
“Hem lumayan, sekarang kita coba”ujar Maze menutupi ketercengangannya pada Yeena yang tau jenis senjata sekaligus posisi yang tepat untuk mereka
“Yeen.. kau yakin?”ucap Kesha yang ragu pada dirinya sendiri
“Kapan kau pernah liat aku ragu-ragu ngambil keputusan?”ujar Yeena menyakinkan
Mazepun mulai mengajari mereka cara mengisi peluru,membidik dan menembak
“Nad,kau gak perlutepat sasaran yang penting jangan nembak selain papan sasarannya”kata Yeena
“Loh kenapa? Dia harus nembak ditengah dong”protes Maze
“Dia penyerbu,sasaran yang dia liat gak bisa cuma satu, cukup ruang lingkupnya aja yang perlu dikontrol. Sama kayak pemain gelandang disepak bola,dia orang yang mengatur dan membuka jalan”jelas Yeena sambil melipat tangannya
“Te,tembak ya tembak!”Maze tidak bisa melawan ucapan Yeena karena dia juga beranggapan bahwa itu benar. Nanadpun mulai menembak walau arahnya masih berantakan
“Walaupun masih amatir...tapi benar kata Yeena dia bisa nahan dorongannya. Ah pasti dia asal nebak”Maze mengamati
Giliran Kesha yang menembak dengan senjatanya yang berpenyangga
“Cara dia bidik tepat sih,tapi akurasinya payah...eh,sama juga, gak papa kata oranf 2 kali itu kebetulan”dalam hati Maze
Terakhir giliran Nanad
“Tepat...sasaran..aku jadi ragu kalau ini pertama kalinya orang-orang ini megang pistol. Enggak-enggak ini pasti kayak teori yang dibilang Yeena tadi,senjata dia ngedukung ketepatan sama akurasinya..sial! semua yang dia bilang benar!?”Maze memperlihatkan ekspresi kesal
“Ehem,gimana?”Yeena menunjukkan wajah meledek
“Biasa aja! Semuanya masih kacau! Kecuali sniper. Fisik mereka harus dilatih,senjatanya lebih besar daripada badan mereka””ucap Maze ketus,karena dia tidak ingin mengakui keahlian Yeena,namun apa yang dikatakannya adalah benar
“Orang bodoh juga tau”ledek Yeena
“Aku? Bodoh?! Kau yang bodo!”Maze melotot
“Kalau kau gak bodoh.. harusnya kau tau senjata apa yang kau pegang”Yeena berjalan medekat
“A,aku tau kok!”Maze berjalan mundur
“Senapan Blok Timur dan kalibernya?”uji Yeena terus mendekat
__ADS_1
“AK-47 kalibernya 7,62× 39 mm”jawab Maze berjalan mundur
“Desert Eagle Mark XIX pistol”Yeena
“Ha? Pistol itu..bukannya pistol sekali tembak ya!”seru Maze
“Cuma itu?”Yeena mendesak mundur Maze
“Pi,pistol yang mematikan..?”Maze berhenti mendur karena terpojok meja
“Orang bodoh memang. Desert Eagle XIX Pistol buatan USA tipe gas-operated,totating bolt semiautomatic,kaliber 50 A.E, Barrel Length 6, panjang keseluruhan 10.75,Bore diameter 495,Height 6.25, slide width 1.25. Harga 31 juta”Yeena berbicara tanpa kesalahan sedikitpun
Maze tercengang tanpa berkedip
“Bernafaslah “ledek Yeena
“Sial!”Maze memalingkan wajahnya
“Tenang,yang perlu kau ingat, itu pistol yang aku pakek”Yeena mengedipkan sebelah matanya pada Maze yang terpukau
“Sialan! segitu sukanya ya kau ngeledek aku?!”ujar Maze tersadar
Percakapan mereka berakhir dengan ketercengangan Maze karena sikap Yeena yang berubah-ubah
“Hey.. waktu itu kau kenapa bisa tau posisi mereka?”Maze membicarakan saat permainan teka-teki
“Ntahlah.. insting”kata Yeena
“Insting ku juga kuat”ujarnya berjalan mendekat pada Yeena
“Oh ya”kata Yeena tak tertarik
“Misalnya...”Maze sedikit menunduk mendekatkan wajahnya
“Insting ku bilang bentar lagi kau jatuh cinta sama aku”rayunya percaya diri
“What ever”tatapan Yeena seperti mengatakan “aku gak tidak tau yang keluar daru mulut mu itu kata-kata atau sampah” dan berlalu pergi
“Apa barusan dia bilang sampah?”Maze mengedip-ngedipkan matanya
__ADS_1
“Ah pasti cuma insting ku aja. Eh...tunggu..aku gak nyangka ternyata insting ku sekuat ini”dia memegang lehernya berlagak bangga lalu kembali mengajarkan latihan
Hari melelahkan itu berakhir,tiba makan malam untuk pemulihan
Maze seperti biasa berbagi dengan Zhai
“Awas Ze sempit! Minta ganti sana sama Yeena,kalian udah dekat juga”usir Zhai
“Pelit banget sih. Dekat apa coba,itu karna aku respek sama dia”ujar Maze sambil berdiri
“Yaudah sana, omong doang gede”cibir Zhai
“Iya iya bangsat”Maze pergi ke meja makan tema Yeena
“Eh apaan nih?”Yeena kaget karena Maze duduk disebelahnya
“Kan kursi ku kau patahin, yaudah kita bagi dua aja tempat duduknya”Maze menyendok makananya
“Ganggu aja! Yaudah tunggu aku nyari kayu !”Yeena pergi darisana
“Woy! Serius? Malam gini loh?!”teriak Maze
“Hah?! memang cewek gila”Maze mengejar Yeena
“Gelap gini kita bisa nemu apa. Mata mu ada lesernya ya?”ujar Maze yang berhasil menyusul
“Bukan leser tapi senter”Yeena menyodorkan senter ditangannya
“Yeena! Woy mau kemana sih”himbau Kesha
“Nyari kayu, katanya buat kursi”ujar Nanad
“Wahh enak banget ditemenin cowo ganteng! Akhh ya Tuhan datangkanlah cowok yang mukanya mirip Jungkook sifatnya mirip Jungkook segalanya mirip Jungkook,kalau gak mau ribet Jungkooknya aja langsung,amiinn”doa Nacia
“Misi-misi boleh gabung gak?”tanya Zhai yang datang bersama teman-temannya
“Boleh aja sih”jawab
“A...arkhh! aku kira beneran terkabul”ujarnya kecewa melihat wajah Zhai
__ADS_1
Kesha menyenggol Nacia agar tidak berbicara lagi