
#Yang Marathon harap di rem untuk selalu Like, Komentar dan kirimin hadiah point ya 😘
...+ Happy Reading +...
.........
"KAMU...! IKUT SAYA..!!" Seru Nathan ke Sunny.
"Ehh..? Saya..? Untuk Apa..?" seru Sunny bingung.
Nathan menoleh ke Agnes. Dan tentu saja Agnes yang menangkap signal dari Bos besar nya langsung mengambil alih.
"Nona Sunny, silahkan ikut saya.." Ujar Agnes menghampiri Sunny.
"Ohh iya.. baik bu..!" jawab Sunny ramah.
Karena memang Sunny adalah peserta terakhir. Mereka pun berlalu meninggalkan beberapa staff dan Lola yang masih berada di dalam ruangan interview.
Nathan yang berjalan di paling depan, diikuti Asisstentnya, Agnes dan Sunny di belakangnya.
Ceklek..
"Silahkan Tuan..!" seru Assistent Nathan.
Nathan masuk ke dalam ruangan dan duduk di kursi kebesarannya. Sedangkan Sunny di persilahkan duduk di sofa tamu.
Sunny melihat pria sombong itu kembali serius membahas sesuatu yang sangat penting dengan bagian HRD.
"Jadi, kandidat nya ini Tuan Nathan..?" seru Agnes sambil memberikan tiga lembar kertas profil kandidat yang akan di luluskan.
__ADS_1
"Iya.. tolong kamu langsung test lapangan dua hari ke depannya..!" ucap Nathan.
"Baik Tuan..Lalu untuk Nona Sunny ?" ujar Agnes bingung. Karena dari ketiga kandidat yang di pilih Nathan tidak ada nama Sunny.
"Saya ingin dia mengisi bagian sekretaris yang selama ini kosong.." ucap Nathan santai.
"Sekretaris..? Anda yakin Tuan..?" ucap Agnes lagi. Untuk meyakinkan dirinya tidak salah dengar dengan ucapan Bis besar nya itu.
Karena setahunya, selama Nathan menjabat dia sudah lima kali gonta ganti sekretaris. Hingga memutuskan berkerja tanpa sekretaris. Dan hanya memiliki sesorang asistent.
"Apa saya sedang bercanda ..?" ketus Nathan.
"Ah.. maaf Tuan..Baik semuanya akan saya proses secepatnya..!" jawab Agnes.
"Sediakan satu meja untuk sekretaris di ruangan saya, dia bisa mulai bekerja besok.. Jadi tolong kamu urus semuanya..!" ucap Nathan.
"Ok..!" jawab Nathan.
"Nona Sunny, silahkan ikut saya..." ujar Agnes membuyarkan lamunan Sunny.
"Ahhh...maaf... Ok..! Bu Agnes..!" seru Sunny yang ikut keluar bersama Agnes tanpa pamitan ke Nathan.
Sekali lagi Nathan terkejut melihat sikap cuek Sunny. "Gadis yang unik..!!" gumam Nathan.
Kurang lebih dua menit berjalan menuju ruangan HRD.
"Silahkan Nona Sunny..!" seru Agnes ramah. Dia menjadi penasaran dengan sosok wanita yang telah mengubah prinsip bos besar nya itu.
"Terimakasih Bu..!" jawab Agnes sambil mengembangkan senyuman nya. Kemudian duduk tepat di depan meja.
__ADS_1
"Nona Sunny,, Selamat bergabung di Nipko TV...!" Seru Agnes sambil mengulurkan tangan.
"Ehh.. Bu Agnes serius ..? Apa hasilnya langsung keluar hari ini..?" jawab Sunny mencoba tenang dan menyambut uluran tangan Agnes.
"Iya.. Tapi Nona Sunny di tempatkan di divisi yang berbeda.." lanjut Agnes. Dan melepaskan tautan tangan merekan.
Sunny mengernyitkan alis. Perasaan dia hanya mrlamar sebagai presenter berita.
"Maksud Bu Agnes ..?"
"Nona Sunny akan menjadi sekretaris pribadi CEO Nipko TV..Tuan Nathan..!" lanjut Agnes sambil menyerahkan kertas kontrak ke arah Sunny.
"Tunggu..! CEO..? Tuan Nathan..? Maksud Ibu Agnes.. Tuan Nathan yang tadi berbaju serba putih itu adalah CEO..?" seru Agnes kaget mendapatkan kabar kalau pria yang sedari tadi membuatnya kesal adalah CEO dari perusahaan dimana tempatnya melamar kerja.
"Benar sekali Nona Sunny..! Dan ini kontrak Anda, mulai besok Nada sudah mulai berkerja..!" lanjut Agnes lagi.
Degg..."Apa-apaan ini..?" batin Sunny mendapatkan kejutan beruntun.
"Nona Sunny..??" seru Agnes membuyarkan lamunan Sunnu.
"Ahhh.. Maaf Bu Agnes.. Saya hanya sedikit terkejut. Kalau boleh tahu kenapa saya di tempatkan di bagian ini..?" ujar Sunny mencoba tenang.
"Untuk alasannya, Nona bisa tanyakan langsung ke Tuan Nathan..Silahkan tanda tangan di sini Nona..!" ucap Agnes yang membuat Sunny terhipnotis meraih pulpen dan membubuhkan tanda tangannya di surta kontrak.
"Sudah selesai..??!"
☘☘☘
#Sebelum Menuju tamat ~ Kita mengalihkan dulu ke Tim Nathan Sunny ya 💋💋
__ADS_1