Tuan Alex Akulah Wanitamu

Tuan Alex Akulah Wanitamu
Tunggu Aku


__ADS_3

#Morning 💋


#Teman-teman bantu boom likenya di komentar ya 🙏🏻 Untuk menaikkan popularitas karya ini 🥰 Untuk Like dan Komentar itu Wajib sebelum dan sesudah baca 😊


#Happy Reading 👀


.............


Kemudian Maria sedikit berbalik melihat Tommy dan berkata "Aku milikmu Tommy...Terima kasih sudah jujur padaku tentang rahasia terbesarmu.. Jadi..."


Tommy dengan cepat memotong ucapan Maria.


"Maukah kau menikah denganku Maria..?"


"Hahh..!! Apa kau bercanda Tom..?"


Begitu terlihat raut wajah shock tercetak di wajah Maria. Tapi sejujurnya hati kecil nya sudah tidak karuan menari senang di dalam sana.


"Tidak... Aku serius..!"


"Itu tidak mungkin Tommy.. Aku masih pengawal pribadi Nona Audie...!" tukas Maria.


"Dan Nona Audie masih butuh aku di sisinya..!" lanjut Maria.


"Sudah ada Alex.. Alex pasti memberikan pengawalan terbaik untuk istrinya..!" sela Tommy.


"Dan.. Orang Tua mu.. mereka pasti tidak akan setuju..! A.. Aku hanya seorang pengawal pribadi..!" lirih Maria.


"Aku juga hanya assistent seorang CEO bernama Alexavier Ferdinand.."


"Itu berbeda Tommy..!"


"Yang aku tanya kan.. Maukah kamu menikah denganku Maria..? Tolong jawab menggunakan hati kecilmu.. Dan abaikan kata orang..!" tegas Tommy.


"...."


Maria hanya terdiam dalam bimbang. Saat ini bukan hanya tentang dirinya. Tetapi tentang orang yang selama ini memberikan kepercayaan kepada dirinya. Dia tidak ingin mengecewakan Uncle James dan Aunty Vivian yang sudah menaruh kepercayaan kepada dirinya.


Yang terutama adalah Nona nya.. Audhie Ethelyn yang sudah dia jaga seperti adik kandungnya.


"ini lah yang aku khawatirkan Tommy.."lirih Maria dalam hati.


Melihat Maria tidak menjawab. Tommy sudah mendapatkan jawaban nya dari diam Audie.


"Maaf aku memaksa mu seperti ini.." ucap Tommy sambil tersenyum smirk.


"Maria..Hanya satu yang ingin aku pastikan..!"lanjut Tommy.


Maria mendongakkan kepalanya melihat Tommy.


"Apakah perasaan mu tulus untuk diri ku..?" tanya Tommu penuh harap.


Maria tersenyum, kemudian dengan sedikit berlutut dan menghadap ke arah Tommy.


Dia meraih kepala Tommy dan mendekatkan telinganya untuk bersandar di dadanya.

__ADS_1


"Bisa kau dengar degup jantungku saat berada di dekatmu..?"


"Ini adalah pertama kali aku merasakannya. Jadi jangan pernah ragu dengan ketulusan perasaanku pada mu Tommy..!" ucap Maria penuh penekanan.


Tommy menyunggingkan senyuman nya. Dan berkata..


"Kalau begitu.. tunggu aku.. Aku akan membuatmu berada di sisiku selamanya..!"


"Maksud kamu..?"


Tommy hanya ter senyum dan me ***** dengan lembut Bi bi r Maria.


"Aku akan membuatmu tidak bisa menolak ku lagi..!" ucap Tommy di sela ciu mannya.


Posisi Maria kini tengah du duk di pangkuan Tommy dan melingkarkan tangan di leher Tommy.


Mereka berdua kem bali larut dalam ci uman mereka. Se sa pan demi se sapan. Kepala mereka terus bergerak sambil saling me lu mat agar tidak kehabisan nafas. Bi bir mereka berdua saling tarik menarik.


Tommy menghentikan ci uman nya dan kini kening mereka berdua saling saling melekat, sangat tera sa hem busan nafas mereka berdua yang hanya berjarak kurang dari dua centi. Hidung mereka saling ber sentu han.


"Aku takut tidak bisa menahan diri Maria..!" suara berat Tommy.


"Tegur aku jika melewati batas..!" lanjut Tommy dengan suara seraknya.


Maria hanya mengangguk pelan dan mengalungkan lengannya di leher Tommy. Perasaannya kepada Tommy begitu membuncah di dalam sana.


"I Love you Tomm....mffttt...." ucapan Maria kembali terpotong karena bi birnya kembali di hi sap oleh Tommy.


"I Love You Maria...Apapun yang terjadi ke depannya.. Cukup percaya padaku....hmmm..?" ucap Tommy lembut.


Tommy menikmati ci uman Maria. Namun, dengan cepat tangan kiri Tommy menekan kepala belakang Maria dan menekan nya sehingga bukan hanya ci u man lembut yang terjadi. Sedangkan tangan kanan nya memeluk erat pinggang Maria dengan begitu posesif.


Kini Tommy membuka mu lutnya dan melahap bi bir Maria. Li dahnya memaksa masuk ke dalam sana meli lit li dah Maria.


Tangan kanan nya mu lai me re mas di gunung Maria. Ci u man nya perlahan turun di le her Maria dan bermain cukup lama di sekitar leher Maria. Meninggalkan beberapa tanda merah. Kepala Maria terbuang kebelakang. Sehingga membuat dadanya semakin membusung ke depan.


Tommy langsung saja membuka pengait bra Maroon yang dipakai Maria. Ke dua gunung dengan ukuran yang begitu ideal langsung terpampang begitu sek si. Kepala Tommy turun dan menye sap dengan lembut pun *** yang sudah begitu menonjol.


"Ahhh Tommy..." des sah Maria dan tangannya terus me re mas rambut Tommy. Tu buhnya semakin mem busung membuat Tommy dengan kuat menahan pung gung Maria. Surai panjang Maria ter urai begitu cantik.


Cukup lama Tommy bermain di ke dua gunung yang membuatnya tak bisa berhenti. Tanda merah di sekitarn da2 Maria tercetak begitu banyak.


Tommy melepas lu ma tannya dan men dekap tu buh Maria dengan begitu erat. Kepalanya bersandar di kedua gunung Maria.


Nafas Tommy saling berburu menahan has ratnya.


"Maria tenangkan aku sayang.." Seru Tommy pelan dengan suara seraknya.


Maria dengan cepat memeluk Tommy dan mengusap pung gung Tommy dengan telapak tangan nya dengan begitu lembut dan perlahan. Sekitar lebih lima menit mereka berada di posisi ini. Cukup lama hingga na fas Tommy menjadi tenang.


"Mau kopi ..?" tawar Maria.


"Boleh..." balas Tommy dan tersenyum sambil memainkan rambut Maria.


Maria bangun dari duduknya kemudian memakai kembali kemeja putihnya langsung.

__ADS_1


Tommy hanya memperhatikan Maria.


"Ternyata seperti ini rasanya mencintai dan dicintai.....!" gumam Tommy dalam hati.


Maria melangkah ke arahnya sambil tersenyum dan memegang dua cangkir kopi di tangannya.


"Hmmm sangat cantikkk..." gumam Tommy.


Maria meletakkan kopi untuk Tommy dan dirinya di atas meja.


"Hati-hati masih panas..." ucap Maria sekenanya.


"Iya.... thank you..."


Maria mengambil posisi duduk di Samping Tommy.


"Tommy.. boleh aku bertanya sesuatu..?"


"Boleh.."


"Kenapa kamu memilih menjadi Asisstent Pribadi Tuan Alex... Sedangkan kamu sendiri, memiliki sebuah perusahaan yang harus kamu pimpin..?"


"Karena lebih menyenangkan bekerja bersama Alex...ahahahha..." jawab Tommy dengan jujur.


"Serius hanya itu alasannya..?"


"Iya...hanya itu... walaupun alasan di depan Ayahku berbeda dan di bantu oleh Alex untuk meyakini Ayahku..hahahha...!" tawa Tommy mengingat kejadian lucu mereka berdua.


"maksudnya..?"


"Alasan ku di depan Tuan McKenzi adalah belajar menjadi Pemimpin perusahaan yang baik dan berkompeten di bawah bimbingan Alex langsung..!" ucap Tommy sambil tertawa yang mengingat bagaimana lucunya ekspresi wajah Alex pada saat itu.


Maria pun ikut tertawa. Mereka berdua bercakp ringan sambil menikmati secangkir kopi.


Sedangkan di rumah utama...


Alex turun ke bawah dan mendapati mobil Tommy masih terparkir di halaman.


"Tommy di mana..???"


🍀🍀🍀🍀


...[ Ingat Untuk Selalu Like, Komentar, Favorit, Kirim Hadiah ]...


...Thank You...


...Sayang Kalian Semua 🥰😘...


...Kawan-kawan..🙏🏻...


...Mama Mau minta tolong untuk BOOM LIKE komentar....


...Caranya buka karya pilih detail dan lihat semua komentar (lihat semua), lalu di like aja 💋...


...Terimakasih banyak 🙏🏻...

__ADS_1


__ADS_2