They Are My Destination

They Are My Destination
30


__ADS_3

Kembali ketempat latihan Yeena


“Kesha”Yeena melanjutkan giliran


“Kawan...tetap hidup...!”Nacia menepuk pundak Kesha


Dengan berat hati Kesha berjalan menuju Yeena


“Santai aja Key, kau taukan harus apa?”Yeena menengkan Kesha


“Tau...”jawabnya ragu


“Oke..mulai”begitu Yeena menyelesaikan kalimatnya,Kesha langsung menyerang tenggorokan Yeena dari bawah,dengan cepat Yeena mengelak


“Bagus! Kau langsung praktekin apa yang kubilang. Tapi kurang cepat”


Kesha menyerang bagian dada Yeena namun gerakannya masih kalah cepat


“Kau pintar. Harusnya gunakan kakimu buat nyerang pinggangku biar tanganmu lepas”


Yeena mengunci kaki Kesha dan menjatuhkannya


“Gimana?”Yeena menatapnya


“Aw sakit! Tapi tadi asik bangett!”Seru Kesha


Yeena tersenyum


“Kau perbaikin yang aku bilang tadi, oke”Yeena


Kesha mengangguk

__ADS_1


“Nanad”Yeena menatapnya


“Ambil posisi”Ujar Yeena


Nanad mengikutinya


“Kau masih marah kan, itu bagus, anggap aja aku orang jahat yang lagi nyerang kau”ujar Yeena


“Harus?”tanya Nanad tak yakin


“Harus. Biar kau fokus”Yeena menyakinkan


Nanad menyerang dengan sangat cepat menargetkan pipi Yeena,spontan Yeena mengelak dengan menekuk kakinya kebelakang,sehingga serangan Nanad meleset,Yeena mengamati lesatan itu.


“Gak ada kekuatan dikepalanmu”analisis Yeena tetap pada posisi kaki belakang tertekuk


Nanad menafaatkan posisi Yeena,kakinya menendang betis Yeena, kali ini Yeena tidak mengelak


“Harusnya kaki mu nyerang kepala ku biar tumbang kesamping atau pake siku mu untuk nyikut perutku biar aku jatuh telentang. Padahal kecepatanmu bagus tapi tenagamu kurang”ujar Yeena menilai


“Akhh iya iya. Udah belum? Saki,sakit punggung ku...!”Nanad meronta


Kembali kepersembunyian Maze


“Woaahh! Shit man! Aku mau jadi muridnya...!”Zhai berdiri kagum


“Wo,woy! Nanti kita gak bisa nonton lagi!”Austin menarik Zhai jongok kembali


“Waaahh! Dewi Nana-kuuu”Tristan menatap terkagum


“Ehem..bolehlah”ujar Maze malu-malu

__ADS_1


“Halah senyum,senyum aja kali”goda Eindelyn


Yeena terus melatih mereka dengan selang waktu istirahat selama 10 menit hingga sore tiba,begitu pula dengan Maze dan teman-temannya yang memperhatikan mereka dari jauh


Yeena pergi keluar menatap langit malam


“Yeen”ucap Kesha yang duduk disebelahnya


“Hm?”


“Harusnya aku gak ngomong ini tapi udah dari kemaren aku penasaran, kau... selama setahun belakangan ini ngalamin apa aja?”tanya Nanad


Yeena mengalihkan pandangannya


“Ma,maksud ku kau beda Yeen,kau jadi kayak pertama kali kita kenal”jelas Kesha panik melihat tatapan Yeena


Saat itu Yeena berfikir memang hanya Kesha yang mengerti dia, tapi tidak semua masalah bisa diketahui sahabatnya itu.


“Setahun ini aku dirumah aja,sekolah. Siang-malam gak kemana-mana. Keluar juga fatau apa tujuannya jadi dirumah aku mikir apa tujuan hidup ku? Mau jadi apa yang cocok sama akau? Gimana biar bisa bikin orangg tua ku senang? Kayak mana biar gak diinjak-injak orang? Liat apa yang mau diliat,makan apa yang mau dimakan”Yeena menjawab


“Gak usah dipikirin Yeen, kitakan udah ada takdir masing-masing”Kesha menepuk pundak Yeena


“Takdir,semua yang terjadi sama kita itu takdir,dijelek-jeekin orang,digosipin,itu takdir. Terus keluarga kita susah diinjak-injak orang,makan yang bisa kita beli,takdir juga. Ketemu cinta bahagia awalnya,eh akhirnya kecewa padahal cuma itu pelarian karena gak bisa cerita kekeluarga kita kalau kita juga merasa khawatir sama keadaan keluarga,karna takut orang tua kita tambah terbebani. Padahal kita mau bilang ‘Ma, aku gak papa kalau kita hidup biasa aja,aku gak perlu barang-barang ini. Ayo kita hidup sama-sama jalani sama-sama’. Padahal kau tulus bilang biar ngurangin beban mereka,tapi kau tau gak perasaan mereka kalau dengar itu? Mereka merasa diremehin,merasa gak becus ngurus keluarga”Yeena berbagi keluh


“Iya juga. Kejam ya”ucap Kesha


Yeena yang mendengarnya kembali menatap langit


“Kejam”ucap Yeena pula


Mereka hening sesaat

__ADS_1


__ADS_2