
"Kamu kenapa Lex??" tanya Lily ke putra semata wayang nya.
Lily bingung melihat tingkah putranya.
Dari tadi duduk di depan TV hanya untuk mengganti - ganti siaran.
Melihat anaknya tidak menjawab.
Lily memilih duduk di sebelah Alex.
"Hmm.. Ada masalah apa? Kenapa anak mommy galau?"tanya Lily lagi sambil mengusap lembut pipi Alex.
"Hmmm.. Its ok mom..hanya urusan kantor.." kilah Alex.
"Baiklah sayang.."jawab Lily sekenanya.
Lily pun berdiri dari duduknya lalu berkata..
"Calon mantu mommy kapan dikenalin?" goda Lily dan mengedipkan mata.
Alex terdiam.. Lalu berkata..."Secepatnya Mom !!!"
Lily yang mendengarnya hanya tersenyum.
"Perasaan kemarin - kemarin kalau ditanya pasti di jawabnya .. Nanti Ma,, masih fokus untuk perusahan.. Masih gini lah.. Masih gitu lah..." Gumam Lily.
Ternyata tadi pagi Vivian sudah telponan dengan Lily dan menceritakan pertemuan Alex dan Audie di club.
"Hmmm.. Kalau sudah jodoh gak kemana..." gumam Lily.
*****
"James.. aku mohon jangan seperti ini.." ujar Vivian sambil menahan dada James.
"Mau sampai kapan Vivian ? hmm?" bisik James dan kembali mengecup bibir Vivian.
"hmmmm..mmnhh.." suara tertahan Vivian.
James melepaskan ciumannya. Dan berbisik "Vivian,, aku mencintaimu.. dan aku tahu kamu juga mencintaiku..hmm.. ?"
"Tapii.. "belum selesai Vivian berbicara. James kembali ******* bibir Vivian.
Dan menahan tengkuk Vivian. Vivian terjatuh dalam manisnya cumbuan yang diberikan James.
Diapun perlahan mengikuti alur permainan yang dipandu oleh James. Mulai membalas tiap lilitan dan kecupan.
James yang merasa sudah mendapatkan balasan dari Vivian. Mulai turun ke leher dan dada membuat desiran aneh ke tubuh Vivian.
"ahhh.." akhirnya keluar dari mulut Vivian.
James berhenti, dan mengangkat Vivian alam bridal.
"James..!" shock Vivian dan langsung mengalungkan tangannya di leher James.
"I love You.." ucapan James lembut setelah menaruh Vivian di atas ranjang.
James kembali mencu mbu Vivian dengan lembut dan semakin dalam. Vivian sungguh terbuai dengan sent uhan - sentu han yang diberikan oleh James.
James mulai menurunkan ci imannya ke bagian leher hingga dada.
Suara - suara yang menggema menambah nikmatnya permainan James dan Vivian. James dengan sengaja membuat semua ruangan kamar kedap suara.
__ADS_1
Setelah saling memberikan kenikmatan selama satu jam.
"ahhkkk... " James akhirnya melepaskan bukti cintanya.
"Thank You sayang.. i love you" ucap James dan mengecup kening Vivian.
Mereka berdua pun berbaring dan hanya ditutupi selimut.
James merangkul Vivian dari samping. Dan mengecup bahunya yang mulus.
"Sayang.. kapan kamu menerima lamaran ku ??" tanya James.
"hmmm.. nanti James,," balas sekenanya Vivian.
"please Vivian, kita saling mencintai, sama - sama dewasa dan..."
"tolong sabar sedikit lagi James.." Vivian memotong perkataan James. Sungguh dia sangat mencintai James.
"baiklah.. aku akan selalu ada buat kamu dan Audi, jadi mari kita hadapi bersama-sama " ucap James lembut dan mengecup puncak kepala Vivian.
"thank you James..love you " lirik Vivian tertahan dengan suara isak tangis.
"Heii.. please..." James memutar badan Vivian dan memegang wajah Vivian.
"dont crying baby...semua akan segera berakhir....hmm..?" ucap James lembut dan menghapus air mata Vivian. Lalu mengecup mata Vivian kiri dan kanan. Turun ke hidung, pipi kiri, pipi kanan dan melu mat lembut bibir Vivian.
Dan mereka berakhir dengan babak selanjutnya saling menghangati satu sama lain..
*FLASHBACK ON*
James yang merupakan sahabat Sydney sudah lama menaruh hati kepada adiknya Sydney yaitu Cathlyn.
Namun pada saat itu Cathlyn memiliki kekasih. Akhirnya James hanya diam. Dan tetap menjaga Cathlyn dari jarak jauh.
"James, aku mohon jaga Cathlyn dan anakku, cintai mereka..." ucap Sydney.
"Heyy Syd,, kamu tidak akan kemana - mana.. tenanglah.." seru James tidak suka dengan ucapan Sydney.
"Apakah kamu masih mencintai Cath ?" tanya Sydney lagi.
"Aku selalu mencintainya, selamanya Syd.." jawab tegas James.
"Baguslah James.." ucap Sydney tersenyum dan melihat sahabatnya.
"hmm.."
"Bagaimana semua dokumen dan aset yang di Rotherham?" tanya Sydney.
"Semuanya sudah selesai. Tinggal kamu tandatangani." ujar James dan memberikan beberapa berkas. Dan dengan segera Sydney tanda tangani.
"Baguslah semua sudah selesai" ucap Sydney tenang.
"Ya Syd.. kamu tenang saja. pria brengsek itu tidak akan tahu aset kamu dan ahli warismu sudah di tangan putrimu" seru James menahan emosi.
Mengingat sahabatnya diperlakukan begitu buruk.
"Ini yang terakhir James, tolong lakukan semua yang aku tulis disini,, ini permintaan terakhirku!! ok ?" ujar Sydney serius sambil memegang kedua tangan sahabatnya.
"Pastiii.. apapun itu!" jawab James mantap.
Dan besoknya. Kejadian naas itupun menimpa Sydney. James sangat shock dan menghubungi Cathlyn.
__ADS_1
Cathlyn sangat terpukul. Namun dia harus kuat karena sekarang dia memiliki malaikat kecil bernama Marissa.
Cathlyn mengambil Marissa dari David dan istri barunya. Sungguh perihbhati Cathlyn saat itu.
Kedua orang tua mereka sudah tiada. Kakak perempuan nya pun sekarang sudah tidak ada disisinya.
Malam itu Cathlyn minum sampai mabok bersama sang kekasih. Namun naasnya pacar Cathlyn ingin mencuri kesempatan. Dan ingin memperkosa Cathlyn.
Untungnya saat itu James baru saja tiba. Dan mendapati pakaian atas Cathlyn sudah terbuka. Penampilan Cathlyn sudah acak-acakan dan menangis ketakutan.
Dengan geram James langsung memukul pria tersebut sampai pingsan.
James segera mengangkat Cathlyn masuk ke kamar dan membungkus tubuhnya dengan selimut.
James kembali ke ruang tamu, lalu menelpon asistennta untuk membereskan pria bajingan didepannya. Karena dia tidak bisa meninggalkan Cathlyn sendirian.
Setelah semua beres. James kembali masuk ke kamar.
Betapa kaget nya James mendapati Cathlyn sudah membuka semua pakaiannya.
"James.. panas... ini sungguh panas.." seru Cathlyn.
"BRENGSEK!! Apa yang bajingan itu lakukan!!" Geram James. Dan menelpon asistentnya.
"BERESKAN BAJINGAN ITU! JANGAN BIARKAN DIA HIDUP!!" teriak James lalu mematikan telponnya.
Cathlyn tidak berhenti menggeliat dan meracau asal.
James lelaki normal. Dia menelan kasar salivanya. Menahan geloranya.
Dengan cepat dia Menggendong Cathlyn dan masukkan ke dalam Bathtube yang dia isi full dengan air dingin.
Sudah sepuluh menit. Tapi Cathlyn tambah liar dan kesakitan karena efek obat yang diberikan di minumannya.
"James.. tolong aku.. "lirih Cathlyn.
James menatap nanar mata Cathlyn yang begitu sayu dan wajahnya yang begitu pucat.
Efek alkoholnya sudah hilang. Jadi saat ini Cathlyn bicara dengan kesadaran penuh, namun efek obat perangsang tidak hilang malah tambah menjadi dan menyiksa dirinya.
"Jamesssss....aku tidak mau mati!!! " seru Cathlyn dan menangis.
"Baiklah sayang.. aku akan melakukannya dengan sangat lembut dan penuh cinta..hmm?? "Akhirnya James memutuskan membantu Cathlyn melepaskan reaksi obat setan itu.
James mengangkat tubuh Cath dan mengeringkan tubuhnya dengan lembut di atas ranjang.
James pun dengan lembut dan cinta memperlakukan Cathlyn.
Wanita yang begitu dia cintai.
"Aku akan menjagamu seumur hidupku...i love you Cath.." ucap James ketika mereka telah selesai melakukan aksi penuh cinta itu.
*FLASHBACK OFF*
Kasian banget ya Mommy Cathlyn/Vivian.. π₯Ίπ₯Ί
Jangan lupa Like dan tinggalkan komentar π₯Ίππ»ππ»
Klik Favorit biar gak ketinggalan Bab terbaru..
Dan sekuntum πΉ untuk Imun Mama π
__ADS_1
Sarangeee... β€