
.
.
"Itu hanya sebagian.. Aku akan memberikan lanjutannya kalau ada pertemuan kedua.. Kalau gitu permisi..." ucap Audie sambil mengedipan mata dan berjalan dengan anggun keluar melewati Alex yang masih diam seribu bahasa.
"Oi bro!!" Tommy menyadarkan Alex yang masih berdiri diam.
"Hei" kaget Alex.
"Gimana ? Berhasil?" tanya Tommy penasaran.
Alex hanya menyerahkan ponselnya ke Tommy.
"Hahahahha.. Seorang Alexavier Ferdinand di tolak oleh seorang wanita!! Seru Tommy bahagia.
Karena ini pertama kali dalam hidup Alex. Dia berlari mengejar seorang wanita hanya untuk meminta nomor ponsel.
Selama ini Alex hanya merasakan di kejar - kejar oleh wanita. Sampai dia bingung sendiri bagaimana menolak mereka satu per satu.
Namun malam ini....
"Aku harus mendapatkan nya Tom!!" seru Alex.
Rasa penasaran yang begitu besar hinggap di hatinya.
"Goodluck bro!" support Tommy.
"Besok cari semua informasi tentang Audie!" titah Alex serampangan.
Tommy hanya mendengus.
"Siap Tuan Alex" seru Tommy sambil memberikan hormat.
"Apakah anda masih galau Tuan?" goda Tommy lagi.
"Dasarrr teman lucknuttt!!!" geram Alex lalu berjalan keluar dari Club.
******
"Astagaa kak Maria...!! Gimana nih!!" seru Audie panik.
"Hmm? Kenapa?" tanya Maria bingung.
"Kok bisa kita ketemu Alex disini !!" pekik Audie lagi.
"Gimana kalau dia sadar kalau pas ketemu Marissa??" lanjut Audie lagi.
"Tenang.. Tenang sayang..! Tarik nafas.. Buang nafas...tarik nafas.. Buang nafas...!" ucap Maria dan Audie mengikuti instruksinya.
"Ok..oke.."
"Tenang saja, Tuan Alex tidak akan menyadarinya, selama kamu menjaga karakter Marissa di depan Tuan Alex.. Ok?" ujar Maria lagi.
"Tapiii kak.."sela Audie.
"Tenang sayang.. Semua baik - baik saja" ucap Maria lembut.
Bagi Audie, Maria bukan hanya sekedar pengawal pribadinya.
Maria adalah sosok sahabat, kakak, dan pelindung dirinya.
"Hmm.. trus apa yang dibicarakan Tuan Alex ?" goda Maria mengedipkan mata.
"Hmmm. Dia menanyakan nomor ponselku kak.."jujur Audie.
"Dann??"
"Tentu saja aku tidak memberikannya kak..Aku hanya memberikan empat digit awal.. Hahhahaha" tawa Audie mengingat kejadian tadi dan mengingat raut wajah Alex.
"Baguslah.." jawab Maria.
__ADS_1
Mereka berdua akhirnya tiba di basement utama, setelah melewati jalan rahasia di dalam basemant sebuah mall besar.
Karena mobil yang di pakai Audie memiliki sistem GPS yang sangat canggih. Itu semua dilakukan untuk mempermudah Audie dalam mobilitas.
*****
Di kediaman David...
"Bagaimana ?" tanya David ke asisten pribadinya.
"Mereka sudah mendapatkan informasi tentang Nona Marissa, Tuan.." jawab Verrel orang kepercayaan David.
"Mereka akan segera tiba" lanjutnya lagi.
"Lalu bagaimana dengan Cathlyn? Saudara perempuan Sydney?" tanya David lagi.
"Sudah juga tuan. Orang kita sudah mendapatkan informasi penting" tukas Verrel.
Tok.. Tok..tok..
Verrel berjalan dan membuka pintu.
"Masuklah" seru Verrel ke bawahannya.
Tiga pria berbaju hitam masuk ke dalam ruangan dan memberikan map coklat ke Verrel.
"Ini Tuan.. Silahkan diperiksa" ucap Verrel.
David membuka map coklat tersebut. Di dalam terdapat foto Marissa, profil Marissa, alamat tinggal selama Marissa hidup, dan surat kematian Cathlyn.
"Kerja yang bagus" puji David bercampur senang. Melihat isi Map tersebut.
Ditambah dengan surat kematian Cathlyn. Karena bagi David, Cathlyn merupakan batu kerikil baginya menggapai hak perusahaan seutuhnya.
"Hahaahahhahaa... Hahahahaha" David tertawa ala penjahat (bayangin aja ya 😂)
*****
"Morning sayang.."balas Vivian.
"Bagaimana semalam?" tanya Vivian penasaran. Karena tadi hanya diceritakan sekilas oleh Maria.
"Hmmm.. Iya Mom.. Semalam ketemu Alex di Club. Pas Audie sama kak Maria lagi party, trus Si Alex ikutan nimbrung...ambil jatah olahraga Audie hahahaha" jawaban terkonyol Audie begitu saja.
"Ckckckckkc... Jadi .. Jadi ??" sela Vivian mendengar banyolan Audie.
"Trus kita ngobrol deh. Ngobrol santai aja sih.. Dannn lucunya Mom!!! And You Know What ?? " kata Audie tertahan..
"Apa sayang ?? Hmmm? Jangan buat Mommy penasaran !!" tukas Vivian dan menghentikan pekerjaannya menunggu lanjutan cerita Audie.
"Si Alex ngaku kalau Audie itu Pacar dia.. Gendeng banget gak Mom??!" Seru Audie mengingat kejadian semalam yang membuatnya bergidik.
"WHATTT!!" teriak shock Vivian..
"Kok bisa ??"
James yang kaget dengar teriakan Vivian segera berlari kearah dapur.
"Ada apaaa??" suara panik James.
"Audie pacaran sama Alex" jawab Vivian asal.
"WHATTTT!!" James pun ikut berteriak shock.
"Astaga naga terbang !!! Mom .. Uncle.. Itu hanya akting aja !!" Audie gemas melihat reaksi Mommy Vivian nya dan Uncle James.
"Kok bisa ?" kini James juga ikut penasaran dan duduk di kursi bar, pas disamping Audie.
"Jadi gini.... Si Alex kan bantuin Audie. Trus Audie mau traktir dia sebagai ucapan terimakasih. Tapi dengan entengnya dia bilang gini .. Lain kali saja.." seru Audie sambil mengikuti cara bicara Alex.
"Trus.. Truss..?"tukas James.
__ADS_1
"Ya sudah, Audie oke in aja biar cepat. Ehh... Pas lagi santai - santai ngobrol. Ada ulat Keket datang..."
"Ulat keket? Kok bisa ada ulat keket di club?" sela James tidak paham dengan istilah anak jaman now.
"Hahahha.. Ulat Keket itu cewe yang gangguin Alex,.. Tapi yang bikin kaget Audie itu..dia gak bilang - bilang sama rencananya. Bikin shock aja.!!
Tiba - tiba narik tangan Audie, trus bilang Kenalkan kekasih saya!" lanjut Audie dan mempraktekannya ke James.
"Audie kaget dong... Hahhaha.. Tapi tuh si ulat keket gak terima. Mau siram minuman ke Audie. Untung aja Kak Maria lagi pegang minuman. Langsung auto Audie hempaskan ke mereka semua hahhahaha" lanjut Audie bangga dengan aksinya semalam. Yang kata Tommy TRIPLE KILL.
"Hahahahha hahahahha" Vivian dan James tertawa mendengar cerita Audie.
"Apes dong berarti tuh Siska" celutuk Vivian.
"Apes kenapa Mom??" tanya Audie.
"Apes ketemu kamu ... "James yang menjawab.
Mereka bertiga pun tertawa.
Vivian melanjutkan acara masak memasaknya.
"Permisi.." sela Maria.
"Pagii kak!" sapa Audie.
"Pagi Nona...Tuan James, ini berkas yang Anda minta, pagi Nyonya Vivian.." balas Maria dan memberikan selembar kertas ke James.
"Terima kasih Maria"ucap James dan mengambil berkas tersebut.
"Pagi Maria.."balas Vivian.
"Mari sarapan dulu, baru lanjut beraktivitas..."sela Vivian yang sudah selesai menyiapkan sarapan untuk mereka berempat.
"Gimana sayang.. Suka?" tanya Vivian lembut ke arah Audie.
"Apa sih yang ga enak kalau Mommy yang masak" jawab Audie penuh kasih sayang.
"Kamuu nihhh bisa ajaa..." ujar Vivian dan mencubit kecil pipi Audie.
"James?" gumam Vivian ke arah James.
James yang mengerti maksud Vivian pun berbicara.
"Audie sayang.. Rabu ini Mommy Vivian sudah harus pulang ke Rotherham.." ujar James ke Audie.
Seketika raut wajah Audie berubah sedih.
"Kok cepat banget Uncle.. Mom?" protes Audie.
"Iyah sayang, perusahaan di Rotherham tidak ada yang mengurusnya. Kamu harus fokus di sini. Biar urusan disana Mommy yang tangani..hmm?" Vivian menjelaskan sambil menggenggam tangan Audie.
"Baiklah mom.." ucap Audie akhirnya.
"Ok.. Jadi besok adalah hari pertama kamu kerja.."sela James.
"Ya uncle.. Audie sudah siap.. Ternyata Alex tak seburuk yang aku fikirkan .." ucap Audie penuh keyakinan.
"Baguslah sayang, dan berita terbaik untuk hari ini. David sudah mengambil umpan kita" ujar James sambil menggosok - gosokan telapak tangannya dan senyum - senyum devil.
.
.
.
Mari kita kebut ya..
Jangan lupa Like dan Komentar ya 😘
Sarangee ❤❤
__ADS_1