
Di arena latihan Yeena mengumpulkan team Maze
“Jadi...kalian kalah?”kata Yeena yang berjalan memutari mereka
“Kalian juga keroyokan,idiot”ketus Yeena
Maze menunduk salah tidak berani menatap Yeena
“Mulai sekarang jangan bilang aku yang latih kalian”lanjut Yeena
“Iya iya. Kami gak bawa-bawa nama kau lagi”cicit Maze
“Bagus. Mulai sekarang kalian gak usah ikut latihan”tegas Yeena
“Iya iya kami gak ikut la...apaaa?! ja-jangan gitu dong honey”Maze merayu dengan mengedip-ngedipkan matanya
“What?! Aku gak dilatih sama guru lagi?!”batin Zhai histeris
Bersamaan dengan teriak batin Tristan “ Aku gak bisa liat Dewi Nana lagi? No no no!”
“Maze. Kau benar-benar muka tembok”sambung Yeena mencaci
“Bodo. Kan ke calon pacar sendiri”balas Maze
Wajah Yeena seketika memerah,ini sungguh aneh,bukankah ia sudah terbiasa mendengar omong kosong Maze,mengapa yang satu ini berbeda. Apakah perasaan serakah ini semakin menyebar? Batinnya
“Ba-bacot! Kalian ikut latihan malam ini!”tegas Yeena sambil memalingkan wajahnya
“Apaaaa!?”ucap mereka serempak
“Ok! Aku jadi bisa dekat kau nanti malam!”seru Maze antusias
“Eh,betul juga! Aku jadi bisa latihan sama guru”seru Zhai pula
“Apasih. Gak boleh!”Maze menghadang didepan Yeena
“Yee,kalian enak,lah kami”cicit Austin menarik Nacia
“Aku datang jugak”bisik Nacia
“Oke fix!”riang Austin
“Woy,pikirin aku ngapa...”ujar Eindelyn ditengah-tengah suasana yang terbalik itu. Eh,aku kan ada Kesha !
“Kalian kok malah semangat sih? Otak kalian kemasukan air ya”kata Yeena merasa aneh dengan suasana yang heboh ini
“Udahlah Yeen,anggap aja ganti omonganmu tadi. Kan kau bilang mau nolongin kalau kalah”ujar Kesha menepuk pundak Yeena
“Aaaaa Kekey-ku emang yang paling perhatian”girang Eindelyn dalam hatinya
Malam harinya mereka datang untuk latihan sesuai perjanjian. Yeena menambah beban latihan menjadi 2 kali lipat. Mereka mengeluh tetapi tetap berlatih. Akhirnya latihan itu usai
“Eindelyn”himbau Yeena
“Em? Aku?”tanya Eindelyn menunjuk dirinya
“Iya,kau”kata Yeena
Eindelyn melihat sekitarnya,ternyata hanya ada dirinya disana
“Ke-kenapa, Yeena...?”tanya Eindelyn menunduk
“Woy,kau takut ya? Tinenang aku gak makan orang kok”kata Yeena lagi
Eindelyn bernafas lega
“Tapi bunuh orang”sambung Yeena menakut-nakuti Eindelyn
Mata Eindelyn membulat sebesar tomat “A-aku cuma gak terbiasa ngomong sama kau aja”katanya keras karena gugup
“Dih, kau lebih kemayu dari Tristan ya”Yeena menyengal nafas “Ah,udahlah. Aku mau minjam drone mu,boleh gak?”lanjutnya
“Drone? O,oh boleh!”Eindelyn mengangguk keras
“Pfft...santai aja,kau gak takut kepalamu lepas”tawa Yeena
“He!?”shock Eindelyn salah paham
“Astagaa...hahaha maksud ku,kau ngangguknya jangan kuat-kuat”lanjut Yeena tertawa
“Lagian,aku minjamnya gak gratis kok. Kesha, kau suka kan? Besok aku kenalin ulang biar kau ada kesempatan”sambung Yeena
“Ah? Kau tau!?”Eindelyn melotot
“Ya tau lah,aku gak sama kayak kawanmu yang bodoh itu. Udah gitu aja”kata Yeena mengakhiri
“Tsk,kalian ngapain sampe ketawa gitu”ketus Maze yang berlari menghampiri mereka
__ADS_1
“Bukan urusanmu,bodoh”ketus Yeena pula
“O jelas urusanku dong! Kau kan calon pacarku, hm my honey”Maze bersikap manis
Yeena menarik lalu menyengalnya keras “Jijik”ucapnya kemudian
“Jijik tapi sayang”Maze mengecup di udara
Yeena yang tiidak tahan dengannya pergi begitu saja
“Dia lucu banget. Heh! Kau ada urusan apa sama calon pacarku?”tanya Maze tersenyum mengancam
“Kalian emang pasangan dunia-akhirat”ujar Eindelyn yang menciut
“Beneran? Kami emang cocok kan! Dianya aja yang masih malu-malu
“Aku rasa kaunya yang gak tau malu”Eindelyn menyipitkan mata dengan sedikit ciut tersisa
“Apa kau bilang!”kesal Maze
“Gak penting ,yang penting segkarang untung kau nyelamatin aku!”Eindelyn memeluk lengan Maze
“Apasih jijik. Sana gak!”tepis Maze
“Is. Kau tau gak,tadi dia bilang ‘kau gak takut kepalamu lepas’ huhuhu aku kira dia mau nebas kepalaku”Eindelyn mengadu
“Lebay! Yeena itu luarnya doang dingin dalamnya hangat..”Maze tersenyum menghayati
Eindelyn yang malas melihat tingkahnya saat membicarakan Yeena,pergi meninggalkan Maze
“Jadi kau..Eh mana orangnya...?”Maze menengok kri-kanan
“Kalian kenapa sih suka ninggalin orang! Heh,pasti gak kuat sama kharisma ku”Maze menyibak rambutnya
````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````
Yeena dan Maze bertemu ditepi danau untuk membicarakan rencana yang dibuatnya. Untuk memutuskan hal ini dia berulang kali berfikir,selama dia mengenal Maze,ia adalah orang yang tidak perduli pada orang lain,kemungkinan besar Maze akan mengerti dirinya
“Tumben nih ngajak ketemu duluan”Maze menyengir
Yeena menanggapinya dengan wajah masam” kok nyesel ya”katanya “Udahlah. To the point aja,aku mau ngajak kau kerja sama”
Maze mendekat dan menyenggol-nyenggol Yeena,seperti gadis yang sedang merayu “Kerja sama dalam hubungan kita? Aku gak tau kau seagresif ini”Maze membelai pipi Yeena
Di arena latihan Yeena mengumpulkan team Maze
“Jadi...kalian kalah?”kata Yeena yang berjalan memutari mereka
“Kalian juga keroyokan,idiot”ketus Yeena
Maze menunduk salah tidak berani menatap Yeena
“Mulai sekarang jangan bilang aku yang latih kalian”lanjut Yeena
“Iya iya. Kami gak bawa-bawa nama kau lagi”cicit Maze
“Bagus. Mulai sekarang kalian gak usah ikut latihan”tegas Yeena
“Iya iya kami gak ikut la...apaaa?! ja-jangan gitu dong honey”Maze merayu dengan mengedip-ngedipkan matanya
“What?! Aku gak dilatih sama guru lagi?!”batin Zhai histeris
Bersamaan dengan teriak batin Tristan “ Aku gak bisa liat Dewi Nana lagi? No no no!”
“Maze. Kau benar-benar muka tembok”sambung Yeena mencaci
“Bodo. Kan ke calon pacar sendiri”balas Maze
Wajah Yeena seketika memerah,ini sungguh aneh,bukankah ia sudah terbiasa mendengar omong kosong Maze,mengapa yang satu ini berbeda. Apakah perasaan serakah ini semakin menyebar? Batinnya
“Ba-bacot! Kalian ikut latihan malam ini!”tegas Yeena sambil memalingkan wajahnya
“Apaaaa!?”ucap mereka serempak
“Ok! Aku jadi bisa dekat kau nanti malam!”seru Maze antusias
“Eh,betul juga! Aku jadi bisa latihan sama guru”seru Zhai pula
“Apasih. Gak boleh!”Maze menghadang didepan Yeena
“Yee,kalian enak,lah kami”cicit Austin menarik Nacia
“Aku datang jugak”bisik Nacia
“Oke fix!”riang Austin
“Woy,pikirin aku ngapa...”ujar Eindelyn ditengah-tengah suasana yang terbalik itu. Eh,aku kan ada Kesha !
__ADS_1
“Kalian kok malah semangat sih? Otak kalian kemasukan air ya”kata Yeena merasa aneh dengan suasana yang heboh ini
“Udahlah Yeen,anggap aja ganti omonganmu tadi. Kan kau bilang mau nolongin kalau kalah”ujar Kesha menepuk pundak Yeena
“Aaaaa Kekey-ku emang yang paling perhatian”girang Eindelyn dalam hatinya
Malam harinya mereka datang untuk latihan sesuai perjanjian. Yeena menambah beban latihan menjadi 2 kali lipat. Mereka mengeluh tetapi tetap berlatih. Akhirnya latihan itu usai
“Eindelyn”himbau Yeena
“Em? Aku?”tanya Eindelyn menunjuk dirinya
“Iya,kau”kata Yeena
Eindelyn melihat sekitarnya,ternyata hanya ada dirinya disana
“Ke-kenapa, Yeena...?”tanya Eindelyn menunduk
“Woy,kau takut ya? Tinenang aku gak makan orang kok”kata Yeena lagi
Eindelyn bernafas lega
“Tapi bunuh orang”sambung Yeena menakut-nakuti Eindelyn
Mata Eindelyn membulat sebesar tomat “A-aku cuma gak terbiasa ngomong sama kau aja”katanya keras karena gugup
“Dih, kau lebih kemayu dari Tristan ya”Yeena menyengal nafas “Ah,udahlah. Aku mau minjam drone mu,boleh gak?”lanjutnya
“Drone? O,oh boleh!”Eindelyn mengangguk keras
“Pfft...santai aja,kau gak takut kepalamu lepas”tawa Yeena
“He!?”shock Eindelyn salah paham
“Astagaa...hahaha maksud ku,kau ngangguknya jangan kuat-kuat”lanjut Yeena tertawa
“Lagian,aku minjamnya gak gratis kok. Kesha, kau suka kan? Besok aku kenalin ulang biar kau ada kesempatan”sambung Yeena
“Ah? Kau tau!?”Eindelyn melotot
“Ya tau lah,aku gak sama kayak kawanmu yang bodoh itu. Udah gitu aja”kata Yeena mengakhiri
“Tsk,kalian ngapain sampe ketawa gitu”ketus Maze yang berlari menghampiri mereka
“Bukan urusanmu,bodoh”ketus Yeena pula
“O jelas urusanku dong! Kau kan calon pacarku, hm my honey”Maze bersikap manis
Yeena menarik lalu menyengalnya keras “Jijik”ucapnya kemudian
“Jijik tapi sayang”Maze mengecup di udara
Yeena yang tiidak tahan dengannya pergi begitu saja
“Dia lucu banget. Heh! Kau ada urusan apa sama calon pacarku?”tanya Maze tersenyum mengancam
“Kalian emang pasangan dunia-akhirat”ujar Eindelyn yang menciut
“Beneran? Kami emang cocok kan! Dianya aja yang masih malu-malu
“Aku rasa kaunya yang gak tau malu”Eindelyn menyipitkan mata dengan sedikit ciut tersisa
“Apa kau bilang!”kesal Maze
“Gak penting ,yang penting segkarang untung kau nyelamatin aku!”Eindelyn memeluk lengan Maze
“Apasih jijik. Sana gak!”tepis Maze
“Is. Kau tau gak,tadi dia bilang ‘kau gak takut kepalamu lepas’ huhuhu aku kira dia mau nebas kepalaku”Eindelyn mengadu
“Lebay! Yeena itu luarnya doang dingin dalamnya hangat..”Maze tersenyum menghayati
Eindelyn yang malas melihat tingkahnya saat membicarakan Yeena,pergi meninggalkan Maze
“Jadi kau..Eh mana orangnya...?”Maze menengok kri-kanan
“Kalian kenapa sih suka ninggalin orang! Heh,pasti gak kuat sama kharisma ku”Maze menyibak rambutnya
````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````
Yeena dan Maze bertemu ditepi danau untuk membicarakan rencana yang dibuatnya. Untuk memutuskan hal ini dia berulang kali berfikir,selama dia mengenal Maze,ia adalah orang yang tidak perduli pada orang lain,kemungkinan besar Maze akan mengerti dirinya
“Tumben nih ngajak ketemu duluan”Maze menyengir
Yeena menanggapinya dengan wajah masam” kok nyesel ya”katanya “Udahlah. To the point aja,aku mau ngajak kau kerja sama”
Maze mendekat dan menyenggol-nyenggol Yeena,seperti gadis yang sedang merayu “Kerja sama dalam hubungan kita? Aku gak tau kau seagresif ini”Maze membelai pipi Yeena
__ADS_1