
... Selamat Membaca ...
°° JANGAN LUPA LIKE, KOMENTAR DAN ❤ °°
"Ayo masuk.."Ajak Alex ketika membuka pintu mobil untuk Audie.
"Thank you.."
Alex dan Audie jalan beriringan masuk ke dalam rumah.
Ternyata di ruang tamu sudah ada Ferdinand dan Lily.
"Halo sayang...kamu membawa sekretaris mu ke rumah..?" tanya Lily ke Alex.
"Hmm iya Mom..!" jawab Alex.
"Haii Marissa ini pertama kali kita bertemu..!" sela Ferdinand yang sangat ingin menggoda anak laki-lakinya.
"Daddy.. Mommy..! Tolong berhentilah menggodaku..!!" seru Alex sedikit kesal.
Audie hanya tersenyum melihat kekocakan Uncle dan Aunty nya ini.
"Hmmm bagaimana jadinya kalau ada Uncle James dan Mommy Vivian disini..!" Gumam Audie dalam hati.
Bisa dia bayangkan muka Alex saat ini akan tertekuk berlipat ganda.
"Kenapa senyum-senyum.." seru Alex yang menyubit hidung mancung Audie.
Tak menjawab pertanyaan Alex. Audie menghampiri Lily dan Ferdinand.
"Sore Uncle.. Aunty..." sapa Audie dan mengecup kedua pipi orang tua tersebut.
"Sore sayang.." jawab Lily dan Ferdinand.
"sini duduk Audie sayang.." seru Lily.
Alex yang ada disitu tidak di gubris sedikitpun.
Dia hanya menggelengkan kepalanya. Namun hatinya begitu bahagia melihat wanita yang dia cintai ada saat ini bersama dirinya dan kedua orang tuanya.
Alex ikut duduk di samping Audie.
"Kapan dia baru menyadari penyamaran mu Audie ?" tanya Ferdinand.
"Hari ini uncle.." jawab Audie.
"Hahahahha... dia sungguh lamban..!!" Tawa Ferdinand melihat ke arah Alex.
"Daddy....!!" seru Alex.
"Hahahhaha..."Ferdinand hanya tertawa dan di ikuti Lily melihat suaminya yang begitu senang menggoda anak laki-laki nya.
Audie tak berhenti tersenyum menahan tawa.
Lily berjalan ke dapur dan meminta minuman ke pelayan untuk Alex dan Audie.
"Ayok...!" Ajak Alex.
"Mau ke mana..?" tanya Audie.
"Ke kamar.." jawab Alex santai
Belum sempat Audie menjawab. Alex menarik tangan Audie.
"Dad.. aku ke atas dulu..!"
"Ok.. Take your time..!" ucap Ferdinand santai.
__ADS_1
"Tapiii...!" seru Audie terbata dan pasrah mengikuti langkah Alex.
Alex membuka pintu kamarnya dan mempersilahkan Audie masuk ke kamarnya.
"Permisi..." ujar Audie gugup. Karena ini pertama kalinya dia masuk ke kamar seorang pria.
Alex tersenyum melihat ke kikukan Audie.
"Sungguh menggemaskan..!" gumam Alex.
"Hmmm??" sela Audie mendengar gumaman Alex.
"Nothing..! Ayok.. duduk..!" ajak Alex untuk duduk di ranjang.
"No Alex.. hmmm kita dari luar. Kasurmu akan kotor.."Alasan Audie dan memilih duduk di sofa coklat yang terletak disudut kamar Alex.
"hmmm.. baiklah.. kalau begitu aku mandi dulu..! Di situ banyak buku..!Kamu bisa melihat-lihat..." ujar Alex dan menunjukkan rak buku di ruang kerjanya.
"Hmmm ok..!" jawab Audie.
Setelah Alex masuk ke kamar mandi. Audie membuka kacamata dan kepangan rambutnya. Lalu memilih mengikat rambutnya asal agak ke atas biar tidak gerah.
Audie mulai berkeliling di kamar Alex yang begitu rapi.
Nuansa kamar berwarna gelap. Begitu menenangkan hati. Aroma maskulin bisa Audie hirup di dalam ruangan ini.
"Kamarnya sangat rapi..!" gumam Audie.
Mata Audie menangkap satu pigura foto diatas meja kerjanya.
Foto kecil Alex bersama seorang gadis kecil.
"Apakah ini Aku dan Alex..??" seru Audie.
"Ya.. itu kamu dan aku..!" jawab Alex yang baru saja keluar dari kamar mandi dan hanya memakai handuk menutupi tubuh bawahnya.
Degg deg deg...
Jantung Audie berdetak begitu cepat. Melihat pemandangan yang begitu indah. Bak pahatan patung dewa yunani.
Ditambah tetesan air dari rambut basah Alex.
"Hmmm.. wardrobe ku disitu !" Tunjuk Alex santai ke arah wardrobenya. Lalu berjalan melewati Audie dengan santai.
Audie hanya bisa meneguk kasar sali vanya.
"Hahahaha... aku sangat ingin menerkam mu Audie..!!" gumam Alex dalam hati yang melihat penampilan Audie saat ini.
Leher jenjang nya terlihat begitu jelas. Terlihat begitu seksi dengan rambut-rambut halus yang jatuh di sekitar lehernya.
"Ini foto kapan ..?" tanya Audie mengalihkan pikirannya.
"Hmmm.. itu foto sesudah kita tunangan.." jawab Alex.
"Ohhh ya..?? Ini sungguh menggemaskan..!" Gumam Audie tersenyum melihat foto lucu di depannya.
"yahh.. kamu sangat menggemaskan sampai sekarang..!" sela Alex.
Blusshhh..
"Jangan menggodaku Alex..!!" kesel Audie.
"Hahhahaha... itulah kenyataannya..!" ujar Alex santai dan menghampiri Audie.
"Mau mandi..??"tanya Alex.
__ADS_1
"Uhmmm mungkin hanya membasuh wajah..! Aku tidak membawa pakaian ganti..!" jawab Audie.
"Hmm oke..! Padahal kamu bisa memakai pakaianku.." goda Alex dan mengedipkan matanya.
"Alexxx..!!"
Tok tok tok
Alex membuka pintu, ternyata elayan mengantatkan minuman dan buah.
"Terimakasih ..." seru Alex ke pelayan rumahnya.
"Sama-sama Tuan.." balas pelayan Alex.
"Masuklah ke kamar mandi, ada handuk baru di laci westafel.." ujar Alex sambil berjalan membawa nampan.
"Ok..!"
Tak berselang lima belas menit Audie keluar dari kamar mandi dengan wajah polos tanpa make upnya.
"Ahhh.. segarnya .!" gumam Audie.
Alex berbalik menatap wajah cantik Audie. yang polos tanpa makeup
"Sini.. !" panggil Alex. Agar Audie ke ranjang. Karena dia menyimpan nampan yang berisi camilan di atas kasur.
"Ya...!" jawab Audie singkat.
Audie duduk dengan canggung di sisi ranjang dan mengambil gelas minumannya.
"Kamu disini saja. Aku ke ruangan kerja dulu. Ada yang harus aku kerjakan.." ujar Alex dan berdiri dari duduknya menuju ruang kerjanya.
"Okee.." seru Audie.
Alex yang di ruang kerja menerima laporan dari Tommy mengenai David.
"Bagaimana ?" ujar Tommy dari balik telpon.
"Hmmm.. aku sedang melihat foto-foto yang kau kirimkan..!" seru Alex.
"Disitu terlihat jelas kalau David terlibat transaksi penyelundupan narkotika dan senjata.." ujar Tommy.
"Iya Tom.. Ini bisa menjadi barang bukti.. Dan apa kau tau siapa mafia di belakang David ?"
"Brotherhood.." ujar Tommy.
"sh*it..!!" maki Alex, karena dia tahu Brotherhood adalah salah satu mafia terbesar dari daftar mafia di dunia.
"Kita harus menghubungi Mara Bloods untuk berjaga-jaga..! Dia mempunyai brotherhood. Tapi kita memiliki Mara di sisi kita..!" ujar Alex.
"Baik Alex. Aku akan menghubungi Mara secepatnya..!"
"Ok Tom.. terimakasih untuk hari ini..!"
"anytime bro..!!"
Setelah selesai berdiskusi dengan Tommy. Alex kembali ke kamarnya.
Namun dia mendapati Audie yang sedang terlelap di atas kasur.
Alex memperbaiki posisi tidur Audie dan membungkusnya dengan selimut.
Alex menatap wajah cantik yang sangat dia rindukan. Alex mengecup kening Audie dan mengecup bi birnya sesaat.
Audie yang merasakan ada sentuhan aneh di dirinya pun bergelayut dan memeluk tangan Alex seperti bantal.
Alex bisa merasakan da da Audie yang melekat di tangannya. Alex hanya berdiam diri dan menghembuskan nafas kasar.
__ADS_1
Alex menarik perlahan tangannya dari rangkulan Audie. Namun Audie malah mempererat pelukannya.
"Oh my...apa yang harus aku lakukan sekarang..!!" seru Alex dengan wajah yang memerah. Karna saat ini garis da da Audie terlihat sangat jelas dari balik bajunya akibat tertekan di lengannya.