
Hai hai.. Mama mau promo nih karya MAMAZAN di Apk F i z o
dengan judul Tuan Muda & Aktris Angkuh
Ini adalah cuplikan bab 1 nya đź’‹ :
Di sebuah Cafe, Alvian sedang tersenyum sambil menatap jam seharga lima juta yang melingkar di tangannya, jam tangan itu adalah hadiah pemberian kekasihnya yang bernama Davina.
Alvian dan Davina sudah bersama sejak masih kuliah, tak terasa sudah lima tahun lamanya mereka menjalin kisah asmara.
Pria itu saat ini berprofesi sebagai pemandu wisata alam, statusnya pun hanya karyawan kontrak dengan gaji tak seberapa. Sedangkan kekasihnya kini bekerja di salah satu perusahaan kontraktor di Jakarta dengan gaji yang jauh di atas penghasilannya.
Seakan sudah menjadi rutinitas, setiap pagi, Alvian pasti akan mengantar Davina ke kantornya, kekasihnya yang terlihat cantik dan elegan dengan pakaian formal sama sekali tidak risih saat Alvian mengantarnya menggunakan sepeda motor, hal itu pula yang membuat Alvian semakin mencintai kekasih hatinya.
Alvian tahu jika para pria di perusahaan tempat kekasihnya bekerja rata-rata memiliki mobil pribadi dan Davina bisa saja berpaling darinya.
Namun hal itu tidak terjadi, sudah setahun lebih Davina bekerja di tempat itu, sikap Davina masih seperti yang dulu. Tak ada yang berubah, wanita itu masih tetap mencintai Alvian apa adanya.
[Davina] Sayang, aku sedang meeting di kantor dengan beberapa tamu dari perusahaan lain. Aku akan langsung mengabarimu jika sudah selesai, Love You Sayang.
Alvian tersenyum memandangi chat terakhir kekasihnya. Hatinya berbunga-bunga memikirkan kejutan yang dia persiapkan untuk kekasihnya malam ini.
Bzzzt... Bzzzt...
Ponsel Alvian berdering.
“Halo,” ucap Alvian menjawab panggilan masuk di ponselnya.
“Halo Alvian... Gimana? Apa kamu sudah bertemu klien kita?” Tanya pria yang menghubungi Alvian.
“Belum Bos, saya masih menunggu beliau di Cafe, kami berjanji untuk bertemu di sini, ” jawab Alvian.
“Hmm..Bos...Apa kamu yakin memberikan semua pendapatan kontrak kerja sama ini ke saya? Jujur saya merasa tidak enak dengan teman-teman yang lain,” ucap Alvian dengan sedikit ragu.
“Hahaha, sejak kapan kamu jadi gak enakan seperti ini, sudahlah... teman-temanmu yang lain juga sudah setuju, kita sudah bersama sejak masa kuliah dulu, dan bukannya hari ini kamu berniat melamar Davina?” seru pria tersebut di balik ponsel.
Alvian tersenyum, dia kembali memandangi jam tangan pemberian kekasihnya. Wanita yang begitu dia cintai.
“Iya...Sudah lima tahun saya bersama dia, hari ini saya sudah membulatkan tekad untuk melamarnya..!" tukas Alvian penuh percaya diri.
__ADS_1
“Jadi lakukan dengan baik dan semoga acara lamaranmu nanti berjalan sukses,” ucap pria yang bernama Zidan itu memberikan dukungan kepada Alvian.
“Siap Bos..!!” Tegas Alvian yang lalu mengakhiri pembicaraannya.
Beberapa saat kemudian, pria mengenakan setelan formal datang menghampiri Alvian.
Setelah saling berjabat tangan dan berkenalan, Alvian mempersilahkan pria bernama Indra itu untuk duduk.
"Silahkan Pak Indra," ujar Alvian.
"Terima Kasih Pak Alvian," balas Indra cukup ramah.
Indra bekerja di salah satu rumah produksi terkenal yang akan menggunakan jasa Alvian sebagai pemandu wisata di lokasi syuting nanti, tanpa basa-basi mereka berdua langsung terlibat diskusi yang cukup serius.
Lokasi syuting film berada di sebuah pulau terpencil, Alvian yang sudah melakukan survei di tempat itu memberikan beberapa saran mengenai lokasi atau spot yang bagus di pulau itu. Dia juga memberi beberapa saran tentang perlengkapan yang harus disiapkan kru rumah produksi saat proses syuting nanti.
“Wow...Saya gak nyangka jika Ghiska Natasya yang akan memerankan film ini,” seru Alvian yang sedikit terkejut melihat nama Aktris yang akan membintangi film ini.
Ghiska Natasya adalah artis papan atas yang sedang naik daun saat ini. Wajah cantik, mempesona, memiliki tubuh yang proposional, kulit indah bercahaya serta di tambah karakternya yang terlihat lembut di beberapa film besar yang pernah dia perankan membuat semua orang mengenali wanita ini. Film, iklan, dan layar kaca di penuhi oleh wajah Aktris cantik ini.
Indra tampak menghela nafasnya setelah mendengar Alvian menyebut nama Ghiska, hal itu membuat Alvian sedikit penasaran.
Alvian sedikit terkejut, dia jadi bingung bagaimana harus menanggapi keluh kesah Indra.
Indra tersontak, “Ah...Maafkan saya, tidak seharusnya saya mengatakan itu." ucap Indra merasa tidak enak mengeluarkan keluh kesahnya.
"Ahh..Iya tidak masalah Pak Indra.." jawab Alvian sekenanya dan berusaha tersenyum.
"Hmm...Karena kami sudah sering bekerjasama dengan perusahaan tempatmu bekerja, kami akan langsung mentransfer full semua biaya kontrak kerjasama ini,” sambung Indra.
Alvian tersenyum sumringah, dia beranjak dari duduknya dan menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Indra.
“Terima kasih Pak Indra, senang bisa bekerjasama denganmu,” seru Alvian senang.
Alvian dan Indra sempat berbincang-bincang mengenai proyek kerjasama mereka. Beberapa saat kemudian, Alvian mengantar Indra menuju parkiran lalu kembali ke Cafe itu.
Ting!!
Bunyi notifikasi pesan masuk terdengar di ponsel Alvian, dia langsung tersenyum begitu melihat pesan notifikasi itu.
__ADS_1
[Zidan] Pak Indra sudah mentransfer biayanya, saya akan langsung mentransfer uang ini ke rekeningmu.
[Alvian] Terima kasih banyak Bos.
Setelah berbalas pesan dengan Zidan, Alvian menyandarkan tubuhnya di kursi, sambil menghabiskan minuman yang dia pesan, Alvian menatap lurus memandangi langit yang terlihat mendung.
“Semoga besok cuacanya cerah,” gumam Alvian dengan bibir menukik memikirkan bagaimana reaksi kekasihnya besok.
Saat dia sedang asyik dalam lamunannya, tiba-tiba matanya menangkap sepasang kekasih sedang berciuman di ruangan VIP yang berada di lantai dua Cafe itu. Kaca besar transparan membuat pasangan itu bisa terlihat dari tempat Alvian berada.
Alvian berdecak, "Ckckckck...Orang bodoh, bagaimana bisa mereka berciuman di tempat seperti itu..!?” gumam Alvian yang langsung memalingkan wajahnya.
Deg !
Mata Alvian tiba-tiba membelalak, dia kembali menoleh dan memandangi pasangan itu.
“Tu..Tunggu.!! Jangan bilang...?!”
Jantung Alvian berdegub cepat, dia beranjak dari duduknya dan bergegas menuju lantai dua. Wajahnya terlihat cemas, pakaian yang digunakan wanita tadi sangat mirip dengan pakaian yang di kenakan kekasihnya pagi ini. Blouse kemeja berwarna pink terang serta rok pensil sebetis berwarna hitam.
“Tolong...Semoga itu bukan kamu,” batin Alvian, yang terus melangkah naik ke lantai dua dengan sedikit berlari. Sambil terus bergumam kecil dengan risau. Berharap jika apa yang dia pikirkan itu salah.
Kini Alvian sudah tiba di depan ruangan tempat pasangan tadi, dia menghela nafasnya sesaat lalu membuka pintu.
Srettt..
Beberapa pria dan wanita berada di dalam ruangan itu menoleh ketika Alvian membuka pintu. Begitu pula dengan wanita dan pria yang tadi dia lihat berciuman.
Alvian sontak terkejut saat melihat sosok wanita yang tadi berciuman. Ternyata memang benar adalah kekasihnya.
Jantungnya seolah bergemuruh ingin meluapkan amarahnya. Dengan mengepalkan tangannya dengan kuat.
"Davina...!!!" teriak Alvian menggelegar di seisi ruangan.
“Siapa kamu?” seru pria yang tadi berciuman dengan kekasihnya.
“Al..Alvian?”
Bersambung...
__ADS_1
Penasaran ?? Langsung aja samperin mama di sana 💋💋 mama tungguin ya 🥰