Tuan Alex Akulah Wanitamu

Tuan Alex Akulah Wanitamu
Melamar


__ADS_3

...... Selamat Membaca ......


°° JANGAN LUPA LIKE, KOMENTAR DAN ❤ °°


..


...


....


Alex yang merasa jantungnya dag dig dug tak karuan.


Karena ingin menyampaikan maksudnya. Walaupun tadi di kamar Dia sudah sampaikan ke Audie. Tapi kali ini rasanya sangat berbeda.


Alex menarik nafas dalam - dalam dan dia hembuskan kembali.


Ferdinand dan Lily tersenyum melihat wajah tegang anak laki-laki mereka.


Baru kali ini mereka melihat wajah Alex seperti itu.


Alex bangkit dari duduknya dan berlutut di depan Audie dan mengambil tangan Audie.


Audie kaget dengan tingkah Alex.


"Ada apa Alex..??" tanya Audie. Karna dia juga malu dilihat oleh Ferdinand dan Lily.


"Hmmm ...Jadi Audie sayang...Aku ingin kita melangsungkan pernikahan kita...Se .. ce.. pat..nya..." ujar Alex dengan perlahan sambil menggenggam erat tangan Audie.


"Ehhh..?? Maksud kamu ??" tanya Audie bingung.


"iyah.. aku melamarmu Audie Ethelyne..Maukah kau menjadi istriku..?"ucap Alex dengan wajah serius.


Audie menatap wajah Alex. Dan melihat ke arah Aunty Lily dan Uncle Ferdinand.


Ferdinand dan Lily tersenyum lalu mengangguk ke arah Audie.


Mendukung keputusan yang akan Audie pilih.


Audie menghela nafas dan berkata. "Tapi bagaimana dengan ..."


Belum selesai Audie berbicara. Alex memotong dan berkata.."Kita menikah tanpa resepsi..hmmm..hanya ada saksi, kerabat terdekat, rekan bisnis dan beberapa media cetak..dan aku menikahi mu dengan nama Audie Ethelyne, so.. tidak ada masalah dengan status penyamaran Marissa...Yang terpenting aku tak mau menutupi pernikahan kita berdua..!" Alex sangat tahu. Ini adalah alasan yang akan dijadikan Audie untuk menolaknya.


Audie berpikir mencari alasan...


Melihat wajah Audie yang masih berpikir.. "Uncle dan Aunty Vivian akan tiba besok pagi..!" ujar Alex.


"Hahhh..??" kaget Audie.


"Mommy dan Uncle sudah tahu..?" tanya Audie memastikan.


"Iya.. dan aku sudah mendapatkan restu dari Aunty Vivian dan Uncle James..!!" seru Alex penuh kemenangan.


Audie kembali berpikir.."Hmmm kau melamarku tanpa cincin..??" ujar Audie asal.


"Tidak mungkin kan Alex sudah menyiapkan cincinnya..??!!" gumam Audie penuh kemenangan.


Mendengar perkataan Audie. Alex hanya tersenyum dan meraih sesuatu dari kantong celananya.


Alex mengeluarkan kotak perhiasan yang berisikan cincin berlian yang begitu indah.

__ADS_1


"Oh my... Dia seriusss...??" gumam Audie ketika melihat kotak mungil di tangan Alex.


Audie sudah tak berkutik dan hanya diam mematung.


Alex mengeluarkan cincin tersebut dan menyematkannya ke jari manis Audie.


"Sekarang kau tak memiliki alasan untuk menolakku..!" seru Alex penuh kemenangan karena sekarang cincin itu sudah terpasang dengan indah di jari manis Audie.



Audie hanya bisa menatap cincin yang begitu cantik sudah tersemat di jari manisnya.


"Hahahahha..." Ferdinand dan Lily tak bisa menahan tawa mereka melihat Audie dan Alex.


Sontak Alex dan Audie melihat asal suara tawa tersebut.


Maria juga tak berhenti tersenyum menahan tawanya.


"Kenapa kalian berdua sungguh menggemaskan..!!" seru Lily.


Wajah Audie merona malu.


"Selamat sayang...!" ucap Lily dan memeluk Audie penuh haru.


"Berbahagialah...hmmm..! Mommy Sidney pasti ikut berbahagia diatas sana..!" lanjut Lily dan mengusap dengan lembut punggung putri kecilnya itu.


Audie hanya menganggukkan kepalanya. Dan memeluk Lily.


Audie sangat ingin menitikkan air matanya saat ini. perasaannya begitu campur aduk.


Alex yang melihat ekspresi wajah Audie ikut merasakan perasaan Audie saat ini.


"Mom... aku ingin mengajak Audie jalan-jalan di taman.." sela Alex.


"Hmmm ok Alex.." ucap Lily dan melepaskan pelukannya.


Ferdinand hanya melihat punggung Alex dan Audie yang berjalan saling berpegangan tangan.


Entah kenapa bebannya juga terasa lepas. Janjinya terhadap mendiang sahabatnya bisa dia tepati.


"Aku akan menjaga putri kecilmu seperti anakku sendiri Sidney..! Dan..Dia memiliki Alex yang sangat menyayanginya..pria kecil yang dengan berani melamar putrimu secara langsung di depanmu..." Gumam Ferdinand dalam hati.


Alex dan Audie yang sudah duduk di kursi taman hanya diam tak saling berbicara. Mereka hanyut dalam pikiran mereka masing-masing.


Tiba-tiba Audie menyandarkan kepalanya di bahu Alex. Dan mendekap lengan Alex.


Alex menoleh melihat kekasih hatinya dan mengecup puncak kepala Audie.


Alex merangkul pinggang Audie agar lebih merapat di tubuhnya.


"Semuanya akan baik-baik saja Audie sayang..!" gumam Alex.


Audie tak menyahut dan hanya diam.


Alex membiarkan Audie mendapatkan waktunya sendiri untuk menenangkan perasaan dan pikirannya.


"Alex..." panggil Audie tiba-tiba.


"Iyahh..?" jawab Alex dan menoleh ke arah Audie.

__ADS_1


"Ada apa sayang..?" lanjut Alex.


"Hmmm ntahlah... terlalu banyak pertanyaan di benak ku saat ini.." ujar Audie.


Alex tersenyum dan mengusap lembut tangan Audie.


"Aku akan menjawab semuanya Audie.. apapun itu.. jadi jangan pernah ragu..hmmm..?" ucap Alex.


"Benarkah..? Apakah dirimu akan jujur ?? Karena menurutku ini seperti mimpi..!" ujar Audie yang masih bersandar di bahu Alex.


"Tentu saja sayang.. Aku tak akan menutup apapun.. Dan ini bukan mimpi..!" Seru Alex.


"Apa benar kamu tetap mencintaiku selama delapan belas tahun ini..? Atau pernah menjalin hubungan dengan wanita lain..?" tanya Audie penasaran.


"hmm...Sejujurnyaa....!!" Alex menggantung kalimatnya..


"Sudah kuduga..!! Tidak mungkin Pria tampan dan sukses seperti mu tak memiliki wanita...!" ketus Audie yang sudah kembali duduk tegak dan melepaskan rangkulan tangannya di lengan Alex.


Alex tersenyum melihat raut wajah cemburu Audie.


"itulah yang terjadi.. Aku hanya terjebak oleh satu wanita seumur hidupku.. Dia wanita kecil yang pertama kali berani menggangguku dan lucunya aku selalu menantikannya kembali untuk mengganggu hidupku... !" lanjut Alex yang berhasil menggoda Audie.


Blushhh...


Wajah Audie memerah dan menjadi salah tingkah.


"Dan sekarang wanita itu berada disisiku..!" ujar Alex dan kembali menarik Audie dalam rangkulannya.


"Apa kau sedang cemburu sayang..?" goda Alex menyentuh dagu Audie.


"No...!!! Itu tidak mungkin..!" seru Audie tak mau mengakui kalau dia memang tadi marah dan cemburu.


"Hahahaha... kau sangat menggemaskan Audie..! Kau selalu membuatku Gila..!!" seru Alex dan memeluk erat kekasih hatinya itu.


Sedangkan di suatu tempat. David bersama asistent kepercayaannya Verrel masuk ke dalam sebuah lorong yang sangat gelap.


Mereka berdua menyusuri kurang lebih sepuluh menit untuk tiba di markas Mafia Brotherhood.


"Selamat malam Tuan David..!" seru seorang orang kepercayaan Pemimpin Geng Mafia tersebut.


"Malam John..!" jawab David


"Silahkan Tuan..Bos sudah menunggu Anda di dalam..!" ujarnya lagi dan memberikan akses untuk David dan Verrel masuk ke dalam markas besar Brotherhood.


David dan Verrel mengikuti langkah John masuk ke dalam Gedung lain yang terpisah.


Di depan Markas begitu banyak pengawal yang berjaga dan memegang senjata.


🌼🌼🌼🌼🌼


Support Terus Kisah Alex dan Audie ya 🥰


Mama lagi masukin Kontrak ke pihak NT, doakan biar cepat lulus review ya 🥰


Ingat selalu Like, Tinggalkan komentar dan kirim Hadiah point ke Mama.


Klik tombol Favorit juga ya ❤❤


Sarange ❤

__ADS_1


__ADS_2