TIDAK DIINGINKAN

TIDAK DIINGINKAN
XI


__ADS_3

Kami mengantar para tamu sampai depan rumah. Arkan merengek untuk pulang kerumah kami yang dahulu. Ku tekan beberapa saklar lalu mengambil air minum, tiba-tiba saja ada sepasang tangan melingkar di perutku. "Mau mandi bareng, ga?" rasanya bulu-bulu ku meremang ketika Arkan berbisik.


"Ini udah hampir jam 11 malam, kamu bisa flu kalo mandi jam segini." Ku lepas pelukkannya lalu mencari camilan di kulkas.


"Ayo mandi~ berdua~" suara kekanakkannya keluar. Ku tutup kembali kulkas setelah mendapatkan udang untuk di goreng.


"Kamu laper ga?" tanyaku sembari menyalakan api.


Tidak ada jawaban sama sekali dari Arkan. Rasanya damai sekali tidak ada yang menganggu. Aku membalik-balik udang, perutku sudah keroncongan padahal tadi makan banyak di rumah ayah.


Terdengar suara langkah kaki menuruni tangga, aku menoleh sedikit ternyata Arkan. Dia mengganti pakaian, hanya menggunakan celana trening dan telanjang dada. Lagi-lagi dia menampakkan otot-otot kekarnya. Arkan memelukku lagi dari belakang. "Mau makan engga?" tanyaku sedikit menaikkan nada bicara. "Ga!" katanya membentak lembut.


Arkan mengendus-endus leherku sesekali menciuminya. Aku sudah mulai terbiasa dengan ini. Tubuhku di putar secara tiba-tiba, Arkan mematikan kompor lalu mengangkat tubuhku dan membawaku ke lantai atas. "Aku lagi laper!" ku pukul bahunya namun Arkan tidak mau menuruni aku. Dan tiba-tiba saja dia berteriak karena pundaknya ku gigit sampai memberi bekas.


Tetap saja lelaki tampan ini tidak mau menurunkan aku. Ia menutup pintu kamar mandi, bahkan menguncinya. Dia pikir aku akan kabur?. "Aku mau berendam sama kamu." Katanya sembari merosotkan celananya, sontak aku langsung menutupi kedua mataku tapi Arkan menarik tanganku. "Ngapain di tutupin sih, kan udah liat. Udah pernah pegang juga kan." aku melotot tidak percaya, mengapa Arkan begitu tenangnya melontarkan sesuatu yang mesum seperti itu.


Dia berteriak memintaku untuk membuka semua pakaian ku lalu menyuruhku untuk bergabung di bathup bersamanya. Aku memutar kedua bola mataku lalu mencelupkan kaki kanan ke air. Airnya hangat sekali, Arkan membantuku untuk masuk kedalam karena takut terpeleset.


Kami berendam cukup lama di air hangat, tangan Arkan menggosok-gosok punggungku sesekali mengecupnya. "Em~ untuk kalimat-kalimatnya bu Jung gausah terlalu kamu pikirin ya. Dia itu orangnya kaya gitu suka ngomong kemana aja." aku menarik beberapa busa, sebenarnya aku sendiri tidak mengerti dengan ucapan bu Jung. Dosa besar apa yang beliau maksud itu. Aku mengangguk saja menanggapi perkataan Arkan.


Aku melihat jari-jariku yang mulai sedikit mengkerut. "Arkan, aku rasa aku mau udahan


berendamnya." Lelaki itu berhenti mengusap-usap punggungku, kali ini ia menempelkan keningnya. "Aku sayang sama kamu." gumamnya sangat lembut di telingaku. Bahkan rasanya sampai ke hati.


Aku ingin sekali menatap wajahnya saat ini. Arkan menarik tubuhku untuk bersandar di dadanya. "Aku juga sayang sama kamu, Arkan." ucapku, memegangi pinggiran bathup lalu memutar tubuh sehingga berhadapan dengannya. Arkan tersenyum padaku, ku kecup bibirnya. "Ayo kita buat Arkan Junior." Katanya, lalu kami tertawa kecil bersama.


.


.


"HAH?! KAMU GILA, SECEPAT INI?" Aku berteriak tidak percaya. Dinar mengangguk-angguk sangat begitu yakin. Aku memegang keningku, Dinar mengatakan ia akan menikah dengan Vino bulan depan. Aku kaget karena secepat itu mereka berdua memutuskan untuk menikah padahal baru saja menjalani hubungan beberapa minggu yang lalu.

__ADS_1


"Gue udah mantap sama Vino, begitupun Vino ke gue."


"Tapi kan, kalian baru aja deket. Memangnya ga bisa ya buat saling mengenal dulu?" Aku mengklik beberapa potongan video untuk di edit.


"Kenapa? lo takut gue sama Vino ga bener nantinya?. Lo sendiri ga berhubungan dulu sama si Arkan bahkan ketemu aja ga pernah tapi bisa saling cinta kan." Rasanya aku ditampar oleh ucapan Dinar. Aku menghembuskan napas lalu mendoakan Dinar dan Vino agar semuanya lancar. Semoga saja ibunya Vino tidak seperti ibunya Arkan. Dan Dinar tidak perlu bernasib seperti aku sebelumnya.


Hanya tinggal beberapa minggu lagi kami diam di Komp Karamtama tapi rupanya semakin banyak hal-hal yang mengejutkan terjadi. Sudah dua hari ini aku melihat cekcoknya para suami istri mengenai suaminya yang berselingkuh. Pejabat itu memang mengerikan. Cepat-cepat aku membereskan pakarangan rumah yang berdebu. Tapi sebelum aku masuk kedalam rumah, aku melihat ada sebuah Fortuner hitam berhenti tepat didepan rumah Arkan. Plat mobilnya menunjukkan bahwa itu adalah mobil dinas, 2327 nomornya.


Aku menyiapkan makan malam untuk Arkan, akhir-akhir ini ia begitu manja sekali. Pulang tugas langsung memelukku, bahkan untuk sekedar menerima telfon pun ia tidak mau. Dan aku yang sedang kebelet ke air harus menahan, karena Arkan sering kali menindih tubuhku. Katanya, tidur ber-alaskan tubuhku itu nyaman. Padahal rasanya tulang-tulangku mau patah.


"Aku harus pergi besok pagi ke Pelabuhan." aku mengernyit "Mau apa kamu kesana?" Arkan bilang itu rahasia sehingga ia tidak bisa memberitahuku. Aku merengek untuk ikut tapi Arkan bilang berbahaya. "Kalo berbahaya untuk aku, pasti berbahaya juga untuk kamu kan?"


"Sayang, ini udah tugas aku." katanya sembari memainkan tali-tali yang terdapat di baju ku.


"Kamu harus janji sama aku."


"Janji apa?"


Aku terdiam semakin tidak mengerti, Arkan mengucapkan kata-kata yang seolah-olah aku sedang dalam bahaya.


"Bilang sama aku sebenernya ada apa?" aku mulai resah.


Arkan menatapku sejenak, "Kamu inget kejadian setelah kita pulang dari peresmian bisnis ibu, orang yang nusuk aku itu ada yang suruh."


"Ma..maksud kamu ada seseorang yang ngendaliin orang itu? Tapi kenapa, Arkan? Apa ada seseorang yang ga suka sama kamu?" aku panik.


Arkan terdiam seolah ia juga tidak tahu. "Aku ga tau pasti, tapi yang terpenting selama aku harus pergi bertugas, aku mau kamu ga kemana pun sendirian. Aku bakal suruh Ergy untuk jagain kamu." Arkan berhenti sebentar untuk menarik tanganku lalu melanjutkan kalimatnya, "Janji sama aku, aku gamau terjadi apapun sama kamu selama aku ga ada." Aku mengangguk dan langsung memeluk Arkan sangat erat. Aku merasa takut sekali mulai sekarang, setelah apa yang dikatakan oleh Arkan seolah-olah mulai hari ini nyawaku dan nyawanya itu terancam. Aku tahu Arkan bisa menjaga dirinya tapi aku benar-benar berat hati sekali ketika kami harus berjauhan untuk beberapa hari. Bersama lebih baik, menurutku.


Aku dan Ergy mengantarkan Arkan sampai pelabuhan. Arkan tidak sendirian, dia ditemani oleh enam orang anak buahnya. Sebenarnya mereka ditugaskan untuk apa? bukankah sudah ada Angkatan Laut yang bertugas di bagian ini. Aku menangis ketika kami benar-benar harus berpisah sekarang. Rasanya aku begitu bucin sekali terhadap Arkan.


"Ergy, sebenarnya kenapa Grup Burung Besar harus bertugas di pelabuhan?" aku mencoba mencari tahu.

__ADS_1


"Saya sendiri tidak tahu." katanya tetap menyembunyikan rahasia tugas tersebut.


Papa mengirimi ku pesan, katanya beliau mengirim paket kerumahku dengan Arkan. Karena ada Ergy disini, aku memohon bantuan padanya untuk mengantarku terlebih dahulu ke rumah. Ternyata papa mengirimiku sebuah foto yang cukup besar, disana terlihat diriku dengan Arkan. Ergy menawarkan diri untuk membantu memasang bingkai foto tersebut. Aku menyuruhnya memasang di ruang tamu, agar para tamu yang berkunjung nanti melihat fotoku dengan Arkan ini. Aku tersenyum karena rasanya seperti mimpi, pada akhirnya aku dan Arkan bisa saling mencintai.


Aku merapikan beberapa paket lainnya kedekat tangga. Ada sekitar 4 buah dus berukuran sedang. Paket itu ditujukan untuk suamiku. "Akan ku beritahu pada Arkan nanti setelah ia pulang." Aku bergegas ke kamar untuk mengambil beberapa pakaian juga peralatan lainnya, mengingat dirumah dinas minim sekali alat-alat kamar mandi dan dapur.


"Ergy, kamu mau minum?"


"Engga perlu, terimakasih." jawabnya turun dari kursi.


"Bisa bantu aku memindahkan rice cooker ini?" Ergy mengangguk, ia membawa penanak nasi tersebut ke mobil.


Namun tiba-tiba saja lampu dirumahku mati. Aku mencari ponsel namun tidak ada di saku, mungkinkah tertinggal di mobil?.


"GEYA?" terdengar suara Ergy tengah berteriak mencariku.


"ERGY, AKU DILANTAI ATAS. BISA KAH KAMU KEMARI? AKU BENAR-BENAR TIDAK BISA MELIHAT APAPUN." Teriakku sembari meraba-raba.


"TUNGGU, AKU AKAN MENGAMBIL SENTER DI MOBIL. BERTERIAK LAH JIKA ADA APA-APA." Lalu keadaan menjadi hening, aku hanya bisa mendengar suara napasku sendiri.


"Apa aku lupa membayar listrik?" gumamku sendiri. "Ergy?" panggilku ketika mendengar suara langkah kaki. Tapi tidak ada jawaban apapun. Tiba-tiba saja jantungku berdetak dengan sangat kencang ketika mendengar suara seorang pria, dia berbisik di belakangku. "Lalai sekali suamimu meninggalkan mu dengan bocah bodoh itu." Sontak aku langsung berteriak, tanganku ditarik ke belakang lalu di ikat. "ERGY, TOLONG AKU!" Aku berteriak sekencang mungkin. "ERGY~ mhhhhh" mulutku di pasang sebuah lakban, lalu lampupun kembali menyala. Aku sedikit merasakan silau, aku bisa melihat dengan samar ada sekitar 4 orang lelaki di kamar Arkan. Mereka semua menggunakan penutup kepala dan sarung tangan. Salah satu dari mereka mencengkram rahangku dengan sangat kuat. "Begitu mudah. Ditinggalkan beberapa jam pun, aku mendapatkanmu tanpa perlawanan apapun. Bawa dia ke mobil." Perintahnya melenggang pergi, lalu dua orang lelaki mengangkat tubuhku untuk berdiri. Bodohnya para pria itu, kakiku tidak terikat sama sekali. Sebisa mungkin aku menendang kelamin salah satu dari mereka. Lalu pria satunya lagi ku hantam dengan kepalaku walau pada akhirnya kepalaku merasa pusing. Aku berlari keluar dari kamar, namun aku berhasil ditangkap. Aku berontak sampai akhirnya terpeleset menggelinding di tangga. Tubuhku sakit sekali, kemana Ergy? dan siapa para lelaki ini. Apa orang-orang ini juga berkaitan dengan orang yang menusuk Arkan?. Aku tidak bisa men-dirikan diri sendiri.


Aku bisa melihat ada sepasang sepatu mengkilap berhenti tepat di wajahku. Tiba-tiba saja ada benda keras menghantam kepalaku, mataku menggelap sampai pada akhirnya aku tak sadarkan diri.


Tbc....


(Mohon maaf jika banyak sekali kesalahan dalam penulisan🙏)



Note : Untuk sementara waktu Up pada Hari Senin dan Kamis.

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca, sampai jumpa hari senin Love😄.


__ADS_2