They Are My Destination

They Are My Destination
24


__ADS_3

“Ha?! Siapa yang ngajarin Tris-ku omongan brengsek”Zhai berekspresi terkejut


“Kau, idiot”jawab Tristan tersenyum


“Haa. Hasil didikan ku ututu”Zhai mengusap rambut Tristan


“Hah mulai lagi”ujar Eindelyn


“Aku suka diusap-usap, tapi kalian tetap orang cabul”kata Tristan tanpa beban


“Arkhh mukanya minta ditampol”geram Maze


“Tenang Ze, dia cuma anak-anak...anak hasil didik ku”Zhai mengedipkan matanya


“Ehem, Yeena...! apa kabar?”pemilik dungeon tersenyum mengejek


“Masih hidup”jawab Yeena singkat


“Amm... aku suka gayamu”pemilik dungeon menarik nafas. Yeena balas senyum tersengal


“Yah.. karena kau menarik aku kasih kesempatan. Kau boleh ikut minta walaupun kalah”kata pemilik dungeon


“Sialan! minta katanya? Dia nyamain kita sama pengemis ha?!”Maze


“Uda Ze tenang!”Zhai memegangi Maze


“Arrkhh sialan. Kalau dia gak didalam layar udah habis”ujar Maze


Sementara Yeena sedang dilema memilih antara harga dirinya atau merendah demi kemajuan teman-temannya. Bukan hal yang mudah bagi Yeena untuk menerima dan membuang harga dirinya,dia tidak pernah merendah pada siapapun tapi juga tidak pernah mengesampingkan teman-temannya.


“Kenapa?kau merasa dihina? Memang, harus tau tempat mu. Kau selamanya akan merasa terhina”pemilik dungeon mengecam Yeena


“Iya.. aku terima”Yeena mengepal tangannya

__ADS_1


“Apa? Kayaknya ada yang salah”pemilik dungeon


“Aku...minta”Yeena menahan amarahnya


“Nah itu benar, oh mata itu aku suka seakan-akan mau ngerobek mulut ku. Kau seksi kalau marah”pemilik dungeon


“Tapi kau jadi gak menarik karena penurut,jadi...gimana yaa..”lanjutnya mempermainkan Yeena


“Kau..!”Yeena mulai tak sabar


“A a a, tenang aku gak bakal narik kata-kata ku kok”sambung pemilik dungeon


Yeena benar-benar merasa tehina karena dipermainkan,detak jantungnya berubah sesak karena amarah yang bergejolak


“Bilang”pemilik dungeon puas mempermainkan Yeena


“Lemari”suara Yeena tercekat


“Lemari?gak ku sangka kau orang yang mikirin penampilan”pemilik dungeon memberikan pintaan Yeena dan membubarkan mereka


“Woy nanti rusak”Yeena


“Kalau gak mau rusak angkat sendiri sana, malah nyuruh kita”ujar Kesha


Yeena memperlihatkan balutan perban ditubuhnya


“Huft *******. Kesempatan dalam kesakitan ya”ujar Nacia


“Buka dong yeen aku penasaran”Kesha


Yeena membuka lemarinya


“Botol?obat?”Kesha melihat isi lemari itu

__ADS_1


“Lemari yang berat berton-ton isinya ini doang?”Nacia tercengang


“Sabar nona-nona. Ehm”Yeena memberi kode pada Nanad agar mengusir Haru keluar


“A,ah? Oh. Haru keluar bentar ya”Nanad mendorong Haru keluar


“Kenapa? Tunggu,apa? Kenapa...”Haru


“Nah sekarang apa?”tanya Nacia


“Ini obat apa?”Kesha mengguncang botol obat itu


“Yeen...ini..ini alkohol kan!”Nacia mengendus air didalam botol itu


“Wah hebat”seru Nanad


“Hm? Wah gila!”Nanad mengganti ungkapannya karena tatapan sinis Kesha dan Nacia


“Apasih kalian”Yeena mengambil botol ditangan mereka


“Pertama ini vitaman, kedua ini vodka”jelas Yeena


“Pokat?”tanya Nacia


“Vodka bodoh,. tapi itukan tetap alkohol”protes Kesha


“Aku kan udah 17+”cicit Yeena


“Mau 17 kek 18 kek tetap dibawah umur,sejak kapan sih kau kayak gini Yeen?”Kesha


“Itu..itu udahlah poin utamanya bukan ini. Sini-sini liat baik-baik”Yeena mengalihkan pembicaraan dan membuka tempat tombol-tombol rahasia didalam lemarinya


“I..ini apa...?”Kesha terkejut melihat isi lemari rahasia itu

__ADS_1


“Senjata”jawab Yeena


Bola mata mereka berputar melihat satu-persatu senjata didalamnya


__ADS_2