
#Lanjut lagi ^^
#Ingat yang Marathon, jangan lupa untuk Like dan Komentar ya ... hehhehe
Selamat membaca....!!
Dan tepat saat itu. Ban mobil mereka di tembaki oleh sniper yang tidak mereka lihat.
SSttttt Boom....
"Sayang,,...!!" seru Alex mendengar tembakan ke dua.
"Ada apa Oscy...!!"
"Ada sniper Tuan...!!" seru Oscy sambil melihat dari arah spion.
Kini mereka terjebak di sisi dermaga.
"Tommy....!!" seru Alex.
"Kita terjebak Alex...!! Ternyata mereka ada di tiap sudut.." balas Tommy yang kini sudah bersembunyi di balik kontainer.
"Sh*iiittt...!!" maki Alex kemudian melihat istrinya.
"Maaf karena aku sayang, kamu mengalami hal buruk seperti ini..!" ujar Audie merasa bersalah.
"Jangan katakan hal seperti itu sayang..!!" balas Alex yang langsung meraih tubuh istrinya. Memeluk nya dengan erat.
"Semua nya akan baik-baik saja..hmm?" gumam Alex.
"Audie...Uncle James dan Tim utama sudah menuju ke sini..!!" ujar Maria.
"Ok Kak Mar..! balas Audie yang bisa bernafas lga karena ada bala bantuan yang datang. Apalagi Audie bisa mendengar suara tembakan dari luar.
__ADS_1
Anggota Tim Maria berusaha melumpuhkan tiap mobil yang berusaha mendekati Mobil Alex dan Audie.
David yang sudah mengetahui posisi Audie langsung saja mengemudikan mobil nya dengan kecepatan tinggi.
Dirinya berusaha menghubungi Antonio untuk membatalkan permintaan nya. Namun Antonio tidak mengangkat ponselnya.
"Sh*iittt !!! Kenapa bisa jadi sekacau ini...!!"
maki David yang menggenggam erat tangan nya di kemudi.
Doorr door... Satu persatu Anggota Maria di lumpuhkan oleh orang-orang Antonio.
"Angkat tangan...!!" seru seseorang sambil mengarahkan pistol ke kepala Tommy.
Dengan cepat Maria mematikan ponselnya yang terhubung ke nomor Audie.
"Kak Mar....!!!!' seru Audie panik mendengar suara seseorang di balik telpon. Dan tiba-tiba sambungan telpon mereka terputus.
"Tenang sayang...!" Alex berusaha menenangkan istrinya.
"Ughhh...!!" perut Audie tiba-tiba terasa sakit.
"Kenapa sayang...!! Audie...Audie...." seru Alex ketakutan melihat istrinya memegang perutnya sambil meringis kesakitan.
"David Brengsek....!!!!" geram Alex mengingat kalau David lah dalang dari semua kejadian ini. Karena tidak mungkin Brotherhood tiba-tiba menyerang dirinya.
"Ughh... perut ku sakit Alex....!!' lirih Audie.
Alex dengan cepat mengambil air minum. "Minum dulu sayang...! Atur nafas dan cobalah untuk lebih tenang...!!" ucap Alex lembut.
"Bagaimana bisa tenang Alex... Kak Maria dan Tommy saat ini dalam bahaya...!!!" seru Audie dengan nada suara yang tinggi.
"Dan semuanya karena Aku....!" lanjut Audie merasa bersalah.
__ADS_1
Alex langsung mendekap tubuh istrinya dan mengusap lembut punggung Audie. berusaha menenangkan istrinya.
"Tapi ingat sayang... di sini ada baby kita... tugas mu saat ini harus bisa mengontrol emosi kamu..." ucap Alex lembut sambil menciumi perut istrinya yang masih rata.
"Hiks...maafkan aku Alex...maaf baby..." ucap Audie sambil mengusap perutnya.
"Tuan... ada yang mendekat ke arah kita...! Pakailah senjata jarum yang pernah di berikan pimpinan...Segera Tuan.. dan gunakan dalam keadaan terdesak...!!" seru Oscy.
"Ok Oscy...!!" jawab Alex yang langsung mengambil cincin perak dari dalam lemari dan memakainya.
"Kamu bisa sayang..? Aku akan selalu meindungi kalian...!" seru Alex. Dan Audie hanya menganggukkan kepalanya mempercayakan semuanya kepada sang suami.
"Dalam lima menit mereka akan tiba....Bersiap-siaplah..!"sambung Oscy sambil mengganti senjatanya dan menyembunyikan beberapa senjata rahasia milik Mara Blood.
"Tiga menit..."
Alex dan Audie mengambil posisi mereka dan menyembunyikan pistol mereka yang sudah di tambahkan peredam suara.
"Dua menit..."
"Satu menit..."
"Ready...!" seru Oscy yang bisa melihat pergerakan musuh.
"Lima detik...."
Dooor SSStttttt
************
#Kita lanjut sampai tamat pada setuju gak nih..?
#Jangan Lupa Like, KOmentar dan Vote
__ADS_1