
Hai hai Semua ~
Ini karya baru MamaZan di rumah baru ya ❤
Ini adaah sedikit cuplikan Bab Awalnya ❤
"Dasar wanita tidak tahu diri!” hardik Daryl yang langsung menampar pipi Nabila.
Plakk!
Tubuh Nabila langsung terhempas ke lantai, di kamar Presidential Suite hotel mewah bintang 5 itu, Daryl terlihat sangat murka, sudah berkali-kali dia meminta Nabila untuk berhubungan **** dengannya, tapi wanita itu terus menolaknya.
Tidak ada kata yang terucap dari bibir Nabila, hanya air mata berderai yang bisa menggambarkan sakit hatinya karena perlakuan yang dia terima dari tunangannya.
Namun dia tidak bisa melawan, perjodohannya dengan Daryl sudah diatur oleh keluarganya untuk menyelamatkan kondisi ekonomi keluarganya yang sedang berada di ambang kehancuran.
“Nabila, aku adalah tunanganmu, keluarga Mahendra ku juga sudah membantu keluargamu berulang kali, kita juga nantinya akan menikah, jadi untuk apa kamu terus menolak permintaanku.” Nafas Daryl memburu cepat, wajahnya terlihat merah, dia sudah sangat terbakar amarah.
“A-aku hanya minta kamu bersabar sampai kita resmi menikah,” ucap Nabila terisak, dia menyeka airmata yang membasahi pipinya dengan kedua tangannya, di wajahnya tampak bekas tamparan Daryl tercetak jelas di pipi putih milik Nabila.
“Bersabar! Apa bedanya nanti dengan sekarang, jika kamu masih tetap menolak, aku terpaksa akan memaksamu,” kata Daryl dengan nada tinggi, dia perlahan mendekati Nabila yang sedang terduduk di lantai kamar itu.
Nabila yang melihat ekspresi menjijikkan dari wajah Daryl mulai ketakutan, dia beranjak dan hendak berlari menuju pintu, namun apa daya Daryl yang sudah sangat bernafsu langsung menangkapnya, dengan kasar dia melempar tubuh Nabila ke atas ranjang.
Nabila mencoba memberontak, namun terlambat, Daryl sudah mengunci badannya, dengan penuh nafsu, Daryl pun mulai menciumi wajah Nabila.
“Hentikan Daryl, jika tidak aku akan teriak,” ancam Nabila sambil memalingkan wajahnya tak mau di sentuh oleh Daryl.
Mendengar ancaman dari Nabila, Daryl tertawa sinis, dia berkata, “Teriak saja! Keluargaku salah satu pemilik saham hotel ini, apakah kamu kira akan ada yang menolongmu?” bentak Daryl sambil tertawa dengan jumawa.
Deg
"Apa yang harus aku lakukan saat ini...?" batin Nabila.
Nabila terdiam, dia sadar apa yang dikatakan Daryl benar adanya, bahkan saat Daryl melakukan aksi bejatnya, Daryl tidak mengunci pintu kamarnya karena yakin tidak akan ada yang mengganggunya di hotel itu.
Saat Nabila sudah mulai kehilangan harapan, tiba-tiba terdengar suara anak kecil yang berteriak.
“Lepaskan ibuku Pria Jahat!” Teriak Calvin putra Nabila yang tiba-tiba masuk ke kamar hotel.
Calvin berlari menuju Daryl yang sedang memegang tangan Nabila di tempat tidur, dia lalu memukul badan Daryl dengan sekuat tenaganya.
Daryl tidak bergeming, serangan bocah berumur 6 tahun sama sekali hanya seperti pijatan lembut bagi tubuh atletisnya.
“Cih, Anak haram ini benar-benar mengganggu,” umpat Daryl sambil mendengus kesal.
Tanpa pandang bulu, Daryl langsung menendang Calvin yang sedang memukuli tubuhnya.
__ADS_1
Dukk!
“Ackk!” pekik Calvin meringis kesakitan, tubuh kecilnya tersungkur ke lantai, hal itu membuat Nabila kembali memberontak.
“Dasar biadab! Beraninya kamu menendang putraku!” teriak Nabila meronta-ronta, dia seakan mendapat kekuatan baru saat melihat putra kecilnya tersungkur dengan bekas sepatu di baju kemeja putihnya.
Daryl yang tadi sudah hampir berhasil melakukan aksinya semakin kesal, karena bocah itu, Nabila kembali memberontak dengan sekuat tenaga.
“Yanto! Di mana kamu!” teriak Daryl memanggil bawahannya yang sedang berjaga di pintu.
Tak... tak... tak...
Terdengar langkah kaki cepat menghampiri, tampak seorang pria bertubuh kekar menunduk dengan sopan kepada Daryl.
“Maaf Tuan Muda, ada apa?” tanya Yanto yang seakan tidak memedulikan keadaan Nabila dan Calvin.
“Mengapa kamu biarkan anak haram ini menggangguku! Bawa dia keluar!” hardik Calvin sambil terus menahan Nabila yang berusaha melepaskan dirinya.
“Baik Tuan Muda,” jawab Yanto yang langsung mengangkat tubuh kecil Calvin yang memegangi perutnya karena tendangan Daryl.
“Lepaskan putraku biadab!” teriak Nabila, dia mencoba melepaskan diri dari Daryl, tapi percuma, tenaganya tidak sebanding dengan Daryl yang rajin berolahraga di Gym milik keluarganya.
Plakk! Plak!
Daryl kembali menampar Nabila dengan tujuan agar Nabila bungkam, namun usahanya sia-sia, Nabila terus saja meronta dan mencoba melepaskan diri dari Daryl.
Mendengar itu Nabila terdiam, dia memandangi wajah Daryl yang sangat marah, perlawanannya mulai melemah, dia takut jika Daryl benar-benar akan melukai putranya.
Daryl yang melihat ekspresi Nabila tersenyum sinis, dia akhirnya menemukan kelemahan wanita itu, perlahan dia melepaskan kedua tangan Nabila yang dia pegangi.
Tidak ada pergerakan dari Nabila, itu membuatnya tersenyum puas, dengan penuh nafsu dia mulai melucuti pakaiannya sendiri satu persatu sambil menatap tubuh Nabila.
"Akhirnya aku bisa merasakan tubuh indah wanita cantik yang menjadi tunangaku ini..!!" pikir Daryl dengan tersenyum smirk.
__
Di luar kamar, Yanto sedang memegang tubuh Calvin yang masih meringis kesakitan, area itu merupakan area yang diperuntukkan untuk keluarga Daryl, sehingga dia yakin tidak akan ada orang yang akan mengganggunya, meskipun bocah di tangannya menangis histeris.
Calvin melirik Yanto, walaupun dia masih kesakitan, kepalanya terus memikirkan cara untuk menolong ibunya,"Berpikir..berpikir..!!" gumam Calvin dalam hati.
Dan ketika dia merasa pegangan Yanto cukup lemah, dengan cepat dia menggigit tangan Yanto sekuat tenaganya.
"Acck!" pekik Yanto yang langsung melempar tubuh Calvin ke lantai.
"Akkhhh!!" ringis Calvin menahan sakit.
Calvin yang terlempar cukup jauh dari Yanto segera bangkit, dengan sekuat tenaga dia berlari menjauh dari tempat Yanto yang sedang memegangi tangannya yang baru saja digigit oleh Calvin.
__ADS_1
“Bocah sialan,” hardik Yanto, ketika dia menoleh dia mendapati Calvin yang sudah berlari cukup jauh darinya.
Dia ingin mengejar Calvin, namun dia yang diberi tugas oleh Daryl untuk menjaga pintu masuk terlihat dilema, dia takut Daryl akan marah ketika dia tidak ada di tempat saat Daryl memanggilnya.
“Aku akan mencari bocah itu nanti, lagi pula apa yang bisa dilakukan dengan bocah kecil seperti itu...!” batin Yanto sambil mengibaskan tangannya yang terasa perih.
Yanto tidak terlihat khawatir sama sekali, itu karena Area Presidential Suite hotel ini di jaga oleh bawahan keluarga Mahendra milik Daryl, dia hanya perlu menghubungi temannya yang berjaga untuk menangkap Calvin yang berlari menuju Lobby.
__
Calvin terus berlari menuju Lobby Hotel mewah itu, dia sedikit bernafas lega karena Yanto tidak mengejarnya, sambil berlari dia terus berharap bisa menemukan seseorang untuk membantunya, namun sayangnya tidak banyak orang yang lewat di area itu, hal itu membuat Calvin mempercepat larinya menuju hotel.
“Mau ke mana kamu?” kata seorang pria yang tiba-tiba menangkap tangannya.
Begitu Calvin melihat sosok pria itu, wajahnya tampak putus asa, dari seragam yang dia kenakan, dia bisa langsung mengetahui jika pria yang menangkapnya adalah teman Yanto yang berjaga di depan pintu kamar hotel tadi.
“Kamu tidak boleh kemana-mana lagi, aku akan menahanmu di sini sampai Yanto menjemputmu,” kata Pria itu yang tidak mengetahui alasan Yanto memintanya menangkap bocah yang berlari menuju lobby.
Calvin menunduk, matanya mulai berkaca-kaca, dia merasa putus asa karena tidak bisa membantu ibunya yang sedang dalam bahaya.
"Ibu.." lirih Calvin mengingat Ibunya yang saat ini sedang di sakiti.
Calvin tidak menangis bahkan setelah menerima tendangan dari Daryl, namun saat ini matanya berkaca-kaca, dia tidak bisa menolong ibunya, hal itulah yang membuatnya sedih, tanpa sadar anak tangguh itu menitikkan airmatanya.
"Hikss..."
“Selamat siang Tuan Muda,” kata Pria yang memegang tangannya.
Mendengar itu Calvin mendongakkan kepalanya dia melihat tiga orang pria lewat di dekatnya, dari tiga orang itu, Calvin menatap pria tampan yang mengenakan setelan jas mewah, karena pria itu berjalan di depan, dan sikap pria yang memegangnya terlihat sangat menghormati pria itu, Calvin dengan cepat bisa menebak jika pria itu adalah bos dari kedua orang yang berjalan di belakangnya.
"Ini saatnya ..!!" pikir Calvin.
Calvin menarik nafasnya dalam-dalam, setelah menghembuskan nafasnya Calvin berteriak,
“Ayah! Tolong ibu!”
...****************...
Nah yang tanya alamat rumah baru di mana : lokasinya di F i z * zo cari aja di pencarian MamaZan
Nanti akan ada dua judul yang keluar
Hasrat Liar Suami Istri
Paman CEO ! Nikahilah Ibuku
Sayang kalian semua 💋🥰
__ADS_1