
#lanjut ~~
.... Happy Reading 💋
"Mmaaksud kamu..?" tanya Maria gelagapan dengan gerakan dan pertanyaan tiba-tiba Tommy.
"Boleh aku parkir di hati mu..?"
Maria terdiam mendengar ucapan Tommy yang begitu tiba-tiba.
Tommy mengambil tangan kanan Maria dan meletakkannya di dadanya.
"Karna disini sudah ada garasi khusus untuk kamu dan sudah terkunci rapat..!" lanjut Tommy sambil menatap lurus ke mata indah Maria.
Maria speechless alias tidak bisa berkata apa-apa. Karena ini adalah pertama kali dirinya mendapatkan pengakuan seperti ini.
"Tunggu Tommy..!" ucap Maria begitu pelan. Dia ingin menata perasaannya saat ini. Semuanya serba tiba-tiba. Dan Maria teringat mengenai pekerjaannya yang sangat berbahaya. Dia tidak ingin Tommy ikut terkait di lingkaran pekerjaannya.
"Ada apa..?"
"Maaf.. kayaknya aku gak bisa ..!" lirih Maria berusaha menekan perasaannya.
"Alasannya..?"
"Tidak ada..!" jawab Maria singkat dan menundukkan wajahnya.
"Tolong jawab pertanyaan ku Maria.. Apa ada sedikit saja namaku di hatimu..?" ucap Tommy dengan begitu lembut dan penuh harap.
Maria menggeleng pelan kepala nya.
__ADS_1
"Maaf Tommy..!" gumam nya dalam hati.
"Tatap aku Maria..!" ketus Tommy. Karena Tommy sangat yakin dengan perasaannya saat ini. Baru kali ini dia jatuh cinta begitu dalam dengan seorang wanita.
"Mariaa.." panggil Tommy.
Maria dengan enggan mengangkat kepalanya. Dia takut ketahuan berbohong kalau Tommy melihat wajahnya.
Tommy menatap lekat pias wajah Maria. "Ada yang kamu khawatirkan..?" tanya Tommy.
Sekali lagi Maria hanya mengelak dan menggelengkan kepalanya.
"Mungkin dengan cara ini baru aku bisa yakin dengan perasaan mu Maria...! Maaf...!" ucap Tommy, kemudian dengan cepat memegang tengkuk leher Maria dan mendaratkan bi birnya ke bi bir Maria.
Maria membeku dan matanya membulat besar karna kaget mendapatkan ciuman tiba-tiba dari Tommy. Jantungnya berdetak begitu keras. Pasti saat ini Tommy bisa mendengar degup jantungnya walaupun tanpa stetoskop.
Tommy yang melihat Maria tidak bergerak sama sekali menarik bibirnya yang melekat di bibir Maria.
"Aku tidak akan mengganggumu lagi Maria.. " ucap Tommy dengan senyum kecut.
Tommy berbalik dan hendak keluar.
Ceklek... Suara gagang pintu yang di tekan Tommy terhenti.
"Arggghh... tauu ahh.. !!!" geram Maria dalam hati. Entah keberanian dari mana muncul, dengan cepat dia berdiri dan memeluk Tommy dari belakang. Kedua lengannya mengait melingkar di pinggang Tommy. Pipinya menempel rapat pada punggung Tommy.
Tommy menegang dan tangannya masih terpaku memegang gagang pintu.
Darahnya berdesir. Dirinya terpana dengan tindakan tiba-tiba Maria.
__ADS_1
"Maria..?" ucap Tommy dengan suara tertahan. Dirinya bingung harus bersikap apa. Tapi Maria hanya diam dan memeluknya dengan erat. Seolah melarangnya untuk berpijak.
Tidak mendapatkan jawaban dari Maria. Tommy melepas gagang pintu dan berbalik ke arah Maria.
"Tetap seperti ini Tommy..!" cegah Maria melarang Tommy untuk berbalik.
Tommy menjatuhkan tangannya lurus. Sesaat dia ragu untuk memegang tangan Maria atau tidak. Namun dia urungkan niatnya.
"Tommy.. apakah namaku yang terparkir di garasi mu masih terkunci ??" tanya Maria dengan suara yang begitu pelan.
"hmm.. masih.." jawab Tommy singkat.
"Kalau begitu aku juga akan menyediakan garasi khusus untukmu.." suara Maria begitu pelan dan terdengar malu.
Tommy tersenyum bahagia mendengar perkataan Maria.
"Tapi aku akan merepotkan mu suatu hari dengan pekerjaan ku...." ucap Maria lirih.
Tommy segera berbalik dan melihat wajah Maria.
"Apa itu yang kamu khawatirkan..hmm..?"
Maria hanya menggangguk pelan.
Tommy kemudian dengan cepat menarik tubuh Maria masuk ke dalam pelukannya.
🍀🍀🍀🍀
#Ahhhh Mariaaa ... Tommyyy 😍😍
__ADS_1
Mohon selalu Like, Tinggalkan Komentar, Vote dan Kirim Hadiah poin untuk Support Novel ini ya readers tersayang ❤😘