berada didepan Tristan
“Aaa...! udah lama gak liat..Kyaaaa!”teriak Tristan kegirangan
“Poster ap-“Zhai menjeda kata-katanya ketika Tristan membuka gulungan posternya
“Poster loly??”lanjutnya terkejut
“Iya! Kenapa?”tanya Tristan
“Itukan agak-“
“Kenapa?”Tristan menatap Zhai dengan senyum sinis
__ADS_1
“Agak...agak unik haha loly itu...luar biasa...”ujarnya canggung
“Kotak musik”Austin mengajukan permintaan
“Wanjirr cowok kok mainannya thumbelina”Zhai menertawakan kotak musik Austin
“Kenapa!”Austin menarik baju Zhai karena tidak suka benda berharganya diolok-olok
“Heh gak ada bedanya sama loly”ujar Zhai melepaskan cengkraman Austin
“Aku penasaran dari tadi kau bilang loly, emang kenapa sama loly?!”Tristan memberi penekanan dengan senyuman
“A,ah gak, luar biasa...hm loly,thumbelina luar biasa..okey”Zhai berdiri disamping Maze
“Makannya kau jangan bacot”ujar Maze
Zhai mendengus kesal
“Drone”Eindelyn melanjutkan permintaan
“Kau suka drone...apa suka simon-tok”Zhai membunyikan lidahnya
“Kalau bisa ngeliat simon-tok pakek drone hm? Hehe”Mereka berbicara melalui tatapan
“Dasar orang cabul”hardik Maze
“Boleh tuh,icip-icip mon-mon disini”lanjutnya
“Sialan! Ternyata kita satu komplotan”ujar Zhai. Merekapun tertawa nakal
“Eh rencana ngintipnya ntar aja,giliran kau tuh”Eindelyn
“Oh,gitar!”ujar Maze semangat
“Kau gak bosan apa main gitar?”Zhai
“Ntar kita nyanyi sambil em em tau kan?”Maze tersenyum mengode
“Ah ternyata...”Austin menyipitkan matanya
“Ternyata gitar itu asyik ya”Austin bergabung dengan komplotan Zhai
“Hiss orang-orang cabul gak tau malu”hardik Tristan
__ADS_1