Tuan Alex Akulah Wanitamu

Tuan Alex Akulah Wanitamu
Jujur ke Maria


__ADS_3

#Yukkk bisa Yukkk..


#Mohon di dukung dengan Like, Komentar dan Hadiah point ya Bestie 💋


......Happy Reading......


....


Deg.. deg.. deg..


"Emmm.." ragu Maria.


"Aku mau parkir di dalam ruang tamu kamu boleh ..?" goda Tommy sambil menahan senyum dan menekan kata parkir.


Blush, pipi putih Maria berubah menjadi warna pink tua.


Mata bulat Maria melotot melihat Tommy.


"Seee..jak kapan kamu di luar..?" ujar Maria dengan tergagap karena malu.


"hmmm... boleh aku masuk dulu..?" seru Tommy, kemudia tanpa menyahut. Maria hanya menggeser tubuhnya agak ke samping agar Tommy bisa masuk ke dalam rumah.


"Thank you..." seru Tommy dengan senyum penuh kemenangan. Sudah beberapa kali dia ke paviliun Maria. Namun baru kali ini Maria mengizinkan dirinya masuk ke dalam.


Maria menutup pintu dan menyusul Tommy duduk di sofa.


kriikk kriikk kriikk


Maria dan Tommy sama - sama membisu. Bingung mau mulai dari mana untuk berbicara.


"Ehmm.." gumam mereka bersama.

__ADS_1


"Kamuu duluan..!" Maria dan Tommy kembali mengucapkan kata-kata yang sama bersamaan.


"hahahahah...!" mereka berdua tergelak tertawa dengan sikap mereka.


"Maria.. maafkan aku..!" ucap Tommy tiba-tiba.


Maria menaikkan alisnya satu. "Maaf untuk..?"


"uhmm.. mungkin kamu sudah tahu.."


"Aku anggap aku tidak tahu apa-apa.." ucap Maria santai.


Tommy tersenyum dengan ucapan Maria.


"Kau memang berbeda Maria..Jangan salahkan aku kalau aku akan memaksamubuntuk menyukaiku..!" gumam Tommy dalam hati.


"So..?" suara Maria memecahkan lamunannya.


Maria terpaksa menyambut tangan Tommy.


"Terus..?" seru Maria.


"McKenzie Gerald adalah salah satu pengusaha yang memiliki beberap stasiun Tv dan beberapa bisnis di bidang properti, Restaurant dan Hotel..." lanjut Tommy.


"Nathan adalah adik angkat ku..Yang sudah aku anggap seperti adik kandungku sendiri.."


"Seharusnya aku yang menjadi Direktur Utama di Stasiun TV Nipko dan beberapa Hotel. Cuma semuanya aku serahkan ke Nathan..."


"Dan..?" ucap Maria lagi karna Tommy masih tampak berpikir.


"Dan bukan karena aku mau menutupi siapa aku sebenarnya. Aku hanya tidak mau kamu salah paham kepadaku..!" ucap Tommy dengan nada yang lebih lembut lagi dengan masih menggenggam erat tangan Maria.

__ADS_1


"Terus kenapa Pak Tommy tidak jujur dari awal..?" tukas Maria.


"Apa kamu pernah bertanya langsung..? Dan boleh abaikan formalitas kita Maria...? "pinta Tommy.


"Uhhmm.." setelah dipikir-pikir memang benar. Selama ini tidak ada pikiran sampai kesitu.


"Ya wajar.. Aku tidak ada hak untuk bertanya kepada sahabat sekaligus Asistent Pribadi Tuan Alex..." tukas Maria.


"Kamu berhak..!" sela Tommy dan menatap tajam ke Maria.


"Kenapa..?"


"Karena aku sudah parkir di pikiran kamu tanpa izin..." ucap Tommy.


Maria sontak menarik tangannya. Entah sudah berapa lama mereka berjabat tangan.


Tommy tertawa kecil melihat raut wajah salah tingkahnya untuk pertama kali.


"Sejak kapan kamu di depan pintu..?" seru Maria yang baru ingat tentang pertanyaan nya yang tertunda.


"Mulai dari.. Dasar Tuan Muda Gila..Truss.. diam kayak orang bego...Truss...Dasar mentang-mentang ganteng...Laluu...Parkir seenaknya dii...!" Seru Tommy dengan perlahan-lahan. Seolah mencoba mengingat apa yang dinkatakan Maria.


"Stooppp..!" sela Maria dengan wajah yang sudah seperti kepiting rebus.


"Jadi... Maria... boleh aku bukan hanya parkir di pikiran mu saja..?" tanya Tommy dengan serius dan entah sejak kapan dia sudah berlutut di depan Maria.


"Mmaaksud kamu..?" tanya Maria gelagapan dengan gerakan dan pertanyaan tiba-tiba Tommy.


🍀🍀🍀🍀


Mohon selalu Like, Tinggalkan Komentar, Vote dan Kirim Hadiah poin untuk Support Novel ini ya readers tersayang ❤😘

__ADS_1


...TerimaKasih...


__ADS_2