Tuan Alex Akulah Wanitamu

Tuan Alex Akulah Wanitamu
Hari Pertama


__ADS_3

Pagi ini Audie sudah bertransformasi menjadi Marissa. (Mama fokus pakai nama Marissa biar gak bingung ya. Karena Marissa dan Audie adalah orang sama, namun kalau di bab ini campur antara Marissa dan Audie takutnya jadi bingung 😆)


Sedangkan Maria sudah mengenakan wax wajah untuk membuat efek kerutan di sekitar dahi, pip dan lehernya. Makanya Maria tidak terlalu khawatir pada saat bertemu dengan Tuan Alex dan Tommy di club semalam.


"Ok Mom.. Uncle.. Aku pergi dulu.. " seru Marissa dan keluar dari Apartmentnya.


Marissa masuk ke dalam lift biasa dan turun ke lobi. Dan dia pun melihat mobil warna silver yang dimaksud James.


Bipp bip..


Marissa masuk ke dalam mobil. Dan melihat interiornya.


"Uncle benar - benar menyulapnya!!" senyum puas Marissa.


Marissa bergegas melajukan mobilnya ke Perusahan Ferdily Corporation. Tempat dimana dia akan menjadi seorang sekretaris Alexavier Ferdinand.


Dua puluh menit perjalanan. Akhirnya Marissa tiba juga. Marissa tidak membuang - buang waktu, dia langsung menuju ke bagian receptionist dan menanyakan ruang HRD.


"Selamat pagi.. Ruang HRD di bagian mana ?" tanya Marissa ke salah satu staff receptionis.


"Pagi.. Ada perlu apa ya ?" tanya balik Staff wanita itu dan melihat penampilan culun Marissa.


"Saya sudah membuat janji dengan kepala bagian HRD Ibu Debora" jawab Marissa pertegas urusannya. Karena dia mulai melihat tatapan merendah dari staff wanita tersebut.


Betul saja. Wanita didepannya ini langsung mengubah raut wajahnya. Setelah mendengar nama HRD.


"Baik nona. Silahkan ke lantai duabelas. Disitulah ruangan Bu Debora." jawabnya dengan sopan.


"Ahh Baik. Kalau begitu saya permisi" balas Marissa.


"Ck.. Dasarr...!"gumam Marissa mengingat staff wanita tadi.


Audie menuju lantai dua belas sesuai info yang dia dapat.


Tinggg


Pintu lift terbuka. Marissa segera menuju ke ruangan Stella.


Tok tok tok


"Iyah masuk" jawab suara seorang wanita berumur tiga puluh an.


"Selamat pagi Bu Debora, Saya Marissa Lashon" sapa Marissa sopan dan tersenyum ke arah Debora.


"Ahh.. Nona Marissa, silahkan duduk" balas Debora dengan lembut.


"Terimakasih Bu Debora"


"Dan ini berkas saya.." lanjut Marissa sambil memberikan map coklat yang dia bawa.


"Ok Marissa.. Mari kita langsung menuju ke ruangan kamu dan bertemu Presdir" ucap Debora dan hanya menyimpan map coklat di atas dari Marissa.


Karena Debora sudah mendapatkan amanah langsung dari Ferdinand. Jadi dia merasa tidak perlu membaca ulang profil Marissa.


"Baik bu.. Terimakasih banyak" Marissa pun menyusul mengikuti Debora.


Mereka naik ke lantai limabelas.


Tingggg


Pintu lift terbuka. Lantai disini sungguh luas. Hanya ada tiga ruangan. Dan hanya dibatasi kaca tebal tiap ruangan.


"Marissa.. Disini adalah ruangan kamu, dan ini ruangan Pak Tommy, beliau adalah Asisten Pribadi Tuan Alexavier. Dan ruangan yang di tengah ini adalah Ruangan Tuan Alexavier" Debora mencoba menjelaskan dengan singkat dan padat.


"Simpanlah dahulu tas kamu di ruangan kamu, dan kita menghadap ke Tuan Alexavier" lanjutnya lagi.


"Ahh baik bu.." patuh Marissa.


Dia pun segera masuk ke ruangannya. Dan menyimpan tas nya diatas meja.


Tok tok tok..

__ADS_1


"Masukk.."


"Pak Tommy, Marissa sudah datang" seru Debora ke Tommy.


"Ahhh ok.. Mari kita ke ruangan Tuan Alex" jawab Tommy dan berdiri dari duduknya.


"Hmmm.. Benar yang dikatakan Alex,"gumam Tommy dalam hati melihat penampilan Marissa dari bawah ke atas.


Tok tok tok...


Tommy pun membuka pintu. Dan masuk ke dalam disusul Debora lalu Marissa paling belakang.


"Pagi Tuan Alex.."sapa Tommy ke Alex yang masih serius menatap layar macbooknya.


"Ahhh.. Pagi Tom.. Ada apa ?" balas Alex yang akhirnya mengangkat wajahnya ke arah mereka.


"Oh my god!! sungguh tampan" gumam Marissa melihat Alex yang sungguh berbeda pada saat menjadi seorang presdir.



"Silahkan Bu Debora.." Tommy mempersilahkan Stella yang memperkenalkan Marissa.


"Selamat pagi Tuan Alex. Ini perkenalkan sekretaris baru Tuan. Marissa Lashon" ujar Debora.


Marissa pun berjalan maju dan memperkenalkan diri.


"Tuan Alexavier, perkenalkan nama saya Marissa Lashon" seru Marissa dan sedikit menundukkan kepalanya sebagai hormat.


Deggg...


"Suara ini sangat familiar"batin Alex.


Alex menggelengkan kepalanya.. "Tidak mungkin" batinnya lagi dan melihat Marissa dari atas ke bawah...


"Selamat bekerja Marissa. Semua tugas kamu nanti akan di jelaskan oleh Tommy" ujar Alex.


"Baik kalau begitu Tuan Alex" jawab Marissa.


Mereka bertiga pun keluar dari ruangan Alex.


"Saya pamit Pak Tommy" izin Debora.


"Ok Bu Deb ! " jawab Tommy.


"So.. Marissa mari ke ruangan saya" seru Tommy.


"Baik Pak" Marissa pun menyusul dan masuk ke ruangan Tommy.


"Ini adalah beberapa dokumen yang harus kamu selesaikan hari ini" ujar Tommy sambil memberikan setumpuk berkas.


"Whattt!!"teriak Marissa dalam hati.


"Baik Pak" namun hanya itu yang bisa diucapkan Marissa.


"Dan kalau sudah selesai tolong serahkan ke Tuan Alex" lanjut Tommy lagi.


"Baik Pak"


"Ok Marissa !! Selamat bekerja !" seru Tommy lagi. Dan membukakan pintu untuk Marissa. Karena saat ini tangan Marissa penuh dengan tumpukan kertas dan map.


Begitu Marissa keluar. Tommy mengirimkan pesan singkat ke Alex.


"Misi sudah diberikan.." chat Tommy.


"Baguslah.. Mari kita lihat sampai mana dia bertahan..." balasan chat Alex.


Sesungguhnya Alex kurang senang dengan Marissa. Karena Marissa menjadi sekretarisnya atas rekomendasikan kedua orang tua nya.


Marissa yang sudah ada dalam ruangan hanya bisa menghembuskan nafas berat.


Dan menaruh dokumen - dokumen itu di atas meja.

__ADS_1


"Baiklah!!! You can do it girl !!" seru Marissa kepada dirinya sendiri.


Marissa pun larut dalam kerjanya...


"Tom.. Gimana? Sudah ketemu tentang Audie ?" tanya Alex ke Tommy yang kini ada di ruangan nya.


"Belum Lex, semua informasi tentang Audie tidak bisa ditemukan" jawab Tommy.


"Kerja lah yang benar Tommy!" seru Alex tidak terima.


"Siap Tuan Alex!!" jawab Tommy sambil memberi hormat.


Tok tok tok...


"Masukk..." jawab Alex.


"Selamat siang Tuan Alex, siang Pak Tommy" sapa Marissa.


"Siang.. Ada perlu apa Marissa?" tanya Alex.


"Siang .." jawab Tommy.


Marissa berjalan ke arah meja Alex dan menyerahkan map yang berisikan dokumen.


"Ini Tuan, berkas - berkas nya sudah selesai saya kerjakan. Silahkan di cek kembali.."ujar Marissa.


Tommy yang melihat nya spontan membelalakkan mata ke arah Alex.


"Ahh.. Baiklah.. Terimakasih "Ucap Alex singkat.


"Kalau gitu saya permisi Tuan" seru Marissa dan sebelum keluar, Marissa berbalik..


"Tuan apa boleh saya is-ti-ra-hat ma-kan si-a-ng?" ucap Marissa sambil menekankan kata istirahat dan siang.


"Ah iyah silahkan Marissa" jawab Alex.


"Terimakasih" balas Marissa dan keluar dari ruangan Alex.


"Tcckkhh kalau berkas gitu doang mah gampang hahahhaa" gumam Marissa penuh kemenangan.


"Whattt!! Dia sudah selesai ??" tanya Tommy penasaran ketika Marissa sudah menutup pintu ruangan. Dan ikut melihat berkas - berkas tersebut yang ada di atas meja Alex.


"Hmm.." gumam Alex.


Sebenarnya berkas - berkas ini deadline senin depan. Tapi karna Alex sedang taruhan dengan sang Daddy. Akhirnya dia menggunakan cara licik ini. Dengan berniat Marissa menyerah dibhari pertama dia bekerja.


Setelah Alex dan Tommy selesai memeriksa berkas satu per satu. Bahkan mereka sempat memeriksa ulang dengan detail mencari kesalahan. Namun, semuanya begitu sempurna...


"So ... Tuan Alex??..." tanya Tommy.


"Hmmm... Berarti dia layak menjadi sekretaris ku" ujar Alex menerima kenyataan dan mengangkat bahunya.


.


.


.


Alex... Alex... Belum tau dia siap sebenarnya Marissa 😂🤣


😆😆😆😆😆


Yuhuu teman - teman...


Jangan lupa selalu support Mama ya..❤


Dengan Like, komentar, dan kirimin Bunga 🌹🥺


Trus jangan lupa masukkan ke favorit kalian 🥰


Terimakasih Banyak .. Love youu... 💋

__ADS_1


__ADS_2