Tuan Alex Akulah Wanitamu

Tuan Alex Akulah Wanitamu
Mafia Kejam


__ADS_3

#yukk kita tancap gas lagi 😆


Maaf kemarin ngandat di lulus review oleh pihak NT 🥺


Jangan lupa selalu dukung karya Mama dengan cara Like dan Tulis Komentar kalian ya ❤


~~ Happy Reading ~~


Satu bulan telah berlalu semenjak pernikahan Tommy dan Maria. Sudah begitu banyak yang terlewatkan.


David yang sudah berhasil menaikkan saham nya di Lashon Grup sesuai rencana Alex merasa di atas angin. Kini Alex mempersiapkan untuk mengakuisisi Lashon Grup dengan total saham milik istrinya dengan total 63 persen.


"Sayang.. ini semua berkas-berkas yang sudah aku tanda tangani...." ucap Audie sambil menyerahkan semua asetnya atas nama Marissa untuk berpindah tangan atas nama Audie Ethelyne.


"Ok sayang..setelah ini kita ada kan rapat direksi...!" ujar Alex sambil mengecup pipis istrinya.


Audie mengangguk kecil dan berkata "iya..!"


Tok Tok Tok


"Masuk..!"teriak Alex.


"Al...ruang meeting sudah siap satu jam ke depan sudah bisa kita mulai..!" ujar Tommy yang sudah duduk di atas sofa.


"Thank you Tom..! Oh iya.. apa kamu sudah selidiki tentang Tuan Antonio..?" tanya Alex.


Pasalnya empat hari yang lalu. Informan mengirimkan pesan singkat ke Alex dengan isi.


'David mendapatkan perlindungan dari orang bernama Antonio, pemimpin mafia dari brotherhood. Mereka melakukan penggelapan senjata api ke Ame rika lewat jalur laut. Sekarang di sisi David ada lima orang kepercayaan dan ahli di bidang nya dari pria bernama Antonio. Hati-hati' !!! '


"laporannya sebentar lagi masuk Al..! sepertinya orang yang bernama Antonio adalah orang yang berbahaya..!"balas Tommy.


"oke Tom...!"


tok tok tok


Tommy bergegas berdiri. Karena dia tahu siapa yang mengetuk pintu.


"Hai sayang..!" seru Tommy dengan wajah bahagia menyambut sang istri.


"Hai yank...!" balas Maria dengan senyuman manisnya.


"Nih...!" seru Maria dengan memberikan beberapa lembar kertas ke tangan Tommy.


"Thank you sayang.." ucap Tommy. Karena Maria baru saja selesai mendapatkan informasi tentang Antonio yang tadi di bicarakan.


Tommy menarik tangan istrinya untuk mengikuti istrinya duduk di sisi nya.


"Audie.. Alex..." sapa Maria yang kini memanggil Alex hanya dengan nama. Karena saat ini status Maria adalah adik angkat Alex. Dan Alex tentu saja senang hati saja menerimanya. Apa lagi pada saat istrinya mendengar kabar tersebut tidak berhenti tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Iya..." balas Alex.


"Iya Kak Mar...!" balas Audie


Dengan perlahan Tommy mempelajari empat lembaran di tangannya sampai dirinya berdecak.."ckkk..!!"


"Ada apa Tom..?!" tanya Alex penasaran. Karena sedari tadi dirinya tidak sabar menunggu penjelasan Tommy.


"Lihat poin-poin ini..!" ujar Tommy sambil menata semua lembaran kertas di sebarkan di atas meja satu persatu hingga membuat kertas tersebut memenuhi meja.


Alex dengan cekatan membaca point penting yang di berikan tanda oleh Tommy.


"Are you sure Tom..? *Apa kamu yakin Tom..?" seru Alex ketika membaca informasi yang membuatnya terkejut.


"Yes Tom..Seperti itulah kenyataannya..Artinya kita menghadapi seseorang Pemimpin Mafia yang sangat kejam..!" jawab Tommy.


"hmmm...!"


Bagaimana tidak. Disitu tertulis kalau Antonio adalah hanya seorang Asistent dari Boss nya terdahulu. Dia dengan terang-terangan melakukan pengkhianatan kepada Bos nya yang bernama Salvator.


Salvator di bunuh dengan cara yang begitu kejam. Setelah di berikan obat bius. Salvator di mu tila si dan organ nya di jual ke saingan Salvator. Dan saingan Salvator lah yang memberikan dukungan penuh kepada Antonio.


"Oh Sh*it...!!" gumam Alex yang merasa dirinya tiba-tiba merasa mual.


"Ada apa sayang..?" seru Audie panik melihat sang suami begitu pucat.


"Hmm.. oekkk..!" Alex seprti mau muntah dan menahan mulut nya. Kemudian bergegas ke Kamar Mandi.


"Are you ok sayang..?" gumam Audie khawatir.


Pasalnya memang sudah tiga hari ini Alex sangat sering merasakan mual dan tidak nafsu makan.


"Iya sayang.. I'm ok..!" balas Alex sambil tersenyum tipis. Tidak ingin membuat istrinya khawatir.


Tommy dan Maria pun saling melirik. Melihat keadaan Alex seperti ini sangat tidak baik kalau Alex memaksakan dirinya untuk datang ke Perusahaan.


Setelah cukup membersihkan wajah dan mulut nya. Alex kembali bangun sambil di papah oleh Audie.


"Sayang.. lebih baik kita tunda meeting hari ini.." ujar Audie.


"Harus hari ini sayang.. Percaya padaku.. Im ok..! hmm..?" jawab Alex dan mengecup sesaat bibir istrinya.


"Hmm.. baiklah..Tuan keras kepala...!" kesal Audie sambil cemberut.


Tommy sangat tahu karakter Alex. Dia tidak akan bersantai-santai apabila menghadapi situasi genting. Apalagi saat ini yang merrka hadapi bukanlah lagi hanya masalah persaingan bisnis. Melainkan Mempertaruhkan nyawa. Karena ketika kamu sudah berurusan dengan dunia Mafia. Nyawa adalah taruhannya.


Alex mengusap pipi Audie dengan lembut.Dan menyunggingkan senyuman manisnya.


"Ck.. gak usah pasang wajah manis begitu..!!" ujar Audie yang memang selalu luluh dengan tatapan indah dari sang suami. Yang selalu bisa meluluhkan dirinya. Sepasang hazel abu-abu yang begitu indah. Selalu membuat dirinya terpesona.

__ADS_1


"Hehehhe..." tawa kecil Alex dan memasukkan Audie ke dalam dekapannya.


"Al.. hari ini semua pemegang saham di Ferdinand Coorporationt tiba jam satu siang.."


"Iya Tom.. Hari ini setelah kita akuisisi Lashon Grup, Audie sudah tidak boleh melakukan penyamaran lagi. Itu sangat berbahaya..!" ujar Alex.


"Hmm Aku setuju..! Karena kita tidak tahu aksi nekat apa yang akan David lakukan terhadap Marissa (Audie).." balas Alex.


"Aku sudah menambah personil untuk berjaga di sekitar perusahan.." sela Maria.


"Total ada berapa Maria..?" tanya Alex.


"Total yang berjaga di sekitar Perusahan ada seratus dan lima puluh yang berkeliaran di dalam Perusahaan dalam penyamaran..!" jawab Maria.


"Hmm.. baiklah..! Tempat kan sepuluh sniper di atas gedung tinggi di sekitar Perusahaan..!" titah Alex.


"Sayang.. apa itu tidak berlebihan..?" sela Audie.


"Tidak sayang..! Semakin banyak mata mengawasi, itu jauh lebih baik..!" bantah Alex.


Dirinya tidak ingin membuat sebuah celah.


"Baiklah.. Mereka akan siap dalam lima belas menit...!" balas Maria.


Maria pun berdiri dan menghubungi Asistentnya untuk menyiapkan permintaan Alex.


"Sudah sayang..?" tanya Tommy ketika Maria sudah kembali ke sisinya.


"Iya.. mereka akan tiba sebelum meeting di mulai..!" balas Maria.


"Jadi apa perlu aku berganti pakaian menjadi Marissa terlebih dahulu..?" ujar Audie.


Dan ketiga pasang mata itu tampak berfikir sambil menatap Audie.


"So..??" ulang Audie lagi.


"Tidak perlu..!!" Jawab mereka bertiga serempak.


"Ckk....Kalian sungguh kompak..!!" decak Audie menahan tawanya.


"Hmm tidak perlu sayang... Kamu tidak perlu repot-repot untuk menyamar..!" ujar Alex.


"Betul Audie, lebih bagus kamu langsung menghadap para direksi menjadi dirimu. Lagi pula semua saham sudah atas nama Audie..!" seru Maria.


"Ya.. kecuali mereka mencari sosok Marissa untuk mempertanyakan masalah saham yang di berikan oleh Marissa secara cuma-cuma ke seorang Audie Ethelyne.." Sela Tommy, membuat semua mata menatapnya.


"Apa aku mengatakan sesuatu yang salah..?" seru Tommy sambil menaikkan bahunya.


☘☘☘☘☘☘

__ADS_1


#Yukk yukkk jangan Lupa Like, Komentar dan Kirim Hadiah ya Bestie 😘😘


__ADS_2