Tuan Alex Akulah Wanitamu

Tuan Alex Akulah Wanitamu
Maafkan Aku Sayang


__ADS_3

^^ Mohon untuk terus dukung Karya ini ya teman-teman biar bisa nangkring di Rekomendasi beranda ^^


Tujuh jam sebelum nya....


Nanda yang baru saja menenangkan perasaan nya di pinggir jalan menuju kediaman Ferdinand.


Ting tong


Nanda masuk melewati gerbang besar yang langsung terbuka begitu dia tiba.


Nanda memakirkan mobil nya di pelataran parkir. Dirinya berjalan dengan perasaan tidak menentu. Tangan nya di genggam begitu erat.


Ting Tong


Nanda memencet bel rumah tidak menunggu lama. Pintu besar itu terbuka dan menampilkan sosok yang sangat dia rindukan.


"Nandaa...." gumam Vivian penuh haru melihat Nanda berdiri di depan pintu.


Nanda pun langsung memeluk Vivian. Pelukan yang di warnai tangis haru kerinduan mereka berdua.


Lily yang melihat Nanda dan Vivian pun ikut menangis. Akhirnya semua perjuangan dan pengorbanan berakhir dengan bahagia.


Lily mendekat ke arah Nanda dan Vivian.


"Masuk Nan...." seru Lily membuat Nanda dan Vivian melepaskan pelukan mereka berdua.


"Lily..." gumam Nanda dan memeluk Lily.


Lily pun menyambut pelukan hangat Nanda.


"Ayo..." Lily pun mengajak Nanda masuk ke ruang keluarga. mereka menghabiskan waktu melepaskan kerinduan mereka.


Tiba-tiba ponsel Nanda berbunyi.

__ADS_1


"James..." gumam Nanda melihat nama sang penelpon.


"Angkatlah Nan..." seru Vivian yang juga menantikan telpon James.


Nanda pun menekan tombol hijau dan menekan tombol loudspeaker. Agar Vivian dan Lily dapat mendengar kabar terbaru dari James.


'Halo... Ada apa James...?' (Nanda)


'Kamu sudah bertemu Vivian dan Lily..?' (Tanya James)


Nanda tersenyum. 'Hmmm sudah... sekarang aku bersama mereka berdua...' (balas Nanda)


'Syukurlah...Hmmm Nan...' (ucap James ragu)


'Ya..?' (Nanda)


'David sudah siuman..' (seru James dan menunggu reaksi Nanda)


Deg


'Nan..??' (Panggil James)


Vivian dan Lily pun saling melirik seolah berbicara lewat telepati mereka.


'Hmm.. Syukurlah...' (jawab Nanda singkat).


'Sampaikan maaf ku kepada David, Aku berharap dia bisa hidup bahagia bersama Audie...' (ucap Nanda tulus).


'Baiklah Nanda...' (balas James dan menutup sambungan nya).


Tanpa sadar Nanda menitikkan air matanya. Vivian langsung datang mengusap punggung Nanda.


Lily yang seumuran dengan Sidney pun mengambil sikap. Dari mereka bertiga. Lily lah yang di tuakan.

__ADS_1


Lily berlutut di depan Nanda dan memegang kedua tangan Nanda.


"Apa kamu jatuh cinta kepada David..?" tanya Lily dengan lembut.


Nanda yang mendengarnya pun menjadi bingung harus menjawab apa.


"Aku tidak tahu Lily.. Dari awal hubungan kami sudah salah..." lanjut Nanda.


"Mungkin dengan kepergian ku, membuat semuanya kembali pada tempatnya.." sambung Nanda berusaha tegar.


"Semua keputusan ada di tangan mu... Dan apapun keputusan mu kami semua akan mendukung mu... Tapi ingatlah satu hal... Ikuti kata hati terdalam mu....Hmm..??" ucap Lily begitu lembut.


Drrzzz


Ponsel Nanda berbunyi. Pesan singkat dari James yang membuatnya tampak berpikir. Dan membalas nya dengna satu kata. "Baiklah..."


..............


Deg deg deg


"Nanda..?" batin David.


Degup jantung David berdetak begitu cepat setelah melihat sosok yang sangat dia rindukan. David mengikuti kata James dan berpura-pura tidur.


Dapat dia dengar, suara langkah kaki Nanda semakin dekat dengan nya. Ingin sekali dia membuka mata dan mencerca Nanda dengan sejuta pertanyaan.


Sreettt


Suara sofa di tarik dengan perlahan. Nanda pun duduk di sisi David.


Nanda menatap syahdu David yang terbaring lemah di atas ranjang pasien. Wajah nya terlihat begitu pucat.


Dengan lembut Nanda mengusap perlahan wajah David yang di penuhi rambut yang sudah kembali tumbuh.

__ADS_1


"Maafkan Aku Sayang...." gumam Nanda sambil tersenyum lirih.


☘☘☘☘☘


__ADS_2