
Maaf untuk Novel ini agak lambat Up ππ»
Karena masih kejar tayang Gadisku Im Falling In Love
Mama usahakan tabung Bab untuk Novel ini ya , Janji sehari bakal Up 3 Bab dalam sehari ππ»
.
.
Selamat Membaca π
πΌπΌπΌπΌ
Alex auto berbalik mendengar kata-kata Audie. Dan dengan cepat mengambil tengkuk Audie dan mengecup bi bir nya.
Audie membulatkan matanya. Dia tak bisa berbuat apa-apa atas ci uman tiba-tiba dari Alex.
Ingin menolak tapi tubuhnya berkata lain. Entah perasaan apa saat ini yang tak bisa dia ungkap kan dengan kata-kata.
Alex yang tak menerima penolakan dari Audie. Memperdalam ci u mannya. Bi birnye menye sap bi bir Audie.
Kini tangan kanan Alex meraih pinggang Audie. Alex melepas ci u mannya dan menyandarkan keningnya ke kening Audie.
Hingga jarak mereka begitu dekat. Hembusan nafas mereka saling ber sahutan.
"Terima kasih sudah kembali padaku.." bisik Alex.
"Sama-sama Alex.. Aku juga bersyukur kamu begitu menjaga cintamu padaku... " jawab Audie tulus.
"Selalu dan selamanya cintaku hanya untuk wanita ku.." balas Alex dan mengecup kening Audie lalu memeluk erat tubuhnya.
Audie membalas pelukan Alex dan menenangkan Alex dengan mengusap-usap punggungnya dengan lembut.
Ceklekkk...
Pintu ruangan Alex terbuka.
"Oppps Sorry..!!" Seru Tommy merasa bersalah mengganggu dua insan yang tengah melepas rindu.
"Its ok Tom.. Tolong batalkan semua meeting hari ini..!!" Seru Alex.
"Ok... Eh.. Audie..??" Shock Tommy melihat Audie di ruangan tetapi memakai pakaian yang sama dengan yang dipakai Marissa.
"Hussshhhhhh!!!" Seru Audie sambil menutup mulutnya dengan jari telunjuk.
"Masukk Tom..!!" ujar Alex.
"Kunci pintu.."Sambung Alex ketika Tommy telah menutup pintu.
Tommy pun hanya mematuhi perintah bos besar nya itu.
"Ada Apa ini??" tanya Tommy yang tak bisa menahan rasa penasaran nya sambil melihat Alex.
"Jangan tanya ke saya..!!"jawab Alex santai. Karena dia sendiri juga belum mendapatkan penjelasan apa-apa dari Audie.
"Jadi... Audie.. bisa kamu jelaskan sekarang..hmm ?" tanya Alex lembut yang sudah duduk di samping Audie.
"Whattt!!! Seorang Tuan Muda Alex bisa bertutur kata yang begitu lembut !!!" gumam Tommy dalam hati.
"Okee.. akan aku ceritakan dari awal mula.. tapi aku usahakan mempersingkat kisah yang sudah berlalu delaoan belas tahun lalu.!" seru Audie.
__ADS_1
"Hhmmm.. aku akan mencoba mengerti dengan baik. Cerita lah perlahan-lahan.. " ucap Alex sabar.
Tommy sudah tak bisa berkata-kata melihat sikap Alex.
"Apakah dia Alexavier yang gw kenal..!?" gumamnya lagi dan tersenyum.
"Hmmm.. Tapi apa tidak masalah kalau Tommy tahu..?" tanya Audie hati-hati. Takut menyinggung perasaan Tommy.
"Its ok sayang.. Tommy orang kepercayaanku.." ujar Alex dan Tommy sudah tersenyum lebar menunjukkan giginya.
"hmm baiklah..! Sebelumnya aku akan memanggil seseorang terlebih dahulu..!" Ujar Audie dan mengetik pesan singkat ke Maria.
Tak berselang lima menit.
Tok tok tok
Audie berdiri dan membuka pintu. Dan masuklah seorang wanita paruh baya dengan wajah yang agak berkerut memakai pakaian cleaning service.
Wajah Alex dan Tommy terlihat bingung.
Melihat eksrpesi mereka berdua. Maria berbalik membelakangi mereka dan membuka wax yang ada di wajahnya.
"Selamat siang Tuan Alex.." sapa Maria sopan.
"Mariiiiaaaa...??" Shock Tommy.
Alex pun sama terkejutnya.
"Perkenalkan.. Ini Kak Maria, Asistent sekaligus Pengawal Pribadi Audie.." seru Audie memerkenalkan Maria secara resmi.
Maria pun membungkukkan tubuhnya sedikit untuk memberi hormat ke Alex.
"Sudah tugas saya Tuan Alex..!" Jawab Maria.
"Duduklah..!" ujar Alex.
"Kamu juga duduklah sayang..!" Seru Alex begitu lembut ke Audie.
"Sayangg...?? Sejak kapan mereka berdua jadi lovey dovey..!!" gumam Maria dalam hati.
"Heemmm.." jawab Audie malu-malu belum terbiasa dengan panggilan barunya dari Alex.
Audie pun duduk di sebelah Alex.
"So...??" ujar Alex dengan nada rendah ke Audie.
"Ehmm...ehmm..Jadi.. Aku pindah sejak usia lima tahun ke Rotherham bersama Mommy Vivian dan Uncle James. Semenjak.. Mommy Sidney meninggal..!" ujar Audie tertahan.
"Aunty Sidney meninggal..??" shock Alex yang baru mengetahui kalau Aunty Sidney telah meninggal.
"iyah Alex.. Mommy Sidney sudah meninggal..!" sambung Audie dan tak terasa bulir air mata jatuh ke pipinya.
"Im sorry Audie..!!" ujar Alex dan meraih tubuh Audie ke pelukannya.
"heemm its ok Alex.." jawab Audie dan kembali tersenyum dan melepaskan pelukan Alex.
"Jadi pada saat usiaku menginjak delapn belas tahun. Aku diberikan surat dari Mommy Sidney yang sudah disimpan oleh Mommy Vivian.. Dari situlah aku mengetahui semua konflik dan tragedi delapan belas tahun yang lalu..!" lanjut Audie.
"Uncle James sudah mengatur semuanya. Bersama Uncle Ferdinand untuk membalaa dendam kematian Mommy Sidney..!"
"Dari situlah aku harus mengembalikan identitas Marissa yang selama ini di cari oleh pembunuh Mommy Sidney..! Yang saat ini mengincar Marissa.." Geram Audie.
__ADS_1
"Audie.. maksud kamu pembunuh..? Kamu sedang dalam situasi berbahaya..??!!" Shock Alex.
"Iyah.. tapi tenang saja Alex. Tidak semudah itu mereka menaklukan seorang Marissa.. "jawab Audie santai dan tersenyum.
"Tetap saja ...!!" suara Alex menggema seisi ruangan.
"Aku tidak mau kamu terlibat dalam situasi berbahaya..!!" lanjut Alex.
"Heii.. tenanglah Alex..!!" Seru Audie menggenggam tangan Alex.
"Tuan Alex.. Nona Audie selalu dalam pengawasan bawahanku..!" sela Maria.
"Hmmm baiklah..! Jadi apa rencana kamu selanjutnya..??" seru Alex yang mulai tenang.
"kalau menurut Uncle James dan Uncle Ferdinand. Kita ikuti permainanan mereka..Dan sesekali melemparkan umpan agar mereka memakannya..!" ujar Audie yang membuat Alex bingung.
"Tunggu..! maksud kamu mereka..? Mereka ini siapa..?" tanya Alex.
"David Zaque, Suami dari Mama Sydney dan Ayah kandungku..!" Jawab Audie.
"Dan dia bekerja sama dengan istrinya Kimberly..!" lanjut Audie.
"Mereka berdua menjebak Mommy Sidney dan mengambil alih perusahaan. Namun, mereka berdua tidak tahu kalau Mommy Sidney sudah mengetahui kedok mereka. Dan sudah memindahkan semua aset perusahaan atas namaku..!"
"Makanya sekarang mereka mengincar kamu..?" tanya Alex untuk meyakinkan dirinya sendiri.
"betull sekali..!!" jawab Audie dan tersenyum.
"kenapa kau begitu santai...!!!" geram Alex gemas melihat Audie.
"Karna ini adalah moment kehancuran mereka..!" jawab Audie dan tersenyum sinis.
"Woww..wooww..!!" sela Tommy.
"Apakah itu begitu mengejutkan mu Tuan Tommy ??" sarkas Maria.
"Tidak Mariaa...! Tentu saja tidak..! Ini sungguh menarik..!!" seru Tommy merasa sudah ikut terjerat dengan masalah pelik.
"Heemm Baiklah... Beritahu aku apapun itu..!! Aku yang akan menjagamu.. ok..??" ujar Alex menggenggam tangan Audie.
"Heemm baiklah..!" jawab Audie sambil tersenyum.
"Nona Audie..Karina menuju ke sini saat ini..!" Sela Maria.
"Untuk apa dia kesini..??" Tanya Audie.
"Belum ada informasi Nona.. Sepertinya Karina bergerak sendiri tanpa sepengetahuan Ayahnya !" lanjit Maria.
"Hmm baiklah..!"
"Siapa Karina..?" tanya Alex penasaran.
"Uhhmmm Anak pertama dari Ayahku dan Istrinya..!"
π΄π΄π΄π΄π΄
...Mohon Like, Tinggalkan Komentar,...
...Hadiah Point dan Klik Tombol Favorit...
...Terima Kasih...
__ADS_1