Tuan Alex Akulah Wanitamu

Tuan Alex Akulah Wanitamu
Can I


__ADS_3

#Kita lanjut say 🙏🏻🙏🏻


Happy Reading ❤


......


Tommy kemudian dengan cepat menarik tubuh Maria masuk ke dalam pelukannya.


Cukup lama mereka berpelukan dalam diam dan hanyut dalam pikiran mereka masing-masing.


Tommy bersyukur kalah Maria tidak mempermasalahkan status yang dia sembunyikan.


Maria merasa lega sudah mengutarakan semua yang ada di pikiran dan di hatinya.


Tommy merenggangkan dekapannya dan menangkup wajah Maria. Sedangkan tangan Maria masih bertengger di pinggang Tommy.


Tommy menatap dalam manik mata Maria. Mereka berdua seperti saling menghipnotis dan tanpa sadar wajah mereka semakin mendekat.


Mata Maria terfokus ke bi bir Tommy yang tadi mengecupnya sesaat. Begitu pun Tommy yang tanpa sadar hanya terfokus ke bi bir lembab Maria.


Tanpa komando entah siapa yang memulai pertama kali, kini bi bir mereka berdua sudah saling me nye sap. Tommy me nang kup wajah Maria dan sesekali mereka mengambil nafas dan saling menatap. Kemudian kembali saling me lu mat. Bi bir mereka beradu begitu lembut dan perlahan tapi begitu intens memburu.


Tangan Maria memegang erat kemeja Tommy. Tommy perlahan menuntun Maria ke dekat sofa.


Gerakan bi bir mereka menari begitu indah dan saling memberi dan menerima. Kepala mereka saling beradu ke kiri dan ke kanan untuk mengambil sedikit oksigen.


Tommy perlahan menuntun Maria berbaring di atas Sofa dan membaringkan nya. Tommy melepas ci umannya dan menatap Maria. Nafas me reka saling berhembus. Maria dapat merasakan aroma mint dari hem busan nafas Tommy.


"Maria.. I Love You.." ucap Tommy sambil menatap tajam mata Maria, seolah ingin memperlihat kan kesungguhan hatinya.


"I Love you too Tommy.." balas Maria dengan wajah meronanya.


"Ternyata Maria yang aku kenal bisa se imut ini.." goda Tommy yang disambut cubitan kecil di punggungnya oleh Maria.


Tommy menyapu bi bir Maria dengan ibu jarinya. Mata yang begitu indah dan Hidung yang mancung... Dengan lembut dan hangat Tommy men daratkan bi birnya, mengungkung tu buh Maria di bawahnya. Maria dengan spontan mengalungkan tangannya di leher Tommy. Dan menyambut ci uman Tommy.


Li dah Tommy per lahan menye sap masuk ke dalam mu lut Maria. Maria membuka sedikit mu lutnya agar Tommy bisa bermain di dalam mu lutnya dengan be bas. Li dah mereka saling menyambut dan me li lit.


Ci uman Tommy perlahan turun di le her Maria dan menye sapnya. Tommy dengan cepat membuka pakaian Maria dan pakaiannya. Sehingga hanya menyisakan pakaian dalam mereka masing-masing.

__ADS_1


Maria menggigit bi bir bawahnya menahan suaranya. Desiran aneh di tu buhnya sangat aneh. Tapi membuatnya begitu bersemangat. Geli dan nik mat datang bersamaan. Sangat susah di jabarkan.


Tommy yang sudah terbakar ga irah terus men cum bu tu buh Maria. Mulai dari kening, kedua mata nya, hidung, pipi dan bi bir yang mampir cukup lama untuk dia nik mati.


Maria menggenggam erat tangannya.


Kemudian Tommy perlahan turun dan mengangkat bra Maria. Kedua gunung yang begitu padat putih bersih. Pun cuknya berwarna pink pucat.


Maria menutup dadanya dengan kedua tangannya, namun di tahan oleh Tommy.


"Can I..?" izin Tommy dan hanya anggukan setuju dari Maria.


Dengan begitu lembut dan hati-hati Tommy me megang Jelly yang sangat meng goda itu. Baru pertama kali dia melihat jelly yang begitu pink di puncuknya.


Maria menutup rapat matanya ketika je mari Tommy menyentuh gunungnya. Tangan menggenggam begitu erat hingga berwarna putih.


"Ah.." Maria spontan menutup mulutnya ketika tanpa sadar mengeluarkan suara yang memalukan.


Dia tidak mampu mena han teriakannya ketika Tommy men ji lati gunungnya dan bermain di sekitar titiknya.


Maria merasa seperti di setrum tegangan tinggi. Perasaan yang begitu baru. Darahnya berdesir, bu lu roma nya bergidik hingga keluar lah suara memalukan tadi.


Tommy berhenti menatapnya dengan lembut. Sedangkan Maria telah menutup seluruh wajahnya dengan kedua tangannya.


Karena pada saat Tommy mencari informasi tentang Maria. Dikatakan kalau Maria pernah memiliki pacar dan bertahan cukup lama sekitar tiga tahun.


Jadi Tommy tidak pernah berharap lebih. Dan dia menerima Maria apa adanya. Perasaan suka nya ke Maria adalah perasaan yang tulus.


Dia bukan Pria seperti Alex yang bertahan mencintai satu wanita dalam hidupnya.


Tommy merupakan cassanova yang telah men cicipi beberapa wanita. Dia bukan lelaki picik yang harus memiliki seorang istri yang masih tersegel. Baginya wanita yang aku cintai dan yang akan mendampingi sisa hidup ku bukan dari masih segel atau sudah tidak tersegel. Tetapi kenyaman dan perasaan tulus dari pasangan masing-masing.


Jadi bagi pria yang suka bermain wanita dan ingin memiliki istri yang masih tersegel. Tolong lebih waras. 😜


"hmm iya.."jawab Maria yang masih menutup wajahnya malu.


Tommy begitu shock antara percaya dan tidak percaya. Yang jelasnya, Tommy merasa begitu bahagia.


Tommy meragu antara lanjut atau tidak.

__ADS_1


Perlahan dia pindahkan tangan Maria. "Maria...." sapa Tommy dengan senyuman manisnya.


"ohh my...! Senyuman ini yang selalu ada di kepala ku..! Ganteng banget...!" gumam Maria dalam hati.


Tommy menge cup kening Maria cukup lama.


"Thank you.." ucapnya dengan bi bir yang masih melekat di kening Maria.


"Untukk..?" tanya Maria.


Tommy menutup kembali bra Maria dan mendudukkan Maria. Sehingga mereka saling berhadapan.


"Untuk segalanya.." ucap Tommy penuh makna yang dalam. Kemudian menyandarkan tubuh Maria di dadanya dan memeluknya dari belakang.



Maria tidak menyangka kalau Tommy seseorang yang berhati hangat. Selama ini karakter Tommy sangat susah di tebak. Kadang slengean, kadang bersikap dingin, kadang acuh dan tidak peduli.


"Uhmm.. Tommy " seru Maria dengan ragu.


"iya..?"


Maria sungguh ingin bertanya. Kenapa Tommy berhenti..? Apa dia tidak menyukainya karna ini pengalaman pertamanya..? Pikiran nya bercabang kemana-mana...


"Ada apa..hmm..?" bisik Tommy dan mengecup puncak kepala Maria dan mempererat dekapannya. Tommy mendekap Maria dengan merangkul kedua tangannya.


"Tidak ada.." jawab Maria. Perasaan ragunya seketika menguap begitu saja.


Tommy tersenyum melihat wajah Maria yang meragu.


"Aku saat ini sedang berusaha keras untuk tidak menerkam mu.." bisik Tommy di telinga Maria dengan suara beratnya.


Deggg degg.. deg..


Maria seketika membatu mendengar ucapan Tommy. Dia tersenyum bahagia. Ternyata dari tadi pikirannya terlalu kemana-mana.


Kemudian Maria sedikit berbalik melihat Tommy dan berkata "Aku milikmu Tommy...Terima kasih sudah jujur padaku tentang rahasia terbesarmu.. Jadi...


🍀🍀🍀🍀

__ADS_1


* Jadi Kenapa...??? 🧐


Mohon selalu Like, Tinggalkan Komentar, Vote dan Kirim Hadiah poin untuk Support Novel ini ya readers tersayang ❤😘


__ADS_2