
Kembali ke rumah Yeena
“Buka..siapa pun...”Yeena terisak.dia teringat kenangan buruk saat ibunya menguncinya didalam kamar untuk menghukumnya,tapi mendadak lampu padam. Yeena benar-benar ketakutan dia merasa dinding mulai mendekat,dia berteriak memohon agar ibunya membukakan pintu tetapi tidak ada orang di rumah,mereka sedang sibuk dengar pekerjaan masing-amsing. Dia sendiran didalam rumah yang besar ditemani petir dan kilatan,bahkan suara tangis anak yang malang itu bisa terdengar ditengah gelegar petir. Kenangan buruk akan masa kecilnya mulai menghantuinya kembali
“Plis tolong..! Bukaaa....hah...tolong..hiks...”sesaknya bertambah parah,dia bahkan bernafas melalui mulut membuat kerongkongannya kering, air mata yang tiada mengering karena terus bercucuran,mata yang terus memejam didalam kegelapan,ingatan yang terus memperlihatkan ketakutan,setelah sekian tahun dia kembali menyedihkan,ingatan yang menyakitkan mulai menggerogoti keteguhannya yang ada hanya Yeena tanpa jalan keluar dan kekosongan
Kret
Pintu akhirnya terbuka, Yeena langsung memeluk orang yang membukakan pintu
“Yo...baru ketemu tadi sore udah kangen aja”ucap Maze menutupi keterkejutannya
“Kau...”Maze berniat melepaskan pelukan Yeena
“Biarin...sebentar,sebentar aja...”ucapnya dengan suara serak
Maze membiarkannya setelah melihat keadaan Yeena. Gadis itu menangis dipelukannya,dia menyadari untuk kesekian kalinya bahwa gadis yang sedingin es itu ternyata juga sama rapuhnya. Gadis itu menangis sesegukan sambil menggenggam bajunya seperti anak kecil. Tangan Maze seperti bergerak sendiri mengusap kepala gadis itu,mungkin itu berasal dari relung hatinya,setiap usapan dia lakukan dengan sepenuh hatinya dengan harapan agar gadis itu berangsur membaik dan benar saja gadis itu sudah tenang, mala tertidur nyaman dipangkuannya
“Kau sebenarnya berapa banyak ketakutan yang kau sembunyikan”ucapnya dengan tatapan perih,iba,khawatir dan berharap dia bahagia,disana ada rasa cinta yang masih samar
“Ha Maze...”kata Zhai terkejut melihat mereka
“Shuutt! Jangan berisik dia lagi tidur!”kata Maze berbisik
“Kau ngapain dia?!”tanya Tristan melotot
“Dia kecapean em coba tebak”Maze memprovokasi
“Keparat! Kalau kau benearan”ancam Tristan
“Aku bercanda”kata Maze cepat
“Yeena kenapa?!”tanya Kesha khawatir
“Gak tau tuh. Tadi dia dikunci dari luar, pas aku buka eh tau-tau dia udah nangis”Maze bercerita
“Tapi dia tidur tuh”kata Nacia
“Biasalah ini namanya kenyamanan dari pria tampan”Maze bersikap arogan
“Basi. Pindahin Yeena kedalam dulu ntar masuk angin”ujar Nacia
Saat Maze akan menarik pangkuannya Yeena tiba-tiba memeluk pinggangnya,itu membuat mereka tercengang termasuk Maze sendiri
“Ahaha aku coba angkat aja kali ya”katanya canggung mendapat tatapan tajam dari Zhai dan Tristan
__ADS_1
“Uhh”Yeena merasa terganggu saat Maze bergerak
“Kalian sebenarnya mau apa sih?!”katanya risih dengan mereka yang menatapnya sebagai pengganggu tidur Yeena
“Kau dia aja kayak gitu,jangan gerak biar Yeena gak bangun”ujar Kesha
“Awas kau berani bikin Dewi Nana-ku
bangun!”ancam Tristan
“Kalau sampe guru-ku bangun awas kau!”ancam Zhai pula
“Bukannya sama aja?”kata Austin
“Beda orang”sambung Eindelyn
“Woy kalian ngehakimin aku ya? Disini yang ditindas aku! Jelas-jelas dia tidur nyaman kayak gini”protes Maze
“Diam nanti dia bangun!”kata mereka serempak
Yeena terbangun karena bising,mereka menatap tajam Maze
“Eh kau bangun? Tidur lagi!”Maze merebah paksa kepala Yeena diatas pangkuannya
“Aduh kau ngapain sih!”kata Yeena merasa posisinya ambigu
“Apa?! Kalian yang buat dia bangun!”katanya membela diri
“Minggir!”Yeena masuk kedalam rumah
“Woy bilang apa kek gitu”teriak Maze
“Pulang!”ujar Yeena
“Apa? Kalau mereka gak berisik kau masih tidur dipangkuan ku kayak kucing ketemu selimut!”balas Maze ketus
Yeena yang masih kikuk menyadari banyak orang melihatnya tidur dipagkuan Maze sambil menangis langsung masuk begitu saja.
“Gila kali ya! Udah dijadiin bantal terus disuruh pulang?”Maze menaikkan alisnya tak percaya
“Ohow Maze, kau udah tau kan konsekuensinya berani nyentuh guru-ku”Zhai tersenyum paksa
“Jangan ambil dialog ku! Bukannya kau tadi udah pindah satu fraksi ke si cabul ya?”sambung Tristan
“Itu firasat,insting kalau guru-ku dalam bahaya,ini namanya penyelamatan”jelas Zhai
__ADS_1
“Waahh kau penyelamatan, pas tiba di aku jadi kejahatan gitu!?”debat Maze
“Udah jangan bacot lagi, gelud ayok!”seru Zhai
Sementara di rumah Yeena
“Ehem, gimana tidurnya nyaan?”goda Kesha
“Iya dong kan tidur dipangkuan orang tersayang”sambung Nacia
“Berisik! Sana tidur kalau enggak-“
“Push up 100 kali”Nacia menirukan Yeena
“Aku restu kok kalau kau sama Maze,kau aja nyaman gitu”lanjut Kesha menggooda
“Aku juga! Kau liat gak Key. Yeena tidur kayak kucing ketemu selimut”Nacii bergabung menggoda Yeena
“Oh liat dong. Sekarang aja liat deh mukanya merah”goda Kesha lagi
“Eh iya, acieee Yeena malu-malu”Nacia menatap lekat Yeena dengan tatapan meledek
“Gerak cepat dong Cia, Yeena udah duluan aja tuh”mata Kesha melirik-lirik Yeena
“Arrggh apa sih udah tidur sana! Kalau enggak besok dari pagi sampe malam kalian latihan! Oh iya kalian liat apa tadi!?”ancam Yeena
“Liat apa? Kita gak liat apa-apa kok! Ya kan Cia”kata Kesha berubah ekspresi
“Iya kami gak liat apa-apa kok”ikut Nacia
“Bagus”Yeena bersembunyi dibalik selimut
“Tapi kami liat anak kucing tidur diatasselimut”ledek mereka serempak
“Arrghh kalian! Awas ya besok-“
“Hoaamm ngantuk nih tidur yuk Key”kata Nacia berlagak
“Iya nih yuk, kucing kecil nanti kebangun”ledek Kesha
“Aku serius”peringat Yeena
“Ahaha apa Yeen? Ngantuk? Sama kami juga hehe”Kesha berdalih
Mereka kembali keranjang masing-masing
__ADS_1
“Arrghhhh gila! Yeena kau pasti gak Cuma ketularan sintingnya aja,idiotnya jugaaa! Bisa-bisanya aku tidur dipangkuannya!!”teriak Yeena dalam hatinya
“Tunggu deh...aku kan insomnia kok bisa tidur gitu aja dipangkuan dia? Aku juga palinggak bisa disentuh,kalau dengar suara orang pasti langsung bangun, ini kok enggak! Arrggh aku gak kayak kucing kecil tapi kayak sapi,gak sadar situasi!!”Yeena berakhir gelisah hingga pagi tiba