
Bruk!
Kayu-kayu meja berhamburan,sedangkan laki-laki tadi roboh berlumuran darah.
“Sial! aku kelepasan”batin Yeena
Yeena bersikap seolah-olah ketakutan agar teman-temannya melihat itu sebagai kesalahan dari keterpojokannya.
Suasana hening, perlahan mereka mendekati pria itu dengan rasa takut
“A...apa masih hidup...?”
“Dia mati... kita ngebunuh orang!! gimana... ma,mati mati...” histeris Kesha
Yeena memeriksa denyut,detak jantung serta nafas laki-laki itu
“Dia... masih hidup”lega Yeena
Mereka terduduk lemas dilantai.Selagi fikiran teman-temannya kacau,Yeena mulai bertindak
“Ini waktu yang tepat,jaringan otak mereka lagi kacau aku yakin mereka gak bakal curiga sama semua gelagat ku”gumamnya
“Ini, kalian tahan pintunya pakek kayu ini dan jangan berisik. Tunggu aku balik!”Yeena memberikan potongan kayu dari meja tadi pada Nacia, dan pergi dengan menyeret laki-laki tadi tanpa menghiraukan panggilan teman-temannya.
__ADS_1
Dia meletakkan laki-laki itu disalah satu rumah. Yeena membaringkan laki-laki itu dan mengamati luka dikepalanya . Dia menelusuri rumah itu tapi tidak mendapati kotak obat,sehingga dia membalut luka laki-laki itu dengan robekan bajunya. Dengan mengendap-endap Yeena keluar dari rumah itu dan mengunci dari luar.
“Semua tergantung kau, hidup atau mati”
Dengan sebuah pisau ditangannya Yeena berniat kembali pada teman-temannya sambil menebas semua orang yang menyerangnya,seperti rumput. Ketika Yeena fokus pada orang yang menyerangnya,tiba-tiba seseorang diam-diam menyerangnya dari belakang,tebasan pedangnya mengenai punggung Yeena,menanggapi itu Yeena membabi buta yang berakhir dengan robohnya dua orang itu.
“Sial! darimana orang-orang dapat kek ginian sih. Duh punggung ku koreng deh ni, nih aku tinggalin karya seni dipipi mu mwehehe”umpat Yeena sambil menggambar sesuatu yang disebutnya karya seni itu dengan pisau.
“Oh my! Yeena ***** mereka nunguin disana, kau malah bikin ginian disini” Yeena menepuk keningnya dan berlari sekencang-kencangnya ketempat teman-temannya.
Dobrakan demi dobrakan mereka lalui, ada yang sekedar mengancam, meminta pertolongan karena terluka parah atau hanya tipu muslihat.
Suasana hening,sesekali mereka menghapus air mata dan detik kemudian kembali menangis, dikeheningan itu terdengar samar-samar suara seretan tubuh,dekat,semakin dekat,semakin jelas,ketakutan mejalar disekujur tubuh,detak jantung mereka menggebu sampai bertambah sesak dibawah ranjang dan...
Brakk...
“To...tolong...”dengan suara serak
Mereka masih terdiam meredam suara tangis dengan membekap mulut mereka
__ADS_1
“Ku...k...ku mohon...” suaranya melemah
Nanad yang merasa iba keluar dari bawah tempat tidur dan mengintip dari jendela, betapa terkejutnya Nanad melihat seseorang yang bermandikan darah berusaha menyeret tubuhnya agar lebih dekat untuk menggedor pintu . Nanad berjalan untuk membukakan pintu
“Jangan Nanad! Kalau dia pura-pura gimana?kita gak boleh ceroboh,yang bisa kau percaya cuma aku!” Haru menarik Nanad kembali bersembunyi
“Tapi kasihan Ru! Itu gak mungkin bohongan,liat aja kondisinya parah kita harus tolongin!”Nanad melepas tarikan Haru
“Udah Nad! benar kata Haru, gimana kalau dia cuma pura-pura? nyawa kita aja udah susah ngejaganya,mau nyelamatin nyawa orang lain segala”Nacia menyela
Mendengar itu Nanad berfikir ulang dan mengikuti kata-kata temannya
“Tolong..tol...long plis...”suara memohon tanpa henti seperti teror bagi mereka . Anak-anak yang tadinya tidak tega bahkan melihat kucing terluka,sekarang mengabaikan raungan orang yang sekarat demi nyawa mereka.
“Kenapa sih kita jadi egois gini?!” Nanad berkaca-kaca
“Ini bukan egois Nad, kalau demi nyawa kita! Pikirin juga keluarga yang nunggu kita dirumah,papa mama abang adek, semua pasti khawatir!”Kesha berusaha menjernihkan fikiran Nanad
Dor dor
Seseorang kembali menggedor pintu, itu membuat jantung mereka yang tadinya mulai normal kembali berdebar hebat,banyak fikiran yang terlintas, orang yang sekarat?atau orang yang membuat tipu muslihat?. Semakin mereka mengabaikan gedoran pintu bertambah kuat yang sontak saja membuat ketakutn mereka kembali memuncak. Mereka saling memandang siapa yang akan memeriksa. Haru yang takut kejadian tadi terulang memberanikan diri berjalan selangkah demi selangkah mendekati jendela,saat wajahnya kian mendekat tiba-tiba...
__ADS_1