
#Yukk lanjut lagi 💋💋
Happy Reading ~~
...
Kurang lebih satu jam sudah Nanda dan Verrel berkutat dengan ponsel mereka yang berusaha menghubungi pemegang saham lainnya.
"Tuan.. Maaf... Pemimpin Perusahaan Hi-Tech, Samson, dan Blue Chip tidak ada di tempat.." ujar Verrel.
"Milano Coorporation, Barito Pacific, Aruki Alchemic juga tidak ada di tempat.." lanjut Nanda.
"Dan masih ada satu pemegang saham yang tidak dapat saya hubungi..." ujar Verrel.
"Siapa..?" seru David.
"Unilever Sky Coorporation...Beliau memiliki delapan persen di Lashon Grup " jawab Verrel.
"Nama Pimpinan nya..?" tanya David penasaran.
Karena saking cueknya dengan daftar pemegang saham. Dan merasa aman untuk dirinya karena memiliki 18 Persen saham milik Marissa. David tidak perduli dengan siapa saja pemegang saham yang lain.
"Tuan James Sky..." jawab Verrel.
David yang merasa tidak asing mendengar nama yang di sebutkan Verrel tampak berpikir.
"Ada apa sayang..?" ujar Nanda ke David.
David terkejut dengan pertanyaan Nanda. Seketika dia tersadar. Dan kembali mengembalikan ekspresi datarnya.
__ADS_1
"Hmm.. it's ok Nanda.." jawab David berusaha tenang.
"Ok Tuan David.."Balas Nanda. Dan tentu saja David langsung menoleh ke arah Nanda karena sebutan kepada dirinya.
Nanda yang acuh langsung berdiri. "Kalau begitu saya permisi Tuan David..!" seru Nanda kemudian meninggalkan ruangan.
"Sayang..!" teriak David. Namun Nanda sudah menutup pintu.
"Argghhh..!!" kesal David. Karena dia sendiri yang sudah melanggar peraturan yang dia buat. Tidak ada panggilan lain selain sayang atau formalitas lagi antara mereka berdua.
Cuma karena dia mendengar nama James. Pikirannya serasa kosong. Selama delapan belas tahun, semenjak meninggalnya Sidney. Nama James pun seolah menghilang. Bersama sang putri dan saudara perempuan Sidney.
"Verrel...atur pertemuan dengan Marissa..!" seru David.
"Baik Tuan, besok akan saya atur pertemuan Anda dengan Nona Marissa.." jawab Verrel.
"James, sepertinya dia terkejut mendengar nama kamu di salah satu barisan pemegang saham, Aku juga sudah mendapatkan bukti pencucian uang nya selama beberapa tahun ini dan transaksi ilegal yang dia lakukan. Tidak perlu di balas..."
Setelah yakin pesannya terkirim. Nanda menghapus history tersebut untuk menghilangkan bukti chatnya.
Nanda membasuh tangannya dan memperbaiki riasannya. Setelah dia rasa cukup berpuas diri melihat kepanikan David. Nanda membuka pintu toilet.
Ceklek...
"Oh My..!!! Tuan David..!!" seru Nanda, terkejut melihat David berada di depan pintu.
"fiuhhh...Hampir saja...!" batin Nanda.
David mengernyitkan dahi. "Tiga kali..!" seru David dingin melihat Nanda.
__ADS_1
"Hmm..?" gumam Nanda mengalihkan pandangan nya.
"Hei...!" seru David dan memegang dagu Nanda.
"Hmm.." balas Nanda menunduk.
"Look at me..!" balas David.
"Maaf sayang..." lanjut David. Sambil menatap dalam di manik mata Nanda.
"Got you David..!" batin Nanda kemudian.
"Iya sayang.. aku juga minta maaf...!" balas Nanda kemudian membuka pintu toilet. Dan menarik tangan David.
Setelah pintu kamar mandi tertutup. David langsung saja melu mat bibir Nanda dengan panas.
"uhm sayang..." gumam David di sela ci uman nya.
Nanda pun membalas ci u man panas David. "Uhm sayang... " des sah manja Nanda.
David tambah dalam men ci um Nanda dan tangan nya mulai me re mas dada Nanda dengan begitu naf su.
"Ah..." des sah Nanda ter tahan.
Akhirnya Nanda dan David menuntaskan permainan panas mereka yang tadi tertunda.
☘☘☘☘☘
Jangan Lupa Like dan komentar ya kesayangan ku 💋
__ADS_1