Tuan Alex Akulah Wanitamu

Tuan Alex Akulah Wanitamu
Fakta Ica


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA 😊


...


..


.


"Nona ada asistent Tuan David menuju Apartment B (Apartment Marissa)" Seru Maria yang melihat dari CCTV.


"Ok Kak.. !" balas Audie.


Audie bergegas masuk ke Apartment B lewat pintu rahasia.


Bipp Bipp..


"Ok Nona.. stand by" suara Maria lewat headset bluetooth.


"ok..! Ehmm ehmm!" balas Audie.


Ceklekkk.. Audie membuka pintu Apartment.


"Permisi.. apa benar dengan Nona Marissa ?" Sapa pria di depannya.


"Iiiyaaa betul.. dengan Tuan siapa..?" jawab Marissa dengan suara gugup yang di buat-buat.


"Perkenalkan Nona.. Saya Verrel.. asistent pribadi Tuan David.."ujar Verrel ramah, karena melihat gadis didepannya mulai ketakutan.


"Tuan David ??" Marissa balik bertanya.


"Iya Nona. Apa anda tidak mengenal Tuan David ? Tuan David adalah Ayah Kandung anda Nona Marissa.." tanya Verrel memastikan.


"Iyah maaf.. saya tidak kenal. Karena menurut Bibi saya, saya sempat mengalami kecelakaan dan melupakan beberapa memori saya.."jawab Marissa dengan wajah sedih.


"Saya turut menyesal Nona Marissa.." ujar Verrel.


"Terima kasih Tuan Verrel. Sebelumnya mohon maaf. Saya harus berangkat kerja" seru Marissa.


"ah iyah baik Nona.. Saya datang hanya ingin menyampaikan undangan dari Tuan David" ucap Verrel dan menyerahkan Undangan ke Marissa.


"Terimakasih Tuan Verrel"


"Saya permisi Nona" pamit Verrel.


Marissa segera menutup pintu.


Maria menghampiri Audie, dan mengambil undangan untuk di scan demi menghindari alat penyadap atau sejenisnya.


Setelah di rasa aman. Maria kembali menyerahkan Undangan tersebut ke tangan Audie.


"Silahkan Nona.. Mohon lebih berhati-hati ketika keluar dari Aprtment B. Di depan pintu, Pria tadi menaruh beberapa kamera kecil untuk memantau Nona" Ucap Maria.


"hmm Ok Kak..kita ikuti permainan mereka..!" seru Audie.


Audie pun membuka undangan tersebut. Dan membacanya.


"Dia ingin Marissa menghadiri pesta ulang tahun Karina..!" Seru Audie ketika selesai melihat isi undangannya.


"hmmm jadi Nona ??" tanya Maria.


"Lets go to the Party Kak..!! Kita ikuti permainan mereka ...!!" Jawab Audie antusias.


"Ok Nona.. ngomong-ngomong saya pikir Anda harus berangkat sekarang..!" tegur Maria melihat waktu sudah menunjukkan pukul tujuh.


"Ohhh S*hit!!" Audie menepuk jidatnya dan bergegas mengambil kunci mobil serta slingbagnya.



"Tuan David.. saya sudah menyampaikan Undangan sesuai instruksi.." ujar Verrel ke David.



"Hmmm bagus Verrel..!! Menurutmu dia bagaimana ??"



"Saya mendapatkan informasi dari Nona Marissa sendiri. Kalau dia hilang ingatan ketika mengalami kecelakaan.." Seru Verrel.



"Hahhh ?? Benarkah ??!!! Hahahahahah.... Ini sangat Luar Biasa...!!! Dewi fortuna sedang bersamaku..!!!" sarkas David.

__ADS_1



"Selamat Tuan. Tapi lebih baik kita tetap waspada..!" Saran Verrel yang melihat Tuannya sudah berada di atas angin.



"Iyahhh iyahhh tentu saja Verrel..!! Kerja bagus hari ini..!!" Seru David penuh semangat.



"Kalau begitu saya permisi Tuan..!" Pamit Verrel.



"Ok..!"



Setelah Verrel keluar, David menekan intercomnya untuk memanggil sekretaris pribadinya yangvtidak lain dan tidak bukan adalah Nanda.



"Masuklah... pu askan aku..!! Hahahaha" seru David.



"Baik Tuan..." balas Nanda dan segera masuk ke ruangan David serta tidak lupa mengunci pintu.



Nanda berjalan ke arah David dengan e ro ti s.



"Tuan anda terlihat sangat bahagia pagi ini..!" goda Nanda sambil memainkan rambut halus di dada David yang sudah tidak terbungkus lagi.



"yahhh... maka laya ni aku pagi ini..!!" Cecar David sambil menarik rambut Nanda ke belakang dengan kasar.




Nanda membuka celana panjang David dan memenuhi has rat Tuan besarnya.



Lain pula dengan suasana di ruangan kerja Alex. Alex begitu terkejut setelah membaca file yang di berikan Tommy padanya tadi pagi.


Tommy telah mendapatkan informasi tentang Marissa.


Betapa terkejutnya, ternyata wanita yang selama ini dia cari begitu dekat dengannya.


Di file tersebut tertulis dijelaskan tidak ada yang bernama Marissa Ethelyn, namun Marissa Lashon.


"Sh*it !! Kenapa aku begitu bodoh..!!" Gumam Alex.


"Tungguuu !!!" ucap Alex menghentikan kegiatannya sendiri dan diam beberapa saat dalam pikirannya.


Dengan cepat dia mengambil ponselnya dan menelpon Ferdinand.


"Dad..." (Alex)


"Ya Alex..." (Ferdinand)


"Dad,, tolong jelaskan..Apakah Daddy kenal dengan Marissa Lashon yang menjadi sekretaris Alex..?" Tanya Alex serius.


"Yaa... tentu saja.. Kenapa kau begitu terlambat...!" ledek Ferdinand.


"Maksud Daddy...??" Alex menjadi tambah bingung.


"Hmm sudahlah.. yang penting kamu sudah tahu Nak.. sisanya Kau yang urus sendiri.. Semangat mendapatkan kembali pengantin kecilmu..!! Hahaha.." Goda Ferdinand di seberang sana.


"Daddy..taa..."belum Alex melanjutkan kata-katanya, Ferdinand sudah menutup sambungan telponnya.


"Oh My God...!! Daddy... apakah aku harus marah atau memelukmu saat ini...!!!" gumam Alex dan tersenyum.


Dengan cepat dia mengaktifkan kembali kaca ajaibnya.


"hmmm dimana dia ..?" gumam Alex ketika tidak mendapati Marissa di ruangannya.

__ADS_1


Ceklekk...


Marissa kembali ke ruangannya dan duduk berhadaan dengan laptopnya kemudian kembali bekerja.


"Hmmm Dia sudah kembali..maafkan aku tidak mengenalimu.."Gumam Alex.


Drrzzttt


Ponsel Eliza berbunyi.


"Ahh..Video dari uncle James...Oh My.. kenapa aku begitu gugup..!!" Gumam Eliza.


Alex yang sedari tadi melihat tingkah Marissa yang agak absurd merasa lucu.


"apa yang dia lakukan...!" Gumam Alex.


Sedangkan di sisi lain, Audie kembali duduk ke kursinya dan membuka video dari Uncle Jamesnya.


"OH..MY...GOD..!!!" seru Audie setengah berteriak melihat Video dan tidak ketinggalan foto kebersamaannya dengan Alex pada saat mereka kecil.



Alex juga ikut terperanjat melihat ekspresi Marissa yang tiba-tiba shock. Dan tanpa sadar dia menekan intercom ruangan Marissa.


Beepp beep..


"Iya Tuan Alex.." Sapa Marissa berusaha tenang.


Alex yang bingung mau bilang apa karena tadi hanya gerakan refleks menekan tombol sialan ini.


"Hmmm.. ke ruangan saya.." Seru Alex. Sebenarnya dia penasaran apa yang di lihat Marissa sampai membuat wajahnya begitu shock.


"Baik Tuan.." jawab Marissa.


Setelah melihat Marissa berdiri dari duduknya. Alex dengan cepat mengganti kaca ajaibnya. 😂


Tok tok tok..


"Permisi Tuan Alex.."Sapa Marissa.


"Iya silahkan masuk..."


"Baik..." jawab Marissa.


Marissa mencoba menahan ekspresinya saat ini. Bagaimana tidak. Tadi baru saja dia melihat video yang dirinya sudah bertunangan dengan Alex.


Marissa menggelengkan kepalanya dengan cepat agar bayangan video tadi terhempas dari kepalanya.


"hmm Ada apa ..?" Tanya Alex.


"Ahh.. tidak ada apa-apa Tuan.."


"Duduklah..! Aku ingin membicarakan beberapa hal"Seru Alex terdengar serius.


"Iyah baik Tuan.." Marissa begitu patuh.


Padahal Alex sebenarnya juga cukup bingung mau mengatakan apa.


Seandainya ini dihutan pasti sedari tadi terdengar suara jangkrik...


krikkk krikkk krikkk


Saking sunyinya..


Marissa sudah gelisah...


"Nih orang mau ngomongin apa sih...hiksss mau buka nih kacamata lelah banget... " gumam Marissa dengan pikirannya sendiri.


"ehm ehm..Marissa ini dokumen yang dari tadi saya cari..tolong di selesaikan.. tidak prlu terburu-buru " seru Alex sambil menyerahkan map yang sebenarnya hanya sebagai alasan.


"Baik Tuan, kalau sudah tidak ada lagi. Saya permisi.."Pamit Marissa.


"Iya silahkan.."jawab Alex lembut.


Setelah Marissa keluar. Alex menarik kasar rambutnya.


😎😎😎😎


Jangan Lupa Like, Komentar dan Tekan ❤


#lanjut

__ADS_1


__ADS_2