They Are My Destination

They Are My Destination
Kemunculan Rio


__ADS_3

Malam itu Yeena kembali berfikir mengenai apa yang harus ia lakukan,bagaimana perjalanan kedepannya dan rencana apa yang akan dibuatnya


“Hah...harusnya aku gak terbuai sama hal-hal memuakkan kayak cinta,tapi apa boleh buat nasi sudah jadi bubur,orangnya juga udah jatuh cinta”ujarnya


“Sekarang aku sadar,keadaan kami udah diatur termasuk kelangsungan hidup kami. Aku harus ngatasin perihal perasaan bucin ini dulu! Baru habis itu sebisa mungkin batasin diri dari dia”ucapnya mengingat semua kenangannya berama Maze


“Gambaran bahagia itu cuma khayalan belaka,heh...aku emang gak cocok punya perasaan itu tapi sekarang...aaarrgghh cinta emang bikin repot!”dia mengacak-acak rambutnya frustasi karena sekuat dan sekeras apapun dia menyadarkan dirinya bahwa tidak ada kisah cinta dalam takdirnya,hati dan benaknya justru menunjukkan hal berlawanan. Berapa kalipun dia akan terjerebab karena balasan dari kebahagiaan yang diterimanya ia tidak akan keberatan, tetapi jika luka di kaki sakit seluruh badan,maka...


“Aku lebih milih dibenci daripada bawa sial”ucapnya seraya memjamkan mata


“Eh ini bukan waktunya santai atau melankonis! Ini waktunya buat rencana!”katanya bangkit dari tidurnya


Malam itu dia berlatih lebih keras dan mulai merencanakan sesuatu yang menjadi penentu akhir dari perjalanan mengerikan ini.


`````````````````````````````````````````````````````````````````````


Saat makan malam Yeena dan yang lainnya sedang mengantri


“Yeen,tangan mu parah tuh kapalannya”kata Kesha melirik tangan Yeena yang memegang nampan


“Oh, semalam aku latihan. Mungkin rada kelewatan”kata Yeena


“Psst, liat tuh Yeena, dia cewek tapi gak tau jaga badan,cewek masa tangannya kapalan. Dih ilfeel”cela orang dibelakang yang mendengar percakapan mereka


“Woy, itu namanya body shaming”tegur salah seorang lagi


“Apasih. Kita sekarang di dunia dungeon mana ada hukum disini”ketus orang yang mencela kembali


“Kau berani ya, dia Yeena loh si mawar merah! Bisa dibilang dia itu diktator atau tirani abad 21! Kau tau gak berapa banyak orang yang yang nyawanya melayang? Seberapa bengis dia? Jangankan sama orang,sama diri sendiri aja dia kejam! Dengar gak suara pedangnya tadi malam,sing sing sing! Aku yang dengar aja berasa dipotong-potong!”pria ketiga menyambung


“Mawar merah? Ahaha alay banget julukannya”cerca pria yang mencela tadi


“Tsk, kau belum tau aja gimana dia. Dia itu cantik apalagi matanya yang coklat itu,weeeh memikat! Disini gak sedikit cowo yang suka sama dia, tapi yahh gitu dia Cuma bisa diliat gak bisa disentuh,sama kayak mawar,cantik tapi berduri”kata pria yang menyambung lag


“Ooo,pantas dibilang mawar merah,karna banyak suka”ujar pria yang menegur tadi


“Eh, bukan bukan! Dia dibilang mawar merah karna udah banyak darah orang ditangannya, tiran woy,tiraniii!!”jelas pria yang meyambung tadi


“Akh bulu kuduk ku merinding. Kenapa dia gak dijulukin Devil’s Red Rose aja”kata pria yang mencerca tadi pula


“Waahh! Boleh tuh”seru kedua pria itu pula


“Ehem. Kayaknya kau dapat julukan baru nih Yeen”ledek Kesha


“Bodo lah”kata Yeena tak peduli


“Wah,kayaknya julukan Devil’s Red Rose itu emang cocok sama sifat mu”Nacia menimpali


“Oh ya. Bagus dong,aku emang populer dimana-mana”kata Yeena berlagak


“Iya, sampe dikalangan setan”cibir Nacia


Ditengah-tengah obrolan mereka Maze tiba-tiba menyelip masuk dan berdiri dibelakang Yeena


“Misi misi! Ehm, morning cinta”sapanya pada Yeena


“Basi”ketus Yeena

__ADS_1


“Cih taktik lama, cuek-cuek bebek! Em, kau suka apa?”ujar Maze


“Apapun yang menarik”kata Yeena


“Em? Selain itu?”tanya Maze lagi


“Yang baru”jawab Yeena singkat


“Hee? Kau ini maniak ya!”ucap Maze


Yeena menatap malas dan pergi ke mejanya


“Eh,tunggu. Cepet dikit woy!”ketusnya tak sabaran menunggu antrian


Maze memindahkan kursinya ke meja makan Yeena


“Kau..bisa nyingkir gak!”ketus Yeena


“Enggak”kata Maze tersenyum memandanginya


“Kau gak ngerti bahasa manusia ya”kata Yeena menahan geram


“Enggak tuh. Aku ngertinya bahasa cinta”kata Maze pula menggoda Yeena dengan kedipan matanya


Yeena hendak berkata tapi kemudian mengatupkan kembali mulutnya


“Woy kalau mau ngebucin pergi sana jauh-jauh. Bikin sakit mata tau gak”cerca Haru yang sedari tadi merasa terganggu


“Ehem, kayaknya ada yang panas nih”sindir Nacia


“Panas? Siapa?”tanya Maze mengacuhkan cercaan Haru


“Cia!”peringat Nanad


“Ruru?”kata Maze bingung


“Iya,Haru mantannya Yeena”kata Nacia lagi mengacuhkan peringatan Nana



“Apaa!? Si onta ini?? Kalau gitu panggil aku Zeze!”kata Haru memukul meja saking shocknya


“Mulut mu bawa bencana ya. Hati-hati, dalam 1 kata kau bernafas 20 kali,dalam 1 hari 30.000 kali jangan sampai terhenyak menjadi 150(Bodoh)”Yeena memperingati dengan jengkel


“Apa itu?”tanya Nacia mengerjapkan matanya


“Peribahasa”jawab Yeena


“Ha? Mana ada peribahasa kaya gitu”ujar Nacia


“Ada. Aku yang buat”balas Yeena cepat


“Hengg! Kau..artinya apa?!”katanya Nacia melipat tangannya


“Pikir sendiri”ketus Yeena


“Aaaaa dasar maniak-“rengek Nacia

__ADS_1


“Yo! Aku dengar si cewek sinting dapat julukan baru ‘Devil’s Red Rose’ waah lumayan juga kau,Yeena”ujar pria dari meja lain


Yeena tidak memperdulikannya dan tetap menyantap makan malamnya


“Hah! liat, dia sampegak perduli saking cocoknya julukan itu”sambung pria tadi


“Woy,Rio!”Maze membuka suara dan menghadapkan kursinya kebelakang,kearah pria itu


“Dia punya nama kan, jadi kau ataupun kalian harus tau batasan! Oh, kalaupun dia punya julukan itu cuma boleh dari aku. Julukannya sekarang ‘maniak’ ets,bukan julukan sih tapi panggilan sayang”kata Maze lagi


“Pftt..muncul lagi satu orang sinting”cibir Rio sambil menertawakan


“Brengsek! Manusia satu ini gak punya otak apa gimana. Akh lupain dia,aku yang lebih sinting! Bisa-bisanya ada perasaan lega sama senang tolong dong,ini hati gak ada naratornya apa,atur dong biar selaras sama otak! Aaa bucin ku udah selevel tingkat dewa!!”jeritan hati seorang Yeena


“Kau yang sinting. Gak ada angin gak ada hujan tiba-tiba nyerocos aja,kau sakit ya”balas Maze meledek


“Udahlah. Buat apa ladenin orang yang aku kenal”lerai Yeena untuk menyelamatkannya dari situasi kacau ini


“Wahahaha gilaa. Tuh, Yeena aja gak kenal sama kau,kenapa sok dekat sih bajeng”Maze


tertawa lepas


“Bangsatt! Ngajak gelud? Ayo sini!”tantang Rio yang bangkit dari kursinya


“Waah nantangi nih. Ayo sini! Kau jual aku beli!”balas Maze menjentikkan jari


“Yeena,pisahin dong mereka”bisik Kesha


“Biarin aja, idiot sama idiot bisa berantem kayak gimana sih”kata Yeena tak perduli


“Kau gila ya Yeen! Pisahin dong woy”Nacia menyambung


“Ogah. Harusnya nih ya kau mikir, kata-katamu tadi sama aja tuh sama orang sinting diujung sana”ketus Yeena


“Ehem...a-aku mana berani..kau kok masukin kehati sih! Kalau sakit hati sama becandaan kawan,main mu kurang jauh”ujar Nacia mengalihkan pandangan


“Hah,otak mu yang kurang dangkal”balas Yeena


“Kurang? Maksudmu apa nih ‘kurang’?!”ketus Nacia


“Intinya tetap dangkal”kata Yeena


“Kau..kau!”kesal Nacia


“Hiss. Malah kalian ikutan berantem!”Kesha memukul kepala Nacia


“Aaa! Kok Cuma aku aja,Yeena juga dong!”protes Nacia


“Udah jangan main-main lagi!”kata Kesha kembali


Sementara dipertikaian team Maze dan team Rio


“Ayo sini kalau berani!”kata Rio menghentakkan kakinya


“Kenapa aku,kau aja sini!”kata Maze bertegak pinggang


cara mengatasi

__ADS_1


“Kan aku yang nantangin!”debat Rio berlagak


“Yang nantangin kan kau!”balas Maze bergoyang kaki


__ADS_2