
Yeena dan Maze bertemu ditepi danau untuk membicarakan rencana yang dibuatnya. Untuk memutuskan hal ini dia berulang kali berfikir,selama dia mengenal Maze,ia adalah orang yang tidak perduli pada orang lain,kemungkinan besar Maze akan mengerti dirinya
“Tumben nih ngajak ketemu duluan”Maze menyengir
Yeena menanggapinya dengan wajah masam” kok nyesel ya”katanya “Udahlah. To the point aja,aku mau ngajak kau kerja sama”
Maze mendekat dan menyenggol-nyenggol Yeena,seperti gadis yang sedang merayu “Kerja sama dalam hubungan kita? Aku gak tau kau seagresif ini”Maze membelai pipi Yeena
“Tapi gak harus ini caranya! Masuh banyak cara lain. Kau sadar gak ini bisa macu dendam,kalau gini sampe 7 turunan juga gak bakal habis!”Maze menarik rambutnya untuk menyalurkan emosi
“Kalau gitu...kau kasih tau aku caranya. Gimana caranya tanpa nyingkirin orang lain,gimana caranya bertahan hidup disini tanpa harus ngebunuh?”Yeena menatap lekat bola mata Maze antara menunggu jawaban dan arahan
Maze bungkam,bukannya menjawab pertanyaan Yeena malah meninggalkan tatapan yang rumit untuknya
Keesokan harinya Yeena tetap memulai rencananya
“Key,bahan makanan hari ini udah habis?”tanya Yeena
“Udah nih. Liat yang ada cuma kecoak”katanya menunjukkan isi lemari dapur
“Bagus. Aku nyari makanan dulu dihutan”ujarnya,semua berjalan sesuai rencananya
“Bagus?”gumam Kesha
Di hutan, Yeena mengambil beberapa jamur yang tidak dan “Beracun. Tinggal rencana selanjutnya”seringainya
Yeena memasak sendiri hari ini,untuk memiwsahkan makanan milik Rio
“Eh,Key. Hari ini yang sama Maze kenapa? Kok agak aneh? Biasanya udah bekoar-koar”bisik Nacia
“Aku juga gak tau. Serasa angin kutub utara berhembus kesini”bisik Kesha pula
__ADS_1
Racun akan bekerja pada tengah malam nanti,jadi tidak ada yang akan mencurigai Yeena,kecuali Maze. Mungkin ia akan marah besar,tapi apapun itu Yeena sudah siap menerima konsekuensinya.
Tidak semua berjalan sesuai perhitungan Yeena. Sekitar pukul 3 pagi,orang-orang meributkan sesuatu diluar
“Kenapa ribut banget sih!”Nacia yang terusik dari tidurnya
“Katanya ada yang mati!”seru Haru yang mendapat kabar dari luar
“Apa?!”Nacia berlari keluar
“Yeena mana Yeena?”Kesha mencari-cari
“Ah udahlah. Paling dia latihan diluar”Nacia menarik Kesha
Di kerumunan mereka melihat Yeena. Orang-orang riuh menatapi mayat Rio yang tergeletak ditanah
“Gila! Aku kira gak ada yang lebih tiran dari Devil`s Red Rose(Yeena)”
“Sampe lidahnya dipotong...ini sih parah gila!”sambung orang dikerumunan
Kerumunan yang ricuh tadi berbisik-bisik,semuanya menatap kearah kedua tokoh yang menjadi sorotan “ Apa Yeena yang bunuh?”
“Benarkan. Udah pasti dia! Mana ada yang lebih sadis dari dia”
“Wah,kalau gini kita juga keancam gak sih?!”
Maze berjalan mendekat dengan mengepal tangan
“Aku kan udah bilang jangan bunuh dia!”teriaknya
Yeena hanya diam menerima teriakan Maze,karena memang dia yang merencanakan tapi bukan untuk membunuh melainkan membuat Rio lumpuh. Semenjak mendengar ucapan Maze dia mengubah sedikit tujuannya. Tapi apa ini? Dia dipermalukan didepan umum.
__ADS_1
“Coba gunain otak mu! Mereka juga tim,kalau gak ada dia gimana nasib timnya?!”bentak Maze lagi
Yeena masih kebingungan. Ada apa ini? Dia mati? tapi bukan aku yang bunuh.
Karena tidak mendapat sepatah katapun dari Yeena,Maze menariknya ketempat lain diikuti teman-teman mereka
Maze membanting keras tubuh Yeena dipohon
“Kenapa! Kenapa kau gak mikir sih Yeen!?”Maze tampak meringis dikedua alisnya
“Kalau aku bilang bukan aku yang bunuh,kau percaya? Enggak kan. Karna kau cuma percaya sama apa yang mau kau percaya”ucap Yeena menatap
Maze terdiam mengeraskan rahang
Satu hal yang difikirkan teman-teman Yeena
“Yeena ngebunuh? Gak apa selama itu gak menyangkut aku. Siapa tau Rio bisa ngebahayain nyawa
Yeena juga merasakan hal itu,sebab teman-temannya tidak terlihat terkejut,ataupun angkat bicara membelanya. Malah terlihat berharap Yeena benar-benar membunuh Rio. Biarpun temanku berubah semua,yang penting aku masih sama. Masuh untuk melindungi mereka
“Harusnya kau tinggal bilang kalau ada cara lain! Padahal aku bakal lakuin kalau ada cara lain. Apa kau nganggap aku ini maniak? Kau fikir kalau gak ngebunuh orang aku bakal gila? Ha?!”Yeena meninggikan alisnya bersuara
“Kenapa kau malah nyalahin aku?! Harusnya kau juga mikir kalau itu salah! Kau bukan anak kecil yang gak bisa bedain mana salah mana benar! Kau sendiri yang...”
“Kau sendir yang gak pake otak! Kalau aku yang ngebunuh aku gak bakal debat kayak orang ***** sama kau,kalau aku yang bunuh aku bakal seheboh ini? Kau kenal aku kan,aku...”
“Aku gak kenal kau lagi...kau sekarang jadi orang asing...”
Mereka saling memotong omongan dan terdiam. Satu-satunya yang bersuara adalah saat Maze melangkah pergi
“Kalian..pergi...”ujar Yeena pada yang lainnya
__ADS_1
“Kenapa kau gak bilang yang sebenarnya,Yeena?”ucap salah satu orang yang tinggal
“Tau sisi lain dari teman yang selama ini dia kenal,belum tentu dia bisa nerima. Bikin merinding tau gak”kata Yeena