Tuan Alex Akulah Wanitamu

Tuan Alex Akulah Wanitamu
Menjadi Pusat Perhatian


__ADS_3

... Selamat Membaca...


#mohon like, tinggalkan jejak dengan komentar dan kirim hadiah point nya untuk Alex dan Audie ya ❤


#Jangan Lupa Klik tombol Favorit ❤


....


Sudah pukul lima sore waktu untuk pulang kantor.


Alex mengetok pintu Audie.


Tok tok tok


Audie yang di dalam ruangan bergegas membuka pintu.


"Tuan Alex..?" ujar Audie kaget melihat Alex sudah berada di depannya.


"Sudah selesai ..? Ambil tas kamu.. kita pulang bersama..!" seru Alex.


"Tapi..." tolak Audie.


"Tidak ada penolakan..?" Alex mengingatkan perkataan nya tadi sore.


"Hmm baiklah Tuan Alex..!" Kesel Audie.


Alex hanya tersenyum melihat tingkah imut Audie.


Audie bergegas mengambil tasnya.


"Yuk...!" ajak Alex dan meraih tangan Audie.


"Ehmm ehhmm!" Sela Tommy yang barusan keluar dari ruangannya.


Audie segera melepas tangannya dari genggaman Alex.


Alex tidak perduli dengan Tommy , malah kembali mengambil tangan Audie.


"Alex..." tegur Audie.


"Tom.. gw balik sama Audie .. !" seru Alex santai ke Tommy.


"Ok Bro..!!" jawab Tommy dan duluan masuk ke dalam lift meninggalkan sepasang kekasih itu.


Dia tak ingin berada dalam satu lift menjadi obat nyamuk. Dan tatapan mengerikan dari Alex karena sudah mengganggu waktu berdua mereka. Lebih baik dia menyelamatkan dirinya.


"Alex nanti karyawan yang lain akan melihat kita..!" ujar Audie.


"Tolong jangan melarangku..hmm.. ??" tukas Alex.


"Tapi bagaimana pendapat karyawan lain..? Aku tak mau penyamaran ini terbongkar Alex.." ujar Audie mengingatkan Alex.


"Hmm baiklah..! Kita akan ke rumah..ok..?" seru Alex dan menarik Audie masuk ke dalam lift khusus CEO.


"Untuk apa ??"


"Bertemu Daddy dan Mommy.." Jawab Alex santai


Audie hanya mengernyitkan satu alisnya.


Melihat tingkah lucu Audie. Alex melihat lift yang masih di lantai sepuluh. Seketika dia melu mat bi bir Audie.


"Alexxx...!!"Seru Audie yang mendapatkan serangan mendadak dari Alex.


Alex malah memperdalam ci umannya. Dan me ***** bibi r atas dan bawah Audie bergantian.

__ADS_1


Audie hanya memegang pundak Alex agar dia tak terjatuh akibat setruman-setruman di sekujur tu buhnya.


Tinggg...Pintu lift terbuka. Alex melepaskan ci umannya. Dan mendapatkan tatapan nyalang dari Audie.


Alex berdiri tegap seolah tidak terjadi apa-apa. Dan menahan tawanya.


Alex keluar dari lift dan Audie menyusul di belakangnya.


"Jalan disampingku..! Aku tak suka kamu berada di belakang..!" Seru Alex yang menghentikan langkahnya.


"Hmm.." gumam Audie dan mensejajarkan posisi mereka berdua.


Semua mata karyawan menatap Alex dan Audie.


Audie merasakan tatapan mematikan dari karyawan wanita dan para model.


Mobil Alex sudah ada di pelataran lobi yang diantar oleh supirnya.


"Saya akan mengemudi sendiri Pak Sukri..!" Seru Alex yang ki membukakan pintu penumpang depan untuk Audie.


"Baik Tuan..Silahkan.." jawab Sukri dengan sedikit membungkukkan tubuhnya.


Semua mata melihat perlakuan Alex ke Audie.


"Sh*it..kenapa wanita culun itu bisa begitu akrab dengan Tuan Alex..!!"


"Hmmm pasti dia sudah menyerahkan tubuhnya ke Tuan Alex..!"


"Heiii itu tidak mungkin..!!Apa kau buta..! Tidak mungkin Tuan Alex tertarik dengan wanita culun seperti itu..!"


"Tapi kau melihatnya dengan jelas. Tuan Alex membukakan pintu mobil untuk si culun itu..!!!"


Semua celaan dan hinaan habis untuk Audie.


Debora segera menghubungi Winni sang keponakan yang dia gadang-gadang untuk mendekati Alex.


"Kamu dimana Winni..!" murka Debora ketika Winni menjawab telponnya.


"Uhmm aku lagi di ruanganku Aunty.." jawab Winni berbohong.


"Selesai kerja segera datang ke ruanganku..!" seru Debora.


"Baik Aunty..!" jawab Winni singkat dan menutup telponnya.


"Ahhh..!" de sah Winni ketika seorang pria meng hujamkan dirinya ke li yang Winni dari belakang.


Winni sekarang berada di dalam toilet bersama seorang rekan kerjanya.


Kemeja Winni terangkat dan memperlihat kedua bu kit kenyalnya.Dan rok ketatnya pun sudah naik diatas ping gangnya.


"Terus Rico.."ra cau Winni dengan wajah yang begitu me sum.


"Kau memang sangat bi nal Winni..Tapi aku menyukainya..!" Seru Rico.


Rico adalah rekan kerja Winni. Mereka selalu melakukan hal gila ini di kantor, di hotel dimanapun saat mereka saling membutuhkan.


"Cepatlah...!! Aku harus menemui Aunty Debora..!" Ujar Winni.


"Berbaliklah...!" Ujar Rico dan mengarahkan mi liknya ke dalam mu lut Winni.


Winni membuka mu lutnya dengan lebar dan melakukan kemauan Rico.


"Ahhh...!" Rico menge luarkan pelepasannya di mu lut Winni. Winni me nelan semua yang tumpah dari ba tang Rico.


Setelah mereka selesai. Winni membersihkan dirinya dan keluar dari kamar mandi menuju ruangan Debora.

__ADS_1


Tok tok tok


"Aunty..!" sapa Winni.


"Hmm masuklah..!" seru Debora.


"Ada apa aunty..?"


"Apakah kamu tidak mendengar gosip terbaru di kantor ??" tanya Debora.


"Tentu saja tidak aunty...aku habis melakukan hal lebih penting.." gumam Winni dalam hati.


"Maaf Aunty.. aku sangat sibuk di kantor.." ujar Winni.


"Tuan Alex dan Marissa pulang bersama !! Apa yang kau lakukan selama ini..??" murka Debora.


"Aku kesulitan untuk mendatangi Tuan Alex aunty..Aku beda divisi..!" Alasan Winni. Sebenarnya dia tidak terlalu perduli dengan Alex. Karena tanpa Alex pun dia bisa mendapatkan kepuasan dari pria lain.


Tapi karena salah satu alasan dia masuk ke perusahaan ini harus mendekati Alex. Itu adalah syarat dari Debora.


"Ok.. besok aku akan memindahkan mu ke divisi di bawahku. Agar kamu selalu bisa ke ruangan Tuan Alex..! Kalau bisa serahkan tubuhmu..!!" Ujar Debora.


"Baik Aunty..!" Jawab Winni.


"Pergilah sekarang..!"


Winni keluar dari ruangan dan melihat pesan singkat yang masuk.


"Datanglah ke ruanganku..!!"


"Baiklah..!" balas Winni dan menuju ruangan manajer divisinya.


Tok tok tok


"Permisi Tuan Albert " sapa Winni.


"Masuklah dan kunci pintu..!" seru Albert.


"Baik Tuan." patuh Winni dan mengunci ruangan tersebut.


Albert mendekati Winni dan membuka seluruh pakaiannya. Dan menanggalkan celana yang dia pakai.


"Layani aku..!" seru Albert dan me ***** bi bir Winni dengan kasar.


Winni membalas lu matan Albert dan melayani permainan Albert yang kasar.


"Aku akan me numpahkan nya..!" seru Albert.


"Silahkan Tuan..!" balas Winni yang sudah bermandikan keringat.


"Ahhh.." Akhirnya Albert menum pahkan mi liknya ke dalam tu buh Winni.


Winni yang tahu dirinya sangat hiper. Memutuskan untuk memasang KB agar bisa dengan bebas bermain dengan pria manapun.


Setelah selesai. Winni terkulai lemas di lantai. Albert melemparkan beberapa lembar uang ke atas tu buh Winni.


"Ini uang jajanmu..!" seru Albert yang sudah memakai celananya.


"Terimakasih Tuan.." ucap Winni dan mengambil uang tersebut.


...**JANGAN LUPA LIKE, KOMENTAR, DAN FAVORIT...


...TERIMAKASIH...


...❤❤❤**...

__ADS_1


__ADS_2