Tuan Alex Akulah Wanitamu

Tuan Alex Akulah Wanitamu
Masa Lalu dan Masa Kini


__ADS_3

....


"hikss.. hiksss Mom..." tangis Audie sambil memeluk Vivian.


Hari ini Vivian dan James harus ke Bandara Jam 6 pagi. Jadi Audie tidak bisa mengantar mereka ke Bandara karena harus bekerja.


"heyy jangan nangis sayang.." ucap Vivian lalu mengusap lembut pipi Putri Kecilnya.


Akhirnya tangisan Audie mulai reda juga.


"Kalau gitu Mommy dan Uncle berangkat ya..bye sayang" seru Vivian.


"Uncle pergi dulu antar Mommy kamu.. ok.. " Seru James.


"Ok uncle.. take care Mom.."


"Maria .. titip Audie ya.." tutup Vivian sebelum keluar dari kamar.


"Baik Nyonya.."jawab Maria dan sedikit membungkuk.


Audie pun masuk ke kamar dan bersiap-siap untuk ke kantor.




Kini di kantor pikiran Alex tak tenang. Alex gelisah setelah mengetahui kalau cinta pertamanya sekarang ada di Berlin.



"*Dimana kamu Ica*..!!"gumam Alex dan menarik kasar rambutnya.



Alex hanya mengetahui nama kecil Marissa yaitu Ica.



\* **FLASHBACK ON** \*



Di kediaman Ferdinand, Sydney dan putri kecilnya datang bertamu karena ingin membahas masalahnya terkait dengan David.



"Ica.. kamu main aja dulu di taman, banyak bungan dan kelinci" ujar Sydney kepada putri kecilnya.



"Ok Mam.."Marissa pun berlari - lari dengan ceria di taman bunga yang cantik itu.



Seketika matanya melihat sosok anak laki-laki yang lebih tua darinya.



Marissa menghampiri Alex.



"Halooo.. nama kaka siapa??" sapa Marissa dengan ceria.



Alex yang memang dasarnya cuek dari kecil. Tidak mengindahkan pertanyaan Marissa kecil.



"apa sih ini bocah..!! Ganggu aja!" Gumam Alex.



Tak mendapatkan tanggapan dari anak laki-laki ini.



Marissa kecil terus bercoleteh dengan ceria.



"Kakk.. kenalin nama aku Ica..hehehe.. " seru Marissa lagi.



Namun Alex meninggalkan Marissa.



Namun, karena hampir setiap hari Marissa dan Sydney datang ke rumahnya.



Alex menjadi terbiasa dengan segala banyolan dan celoteh Marissa.



Tiba-tiba ada seorang anak laki-laki seusia Alex menghampiri mereka berdua.



Anak laki-laki itu begitu cepat akrab dengan Marissa. Mereka bermain bersama, sampai-sampai Alex merasa tersisihkan.



Alex berjalan masuk ke dalam rumah sambil menggerutu.



"Mom...Dad !!! "Teriak Alex mencari kedua orang tuanya.



"Iyah sayang.. Mommy dan Daddy di ruang kerja.."seru Lily.



Alex dengan cepat melangkahkan kakinya.



Ketika dia membuka pintu. Ternyata di dalam ada Aunty Sydney dan Uncle James.



"hmmm ada apa Alex??" Tanya sang Mommy. Melihat raut wajah anak tampannya begitu muram.



"hmmm...hmm..."Alex ragu. Namun dengan mantap akhirnya Alex kecil berbicara.

__ADS_1



"Mom.. Dad !! Alex mau Ica jadi istri Alex!!" Seru Alex dengan suara lantang.



Sontak ke empat orang dewasa tersebut kaget dengan apa yang dilontarkan Alex.



Karena bagaiamana tidak, Kini usia Alex baru berinjak 9 tahun. Dan Marissa baru berusia 5 tahun. Yang benar saja.



"Sini sayang..."panggil Lily ke Alex untuk duduk disampingnya.



"Apakah Alex tahu apa itu Istri?" tanya Lily lagi.



"yahh.. Alex tahu.. Seorang wanita yang hanya menjadi milik Alex dan hidup bersama Alex dengan penuh kasih sayang..!!" ucap Alex mantap.



Bisa dibayangkan bagaimana kaget wajah ke empat orang dewasa tersebut mendengar jawaban Alex.



"hahahhaha..."James tak dapat menahan tawanya. Diikuti Ferdinand. Sedangkan Lily dan Sydney hanya tersenyum menatap Alex kecil.



"So .. bagaimana Syd ? Apakah kita harus menjodohkan anak kita ?" seru Ferdinand cekikikan dengan kejadian tiba-tiba ini.



"uhmm.. Alex.. bisakah kamu memanggil Ica ? Kita harus menanyakan langsung ke Ica..hmmm" ucap Sydney.



"Baik Aunty.."Alex dengan patuh keluar untuk memanggil Ica.



"yah Mam??" seru Marissa ketika sudah berada di dalam ruangan.



"hmmm Ica sayang... Mommy mau tanya.. Apa Ica mau tinggal bersama dengan Alex sampai tua ??" Lily menyampaikan dengan kata-kata yang mudah dipahami oleh putri kecilnya.



"Tentuuuu Saja Mom!!! Ica sayang sama Alex..!" Seru Ica yang membuat semua orang tertawa, muka Alex memerah mendengar celoteh Ica.



"hahahaha... hari ini benar-benar hari yang bahagia" Seru Ferdinand.


Dan disetujui dengan anggukan Lily, Sydney dan James.



Dan pada saat itu juga mereka mengatur pertunangan Alex dan Marissa.




Alex hanya diam dan menunggu dengan perasaan risau.



Lewat dua minggu. Akhirnya dia bertanya ke Lily.



"Mom.. kenapa Ica tak pernah datang?" tanya Alex dengan wajah yang sedih.



Lily bingung harus menjawab apa. Pasalnya Marissa sudah tidak ada di Berlin. Semenjak Sydney meninggal satu minggu yang lalu.



Semua keadaan begitu pecah tak terkendali. Untuk menjaga keselamatan Marissa. James harus membawa Cathlyn dan Marissa keluar dari Berlin dan mengganti identitas mereka berdua.



"Ica harus pergi nak.. Aunty Sydney memiliki perusahaan yang harus di urus. Dan Ica harus ikut" Bohong Ferdinand.



Degg..



"Jadi Ica sudah tidak ada disini lagi??" seru Alex dengan mata berkaca-kaca. Dia menahan ledakan air mata yang sudah siap tumpah.



Ferdinand dan Lily hanya mengangguk perlahan.


Mengiyakan pertanyaan Alex.



\***FLASHBACK OFF**\*



Alex menekan intercom untuk memanggil Tommy.



"Tom.. kemarilah.."



"Ok.."



Tommy pun masuk keruangan Alex.



"Ada apa Lex ?" tanya Tommy.


__ADS_1


"Kamu ingat yang pernah kamu selidiki. Wanita bernama Ica" ujar Alex.



"Ya.. tapi kita tak mendapatkan info apapun.." Jawab Tommy mengingat mencari orang yang bernama Ica di seluruh Berlin.



"Yah.. aku baru saja mendapatkan info dari Uncle James, Kalau Ica sekarang di Berlin. Dan bekerja di sebuah perusahaan." Alex menjelaskan ke Tommy.



"hmmm trus.. apa yang harus aku lakukan?" tanya Tommy.



"Cari Ica kembali. Temukan dia. Namanya Marissa Ethelyn" ujar Alex. Dia hanya diberitahukan kalau nama Ica adalah Marissa.


Nama belakang Ethelyn dia simpulkan dari nama Vivian dan Audie.



"Ok Alex..!" Seru Tommy.



"Dan kau tahu Tom? Semalam aku bertemu Audie! Ternyata Audie adalah anak Aunty Vivian" ujar Alex lagi.



"Hhhaaaahh??? Seriusss ?? Jadi Marissa dan Audie Sepupu satu kali ?" shock Tommy. Pasalnya beberapa hari ini dia sibuk mencari info tentabg Audie.



"Hmmm.. serius..Dan ya.. Audie adalah sepupu Ica " jawab Alex dan tersenyum.



"Lalu kenapa kamu tetap mencari Marissa??" tanya Tommy penasaran.



"Aku hanya ingin memastikan kalau dia hidup baik-baik saja" jawab Alex yang kemudian mendapatkan anggukan kecil dari Tommy.



"Baiklah... aku akan mencari info tentang Marissa Ethelyn secepatnya."seru Tommy.



"Thank you Tom!!"



"hmm.."



Tommy pun keluar dari ruangan.


Alex mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan singkat ke Audie.



"***Hai Audie..."(Alex***)


....


....


Audie tak langsung membalas pesan Alex.



Sepuluh menit berlalu.



Audie yang baru saja selesai menyelesaikan pekerjaannya melihat ada sebuah pesan yang masuk.



"*Hmm.. Alex* ??" Gumam Audie.



"***Hai Audie..."(Alex***)



"***Ya Alex...?"(Audie***)



"***hmm.. kamu ada waktu malam ini?" (Alex***)



"***hmm??"(Audie***)



"***can i have dinner with you ? " (Alex***)



"***hmm baiklah..." (Audie***)



"***Thank you.. kirim alamat mu, aku akan menjemputmu.." (Alex***)



"***Kirimkan alamat restaurantnya, see you there.." (Audie***)



"***Hmm.. baiklah..aku akan mengirimkan lokasinya.." (Alex***)



😆😆😆😆😆



Ingat Ingat... Jangan Lupa Like, Komentar, Favorit dan Kirimin setangkai 🌹



Gomawo 💋

__ADS_1


__ADS_2