
“Senyummu gak ngotak banget! Aku hampir jatuh gara-gara kau, senyum apa sih sialan!”
Maze tercengang mendengar umpatan Yeena,awalnya dia mengira Yeena terpesona dengan senyumannya
“Aku nolongin kau tau gak”ujar Maze tak terima
“Nolongin apa. Lepas!”
Maze melepaskan Yeena
“Kau! Ah brengsek, awas sana ngalangin jalan!”Yeena berlalu pergi
“Kenapa dia yang marah? Yang dikatain kan aku. Ah memang cewek yang...menarik”Maze terkekeh
“Kau bangga ya Ze dibilang senyum gak ngotak”ujar Austin
“Diam”Maze
“Wo wo wo daripada nangkap dia kenapa gak nangkap adek aja bang”Zhai bertingkah genit
“Sialan!”umpat Maze kesal karena ditertawakan teman-temannya
Ditempat latihan Yeena
“Sekarang kita pemanasan dulu biar gak kejang otot atau cedera”Yeena memberikan instruksi pada teman-temannya
“Kita mau belajar apa Yeen? Silat?kungfu?taekwondo?wushu?saholin?”tanya Nacia
__ADS_1
“Ninja aja sekalian”ketus Kesha
“Kita gak belajar itu semua”jawab Yeena
“Bukan itu? Boxing? Tinju?”Nacia menebak
“Buka juga”kata Yeena
“Jadi apa dong?”Nacia menggaruk kepalanya
“Apa ya, bisa dibilang gabungan itu semua. Aku gak ngajarin per-gerakan,gak ada aturan selama kalian bisa menang. Cukup menghindar dari serangan dan serang tanpa ampun tanpa berhenti. Oh iya, kita praktek langsung!”Yeena menekankan penjelasannya
“Ha?! A,aku masih gak ngerti emang ada jenis beladiri kayak gitu?”Kesha mencoba memahami
“Hah sebenarnya aku malas berbelit-belit. Aku gak butuh kalian hafal gerakan,yang aku mau respon badan kalian cepat. Kalian pernah dengar ring tinju liar? Orang-orang disana gak ngandalin gerakan tapi otaknya,gimana cara menang dari perbedaan berat badan dan fisik. Gak boleh ada celah,kalau kalian lengah didetik nafas selanjutnya mereka bisa aja tiba-tiba hantam kepala,hidung,mata atau tenggorokan yang merupakan titik fokus jaringan otak kalian. Semacam first blood. Jadi...aku bakal ngajarin cara ngelindungin dan nyerang kelemahan”jelas Yeena
“Agak berlebihan? Kita gak punya waktu,kalian gak sadar kita disituasi apa sekarang?kalian mau terus ngandalin aku? Badan ku cuma satu kalau kalian bertiga dalam bahaya aku harus gimana?siapa duluan yang aku selamatin? Hah udahlah, karena kalian buang-buang waktu kita latihan sampe sore!”Yeena menegaskan
“Apa?! Kami aja masih syok dengar latihannya ditambah sampe sore!?”Nacia memeganng kepalanya stres
“Tenang aja karena kalian baru pertama aku bakal pelan-pelan kok,liat nih kondisi ku masih sakit gini”Yeena tersenyum licik
“Kenapa aku tambah syok dengar omongannya”Nacia bergidik ngeri
“Cepat! Siapa yang pertama”Yeena menatap mereka satu-persatu
Mereka mengalihkan pandanganya untuk mengelak
__ADS_1
“Nacia kedepan”Yeena menjentikkan jarinya
“A,aku?! Kesha duluan deh atau Nanad”
“Cepat atau push up 100 kali”ancam Yeena
Nacia berjalan perlahan
Sementara disisi lain Maze dan teman-temannya sedang mengawasi mereka
“Wah. Cewek ini benar-benar menarik!”Maze tersenyum tertarik
“Menarik? Aku rasa dia kayak macan betina”sela Zhai
“Penyelamat memang harus gitu,kalau macanpun aku tetap suka!”seru Tristan
“Penyelamat...? Betul! Aku juga tetap suka,memang apa salahnya macan betina yang perkasa”Zhai merangkul Tristan
“Suka!? Kemaren pas dia luka kau kemana aja? Hey loly kau berani berebut sama aku?”Maze melototi Tristan
“Ahh jangan bahas itu,aku juga sedih karena gak ada disamping Dewi Nana ku,kenapa aku harus pingsan waktu itu hiks. Meski gitu aku gak bakal biarin Dewi Nana ku dijebak orang cabul!”Tristan mencibir
“Dewi Nana?! Kau bahkan udah punya nama panggilan!?”Maze semakin melototi Tristan
“Emang fokus mu kesitu ya? Ngapain sih kita sembunyi,disemak lagi”sela Eindelyn
“Hus diam liat tuh! Yeena udah mulai”ujar Zhai menepuk-nepuk pundak Maze yang masih bersitegang dengan Tristan
__ADS_1