
Yeena berdiam diri dipinggir danau,dia selalu kesana ketika hatinya gundah karena terlalu keras pada teman-temannya namun kali ini berbeda,dia merasa gelisah dengan perasaannya. Seperti cahaya kunang-kunang saat itu,matanya juga berbinar mencari jawaban. Semakin Yeena berusaha mencari tahu perasaannya,semakin banyak beban benaknya
“Arrgghh! Kenapa,kenapa! Kalau akau mikirin dia yang keingat Cuma keberengsekannya,kegilaannya,dari awal dia kan kurang ajar! Tapi kenapa makin dipikirin aku makin suka...”Yeena menutup wajahnya dengan tangan
“Apa...ini cinta yang nyata? Atau sekedar suka? Aku gak yakin tapi..”Yeena tertegun
“Ah. Bisa-bisanya kau mikir cinta,Yeena. Cinta dari orang tuanmu aja gak kau dapetin,teman mu kau susahin, segitu serakahnya kau sama cinta..emang orang kayak kau pantas...?”ucapnya pada diri sendiri dengan tertawa lelah
“Yo! Emang cinta gak bakal kemana”sapa Maze yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Yeena
“Kau? Kenapa disini?”tanya Yeena berganti ekspresi
“Gak tau deh. Oh,aku tidur sambil jalan”kata Maze
“Penguntit”ucap Yeena malas
“Oke. Sebenarnya..aku rindu,jadi jalan-jalan deh siapa tau ketemu kau. Tapi mendadak instingku bilang aku harus kesini,eh ternyata belahan jiwa ku beneran disini”goda Maze
“Kayaknya kau emang tidur sambil jalan!”tegas Yeena
“Tuh kan kau cepat kemakan rayuan,biasain dong jangan baperan”kata Maze
“Terserah”Yeena bersandar dipohon,hinggap seekor kupu-kupu dihidungnya,kupu-kupu itu terlihat jelas diterangi cahaya kunang-kunang
“Kupu-kupu”Yeena menatap kupu-kupu itu yang terbang dari hidungnya
“Eh,itu ada lagi”Maze menunjuk kupu-kupu dipohon yang baru lepas dari kepompongnya,seketika gerombolan kupu-kupu terbang bertebaran. Sungguh indah melihat semua dibawah sinar bulan
“Langit yang indah”ujar Maze memandang
Yeena menoleh kearahnya “Kau tau gak itu ungkapan dari China untuk bilang cinta”katanya
__ADS_1
“Kenapa gitu?”tanya Maze menoleh kearahnya
“Karena hal indah adalah bersama orang yang dicintai”
“Em. Ha? Aku,aku gak lagi nembak kau ya”kikuk Maze
“Aku kira kau gak tau malu walau aku tolak. Kau tembakpun pasti tetap aku tolak,aku masih waras kali”ketus Yeena
Sebenarnya ucapannya itu bersamaan dengan suara hatinya yang berkata “Aku masih waras untuk gak bahayain kau,jadi tolong menjauh...selagi aku masih bisa ngontrol keserakahan ini”
“Ow you so cute honey,sabar ya pasti aku bakal nembak dengan spektakuler! Tapi besok-besok”ujar Maze mengira Yeena memeberinya tanda
“Udahlah sinting. Aku mau pergi”Yeena beranjak pergi
“Bareng dong honey”Maze berjalan disampingnya
“Kau kesini pake apa?”tanya Yeena melihat Maze tak membawa senter atau apapun
“Kaki mu bisa nerangin jalan? Ada cahayanya?”kata Yeena jengkel
“Gonggong dong honey. Aku pake obor tadi”kekeh Maze
“Obor? Kalau kau masih make itu lebih lama lagi bukan Cuma digonggong,dikoyak habis!”kata Yeena bertambah jengkel
“Wo wo,kau terlalu binal honey”Maze menyipitkan matanya
“Sialan! otak mu ada gak sih. Kalau kau nyalain api ditengah hutan sama aja mancing binatang liar,nyari mati!”Yeena mendengus
“Wah ternyata benar!”ujar Maze menghentikan langkahnya
“Apa?”Yeena ikut berhenti
__ADS_1
“Aku mancing binatang liar”Maze menunjuk sambil tersenyum meledek
“Kau,sibangsat sintingg!”Yeena berteriak dan mninggalkan Maze
“Eh,binatang liar,up bukan,cewek liar,aarrgghh honey!”himbau Maze yang berlari mengejar dalam gelap
Disisi lain Austin dan Nacia juga sedang berduaan
“Austin suka kotak musik?”tanya Nacia memperhatikan kotak musik ditangan Maze
“Suka,tapi Cuma yang satu ini!”jawabnya tersenyum sambil melihat kotak musik itu
“Kenapa? Apa itu hadiah ulang tahun?”tanya Nacia lagi
“Bukan. In..ini hadia perpisahan”Austin menatap sedih kotak musik itu
“Perpisahan?”Nacia memiringkan kepalanya lalu mendongak kearah Austin dari sudut kotak musik yang dipandanginya
“Ah..ehm,jadi ini..ini..”Austin gugup karena terkejut mendapati wajah mereka begitu dekat
“Ya? Apa?”tanya Nacia dengan tatapan lugunya
“I-itu,itu..ehem”Austin berkali-kali membuka mulutnya tetapi tidak jadi bercerita,kemudian dia menarik nafasdalam
“Kotak musik ini hadiah perpisahan dari ibu ku. Dulu keluarga ku bahagia tapi setelah ayah naik jabatan dan sibuk bekerja kami tinggal berdua. Ibu ku suka tersenyum dan tertawa,tapi ternyata dia suka minum antidepresan karna tekanan,dia diabaikan ayah ku. Semain lama kondisi ibu ku semakin parah tapi masih harus jaga aku. Sampe... ibu ngajak jalan-jalan ketaman hiburan,lalu membelikan kotak musik diperjalanan pulang,hari itu aku ngerasa senang karna bisa main sama ibu dan dapat hadiah. Hah...aku masih ingat kata-kata ibu ‘Austin jadi anak yang baik ya,kalau ayah pulang kerja jangan berisik. Ajak ayah makan sama-sama,oke?”ibu bilang gitu ke anak 7 tahun , terus aku bilang ‘kenapa gak ibuaja yang ngajak ayah?’ ibu ku bilang lagi ‘ibu mungkin ketiduran’ ....Malamnya...aku ke kamar ibu disana...dia bunuh diri...”Austin mmenitikkan air mata lalu Nacia langsung memeluknya erat,benar-benar erat seperti meminta Austin untuk berbagi kepedihannya. Disela pelukan itu Austin merasa bajunya basah
“Nacia,nangis?”Austin mengangkat wajah Nacia
“Kenapa nangis?”tanya Austin sambil menyeka air matanya
“Pedih...hiks...karna setengah hati ku...milik mu”Nacia memandang Austin seperti turut merasakan penderitaannya tetapi juga memperlihatkan tatapan lembut nan hangat
__ADS_1
Austin yang mendengar ucapannya tertegun. Kenapa dia juga menangis? Padahal aku yang merasakan,tadinya itu fikir ku, tetapi sekarang bahkan tatapannya mendukung dan menunjukkan bahwa semua itu benar,tidak ada kepura-puraan,entah sejak kapan, yang ku tahu kami baru bertemu,ternyata benar cinta tumbuh dengan tidak masuk akal dan hilang tanpa alasan. Dia memang separuh hati ku...