Tuan Alex Akulah Wanitamu

Tuan Alex Akulah Wanitamu
Tommy Maria


__ADS_3

#Marii kita kejar tayang Beb 😘😘


Happy Reading ~~ ❤


.....


"Maria...mari kita bicara sebentar..!!" sergah Tommy di depan Maria.


"Tidak ada yang perlu kita bicarakan Pak Tommy..!!" tukas Maria dengan sopan. Kemudian melewati Tommy, masuk ke dalam rumah.


"Maria..!" Tommy menahan tangan Maria.


Maria berbalik dan menatap Tommy dengan tajam.


"Tolong jaga sikap Anda...!!" ketus Maria. Sebenarnya dia merasa kesal dengan Tommy semenjak pulang dari Stasiun TV.


Tommy bingung dengan sikap Maria yang tiba-tiba berubah 180 derajat seperti ini. Meskipun dia sering di cuekin oleh Maria. Tapi tidak pernah sekalipun Maria bersikap jutek atau menatapnya dengan tatapan dingin seperti saat ini.


"Apa aku ada salah..?" tanya Tommy hati-hati.


"TIDAKK ADA PAK TOMMY..! ATAU LEBIH TEPATNYA TUAN MUDA TOMMY ??" sarkas Maria.


Tommy kaget dengan kata-kata Maria. "apa Maria sudah tahu..??" gumam Tommy dalam hati.


Melihat Tommy yang hanya diam menatapnya. Maria meninggalkan Tommy dan masuk ke dalam rumah kemudian menuju ke paviliunnya yang terletak di dekat danau.

__ADS_1


Paviliun dengan fasilitas yang lengkap untuk menunjang segala aktifitas Maria. Lebih mirip seperti rumah minimalis.



Ferdinand sengaja menyuruh Maria menempati Paviliun mereka yang berada di pinggir danau agar Maria memiliki privasi dan kenyaman selama tinggal di kediaman mereka.


Semenjak Nona Mudanya menikah. Pekerjaan lebih banyak santai. Karena ketika sudah sampai di rumah. Alex pasti meminta Maria beristirahat dan mempercayakan dirinya untuk menjaga istrinya sendiri.


"Hufttt..!!" Maria menghempaskan tubuhnya di atas sofa cream dan hanyut dalam pikirannya.


Tiba-tiba saja bayangan wajah Tommy berada di kepalanya.


"Ckkk... ngapain kamu nyangkut dipikiranku lagi..!!! Dasar pembohong..!!!" ketus Maria dan memukul kepalanya agar bayangan Tommy terhempas dari pikirannya.


Sudah beberapa minggu ini Tommy selalu mendekatinya. Memberikannya perhatian. Awalnya Maria begitu risih dengan sikap Tommy. Namun tanpa menyerah Tommy terus saja mendekati Maria, walau sekedar menyapa, menanyakan kabar, atau tiba-tiba membawakan cemilan atau makanan ke paviliunnya. Pesan singkat yang awalnya hanya Tommy yang aktif memberikan pertanyaan atau sekedar menyapa, Kini dirinya juga menanti pesan singkat dari Tommy setiap harinya.


"Untuk apa dia berbohong seperti itu..??"


"Dasarr Tuan Muda Gilaaa..!!!"


"Bukannya menjelaskan.. malah diam kayak orang bego..!!"


Gerutu Maria tiada hentinya. Menumpahkan kekesalannya kepada Tommy, yang tidak bisa dia ungkapkan ke orangnya langsung.


"Ini juga isi kepala dia melulu yang lalu lalang...!!! Dasar mentang-mentang ganteng..!! Parkir se enaknya di kepala gw..!!"

__ADS_1


"Arghh tauu ahh..!!! Awas aja kalau ketemu..!!!" geram Maria.


Tanpa sepengetahuan Maria. Ternyata Tommy ada di balik pintu paviliun nya dan mendengar semuab ocehan Maria.


Sebenarnya pda saat tiba di depan paviliun Maria dia ingin mengetuk pintu. Namun tangan nya tertahan karena mendengar Maria sedang berbicara dan mengoceh sendirian. Akhirnya Tommy hanya senyum-senyum sendiri di belakang pintu. Dia tidak sangka ternyata Maria memiliki sifat yang menggemaskan seperti ini di balik wajahnya yang selalu serius dan datar tanpa ekspresi di depan orang-orang.


Ting tong.


Bunyi bell Paviliun Maria.


"Ehh siapa yang datang..? Gak mungkin kan kalau dia..?" gumam Maria sendiri, tanpa sadar merapikan pakaiannya dan melihat wajahnya di depan cermin westafel.


Ceklek...


Maria menenangkan hatinya dan berusaha bersikap santai.


"Ada perlu apa Pak Tommy..?" tanya Maria datar.


"Boleh masuk..?"


Maria mengangkat satu alisnya.


Deg.. deg.. deg..


"Emmm.." ragu Maria.

__ADS_1


🍀🍀🍀🍀


Mohon selalu Like, Tinggalkan Komentar, Vote dan Kirim Hadiah poin untuk Support Novel ini ya readers tersayang ❤😘


__ADS_2