
"Geya menghilang."
Ipra mengacak-acak rambutnya sangat frustasi. Aku mencoba untuk tidak percaya dengan apa yang di katakan Ipra karena tidak mungkin Geya melakukan hal seperti ini. Acara seperti ini tidak lucu untuk di permainkan. Banyaknya media yang meliput membuatku risih sekali, aku mendorong mereka sebisa mungkin.
Ku cari Geya disetiap ruangan yang ada namun tidak ada sama sekali. Aku mencarinya lagi ketempat Geya mempersiapkan diri, ku cari barang-barang yang memang mungkin mendapatkan petunjuk namun tidak ada juga. Sesegera mungkin aku membuka toilet dan benar disana terdapat salah satu high heels pernikahan milik Geya. Jendelanya terbuka juga terdapat jejak sepatu dipantai dan bak kamar mandi.
Tubuhku terdorong ketika Ipra masuk juga kedalam kamar mandi. Dia semakin gila ketika melihat alas kaki milik Geya. Lagi-lagi kilatan-kilatan flash tertuju padaku, ku tarik Ipra untuk masuk kedalam toilet dan mengunci kamar mandi.
"Begini, gue pikir Geya di culik." gumamku agar tidak terdengar oleh siapapun.
"Hah~ apa yang harus gue lakuin sekarang?!" Ipra mengacak-acak rambutnya.
"Tenang, lo perlu tenangin diri lo terlebih dahulu. Gue ga terlalu yakin dia beneran di culik sama si penerror atau mungkin dia kabur karena memang ga mau menikah sama lo."
"Kepar*t." umpat Ipra padaku.
"Kita berpencar cari Geya."
Setelah kami sepakat untuk berpencar mencari Geya, Ipra langsung pergi begitu saja. Dia benar-benar bergegas mencari Geya tanpa tahu harus cari kemana.
Wajahku mengangkat keatas untuk melihat di mana saja letak cctv dan aku mendapatkan beberapa cctv yang mengarah pada jalanan. Walkie Talkie ku berbunyi.
"Aku mendapatkan pergerakan mobil SUV yang keluar dari kawasan pernikahan." itu adalah suara Ergy.
"Apa lagi yang lo liat?"
"SUV Hitam berplat 9933 YA dan sepertinya gue melihat gaun pernikahan Geya tersangkut di pintu mobilnya. Mobil itu melaju ke arah kota."
Sesegera mungkin aku masuk kedalam mobil dan pergi mencari mobil yang di katakan oleh Ergy. Tapi jalanan sangatlah ramai dan sudah pasti mobil itu bisa saja belok kepersimpangan atau yang lainnya. Aku memukul setir saking kesalnya. Tiba-tiba saja aku teringat dengan mobil yang terparkir di depan mobilku saat di bar. SUV hitam dengan plat nomor yang sama seperti yang dikatakan oleh Ergy. Dan mobil itu adalah milik Rio, mendadak amarahku semakin membucah ketika tahu bahwa dia yang melakukan ini.
__ADS_1
Mataku memicing ketika melihat kertas merah muda tergulung di dasbor. Kuraih dan ku buka itu adalah kertas dari wanita binal yang ku temui dibar beberapa waktu yang lalu. Aku membalik kertas tersebut dan terdapat sebuah tulisan yang berisikan nomor telfon juga kode yang aneh. Ku potret dan ku kirim pada Ergy.
Tidak lama Ergy menghubungiku dia mengirimiku sebuah alamat juga mengatakan padaku akan menghubungi beberapa anak buah.
Aku pergi ke alamat yang di berikan oleh Ergy. Mobil SUV itu terparkir didepan rumah dan sesegera mungkin aku menggedor-gedor pintunya. Ku dobrak dan mendapati seseorang yang sangat mirip dengan Rio hanya saja dia menggunakan kacamata.
"Hey bro~ baru saja gue mau buka pintunya, kok lo bisa tau rumah......" tanpa pikir panjang aku langsung meninju wajahnya, ku tarik kaosnya lalu ku pukul lagi wajahnya. Dia berteriak memintaku untuk berhenti namun aku tak bisa menghentikan pukulanku.
"Dimana Geya? dimana Geya? DIMANA GEYA?!" Aku berteriak ketika menghantam wajahnya ke kursi.
Dia luar biasa babak belur, darah keluar dari setiap luka yang terdapat di wajahnya. "Gue... ga ta...u Alkan. Geya kan pasti lagi di (batuk-batuk, menyemburkan ludah yang keluar bersamaan dengan gigi) acaw...la nik- ah."
Ku tarik rambutnya lalu bertanya untuk yang terakhir kalinya. Namun, jawabannya tetap sama. Aku menarik napas sembari melonggarkan dasi, dan mataku tertuju pada sebuah bingkai yang menampilkan dua orang dengan wajah yang sama di tangan mereka terdapat sebuah gelang cokelat dan salah satu gelangnya sangat mirip dengan yang aku pakai.
"Ini gell~ang punya Riena, abang gue." katanya menunjuk pada tanganku.
Tiba-tiba saja Ergy menelfonku lagi dan mengatakan bahwa mobil SUV yang terdapat di depan rumah Rio berbeda plat nomor.
Arkan Pov End.
Geya Pov.
Aku meronta-ronta ketika mereka mengangkat tubuhku. Aku tidak tahu aku di bawa kemana yang pasti saat ini aku sangat ketakutan. Gaunku robek sampai ke paha yang membuatku semakin merinding ketika mereka mulai berperilaku cabul padaku.
Aku tidak dapat melihat wajah mereka karena mereka menggunakan topeng yang menyeramkan. Jantungku terus-terusan berdetak sangat kencang, wajahku sudah di penuhi oleh keringat dan sepertinya make up pun sudah luntur. Aku mencoba untuk menghindari sentuhan salah satu pria. Dia mendekat padaku, tangannya menyentuh wajahku dan menelusuri setiap bagiannya.
"Kamu punya bibir yang indah." gumamnya menyentuh bibirku di balik lakban dan itu membuatku merinding setengah mati. Ku mohon Tuhan selamatkan aku.
Dia mengambil tali tambang kecil lalu menarik kedua tanganku ke atas, di bentangkan dan diikat. Cepolan rambutku di buka olehnya, tubuhku merinding ketika lelaki itu mengendus rambut dan leherku. Aku mencoba menyingkirkannya dengan cara menggerak-gerakan tangan, namun bukan nya menjauh dia semakin senang ketika melihat aku berontak.
__ADS_1
Dia tertawa dan terkekeh, pisau yang kini di genggam olehnya berada tepat di wajahku. Pisau tersebut bergerak dengan sangat pelan, jika sampai tertekan pipiku akan robek seketika. Pisau lipat silver itu mendarat tepat di bibirku, lagi-lagi dia terkekeh dan berkata. "Aku akan merobek lakban ini, semoga saja tepat di garis bibirmu dan tidak melukai bibir cantikmu ini." katanya membuatku semakin tidak mau diam. Aku berdeham meminta tolong namun sia-sia.
Pisaunya mulai menekan dan seberusaha mungkin aku membuka mulut agar pisau itu masuk kedalam mulutku dan tidak melukai bagian daging bibir. Akhirnya lakban itu robek dengan pisau yang setengah masuk kedalam mulutku. Aku berdiam diri dengan perasaan yang campur aduk karena takut jika aku bergerak maka aku kehilangan mulutku. Kakiku mulai lemas karena kejadian mengerikan ini. Mengapa masih ada orang-orang psikopat seperti ini.
Dia menarik pisaunya lalu melemparnya kesembarang arah dan mencengkeram wajahku. "Aku bisa menggantikan calon suamimu itu sekarang. Bagaimana jika kita menikah saat ini juga, hm?. Aku sudah muak melihat dirimu dikelilingi oleh para lelaki tampan, aku juga tampan tapi mengapa kamu tidak pernah tertarik padaku? kamu tahu, itu melukai hatiku Geya~." lirihnya sedih namun sedetik kemudian dia tertawa terbahak-bahak. "Aku tahu rahasiamu yang memiliki seorang anak, aku juga tahu kamu pernah menikah. Dan~ mantan suamimu itu adalah..... pengawalmu sendiri." dia melepas cengkeramannya lalu mulai berjalan memutari tubuhku.
Aku mengikuti pergerakkannya dengan was-was, dia pasti orang yang menerrorku selama ini.
"Aku selalu mengamatimu dari kejauhan, bahkan memotretmu untuk menambah koleksi dirumahku. Hah~ Geya kamu adalah satu-satunya wanita yang membuatku gila, aku ingin dirimu menjadi milikku dan tidak akan ku bagikan pada siapapun." tangannya menyentuh kulit lenganku lalu rambutku dan seketika itu juga aku berteriak karena rambutku di tarik paksa. Sakit sekali.
"Kumohon sa~kitttttt." kataku menoleh padanya, dan aku dapat melihat dengan jelas bahwa dia sedang melotot padaku. Tubuhku mengejang seketika, sangat sakit sekali. Dia tertawa ketika melihat tubuhku tidak mau diam karena kejutan listrik yang diberikan olehnya. Satu, dua, tiga, empat baru lah dia berhenti mengejut tubuhku.
Rasanya aku tidak bisa bernapas tubuhku lemas luar biasa. Aku mencoba untuk memulihkan penglihatanku yang mulai buram.
Lelaki itu tengah mengomel dan menggerutu pada temannya yang sedari tadi menonton. "Siapa yang menelfonku, bagaimana bisa orang ini tahu nomor ponselku. Padahal aku hanya memberikannya pada Geya saat pemotretan." katanya membuat jantungku mencelos.
Aku melirik kearah tangannya dan disana ada sebuah gelang cokelat.
"Riena?!"
Tbc.........
Note :
Halo pembaca setia 'Diinginkan' mohon maaf sekali jika author membuat kalian kecewa karena tenyata hanya bisa up satu saja.
Disini author mau memohon maaf pada kalian karena tidak bisa menepati janji. Maaf, maaf sekali. Ada beberapa faktor yang membuat Author hanya bisa update satu chapter saja.
__ADS_1
Berikutnya Author mau memberitahu kalian jika waktu Update untuk sementara hanya akan Up pada hari rabu saja ya. Maaf sekali tidak bisa up setiap hari. Maaf maaf.
Dan untuk kalian semua jangan lupa untuk selalu jaga kesehatan ya. Sampai jumpa hari rabu dengan Chapter yang semakin rumit. Bye bye Love😭❤🙏