TUAN MUDA MANJA DARI MILAN

TUAN MUDA MANJA DARI MILAN
Kelab Malam 2


__ADS_3

“Apa katamu tadi? Oxanna kabur dari rumah?” tanya Aarav pada salah satu bodyguard yang seharusnya menjaga Oxanna sepanjang hari.


“Maafkan kelalaian kami, Tuan. Tadi Nona Oxanna sempat meminta kami untuk menyingkir sebentar, karena dia menangis dan ingin sendirian. Kami tak menyangka, kalau kejadian itu dimanfaatkan oleh Nona Oxanna untuk bisa pergi dari rumah,” jawab Morevo.


“Kalian itu. Bisa-bisanya terbujuk tipu daya remeh dari seorang seperti Oxanna dengan mudahnya.” Aarav terlihat sangat kesal.


Bayangkan saja, dia masih harus dirawat di rumah sakit dan merasakan lukanya yang tak kunjung sembuh, kini dia justru mendapatkan laporan tidak menyenangkan dari Oxanna. Yang seharusnya sudah di rumah dan menunggunya dengan tenang, tapi malah kabur seenaknya seperti sekarang, membuat Aarav harus merasa kerepotan mencari keberadaannya.


“Anda tidak perlu khawatir, Tuan. Kami akan mengerahkan semua orang untuk mencari keberadaan Nona Oxanna.” Morevo menegaskan.


“Dengar, kalau soal itu … kau seharusnya tak perlu mengatakannya padaku. Tapi kau sudah harus keluar lebih dulu dan mencari keberadaannya. Kenapa malah masih di sini dan banyak bicara di hadapanku, Morevo?” tanya Aarav balik.


“Ijin menjawab, Tuan. Maksud kedatangan Morevo dan beberapa bodyguard ke tempat ini, selain untuk memberikan laporan. Tapi juga ingin menanyakan, apakah sekiranya ada lokasi yang diketahui oleh Tuan, menjadi salah satu tempat pelarian bagi Nona Oxanna saat ini? Sebab, meski kita bisa menyebarkan semua orang kita ke seluruh penjuru kota ini. Justru sangat tidak efektif, dan akan lebih baik, jika ada satu tempat yang spesifik, yang bisa menjadi acuan bagi kami mencari keberadaan Nona Oxanna saat ini.” Sekretaris Pribadi Aarav yang terlihat menemani Aarav sepanjang waktu saat dirawat di rumah sakit, kemudian menjelaskan situasinya.


Aarav terdiam dan seperti sedang berpikir tentang tempat yang dikatakan oleh sang sekretaris pribadi saat ini. Sampai akhirnya, dia teringat soal koneksi dan beberapa sahabat Oxanna yang kebanyakan adalah seorang ****** yang biasa hidup bebas di dalam klub malam.


“Klub malam.” Aarav bergumam sendiri.


“Ya, Tuan?” tanya Morevo.


“Dia sepertinya tidak akan punya tempat tujuan lain, kecuali klub tempat sahabatnya bekerja di sana. Kau coba cari di mana letak klub malamnya. Dan cari tahu lebih lanjut soal ini.”


“Baik Tuan. Kami akan segera menyusuri seluruh klub malam untuk mencari keberadaan Nona Oxanna sekarang juga,” balas Morevo.

__ADS_1


“Tunggu!” Aarav menghentikan langkah Morevo.


Dia lantas secara tak terduga melepaskan paksa infus yang menancap di tangan kirinya, hingga membuat darah segar mengucur cukup kuat yang membuat semua orang terkejut.


“Tuan!” Morevo dengan sigap memegang tangan kiri tuannya dan menutup luka tusukan jarum itu dengan cengkraman kuat tangannya sendiri. Mencoba untuk menghentikan luka dan pendarahannya, sampai sebuah sapu tangan yang diserahkan oleh sang sekretaris pribadi, kemudian membantu untuk mengikat tangan Aarav dan menghentikan pendarahannya tersebut.


“Sebenarnya apa yang sedang Tuan pikirkan sekarang? Kenapa bisa, Tuan melakukan ini?” tanya sang sekretaris dengan wajah cemas di hadapan Aarav.


“Aku akan ikut untuk mencarinya. Lagi pula, dia pasti tidak akan mau pulang dengan mudah jika hanya berhadapan dengan kalian.”


“Tapi bagaimana dengan kondisi Anda sendiri, Tuan?” tanya Morevo.


“Kondisiku ini tak penting! Yang penting sekarang adalah Oxanna, kita tak boleh lengah soal dia. Cepat siapkan mobilnya!” Dengan tegas, Aarav memberikan perintahnya.


***


Sementara itu, Oxanna yang sedang dicari keberadaannya, justru masih sibuk dengan pikirannya sendiri sambil duduk di atas kursi bar yang berhadapan langsung dengan seorang bartender teman dekat Maria.


“Kau seharusnya tak mendatangi Maria di jam seperti ini, Nona. Sebab pada jam ini, dia akan sangat sibuk dengan banyak tamu yang datang untuk mendapatkan pelayanan terbaik dari wanita itu,” ucap si bartender kepada Oxanna.


“Aku tak peduli soal Maria dan tamunya. Aku hanya ingin ada di sini sebentar, sambil menenangkan pikiranku …,” ujar Oxanna.


Meski pandangan matanya dan tingkah laku Oxanna sudah mirip orang yang mabuk, tapi dia sebenarnya masih cukup sadar untuk tahu semua yang terjadi di sekitarnya, termasuk mengerti setiap kata yang keluar dari bibirnya kali ini.

__ADS_1


“Kalau mau menenangkan pikiran, bukan di sini tempatnya Nona. Kau juga tak mirip seperti orang yang sedang mencoba menenangkan pikiranmu sekarang, melainkan lebih mirip dengan orang yang kabur dari seseorang dan ingin bersembunyi dari orang itu.” Celetukan dari sang bartender benar-benar menohok Oxanna.


“Hahaha … memangnya, aku harus kabur dari siapa dan kenapa? Kau itu … bekerja saja yang baik sana, jangan banyak memberikan komentar padaku!” seru Oxanna dengan perasaan kesal yang semakin membuat sang bartender yakin bahwa wanita di hadapannya memang sedang melarikan diri.


Kondisi Klub Malam yang cukup ramai pengunjung, rupanya tak menyulitkan anak buah dari Aarav untuk mendapatkan informasi soal keberadaan Oxanna di dalam Klub malam Skalove saat ini.


“Dasar perempuan tidak tahu diri, bisa-bisanya dia malah masuk ke klub malam itu dalam kondisi begini,” ujar Aarav.


“Menurut saya, Nona Oxanna mungkin memang sengaja untuk mendatangi Klub Malam itu, agar dia mudah ditemukan Tuan. Saya sendiri tidak tahu arti tindakannya, tapi saya yakin bahwa Nona Oxanna sungguh tak benar-benar ingin kabur dari Anda. Jika dia benar ingin kabur, dia seharusnya sudah pergi sangat jauh sekarang. Hingga anda tak bisa menemukannya dengan mudah,” balas sekretaris pribadi Aarav kemudian.


“Ya sudah, kita akan cari tahu nanti. Apa alasan sesungguhnya dia sampai melakukan hal tersebut. Yang penting sekarang kita pergi saja ke klub malam itu dan segera menyeretnya untuk pergi dari sana sebelum ditemukan oleh Kadiocy dan anak buahnya,” perintah Aarav langsung.


Iring-iringan mobil Aarav dan anak buahnya kemudian membelah jalanan kota yang cukup ramai malam itu untuk menuju ke klub malam dimana Oxanna berada.


***


“Astaga … kau jangan terlalu banyak Minum Anna!” Maria yang datang untuk melihat kondisi sang sahabat, Oxanna setelah selesai melayani salah satu tamu VIP nya di klub tersebut, terkejut melihat banyaknya botol yang berjajar di atas meja.


“Tenang, dia tak aku biarkan meminum semuanya. Jadi dia pasti tak terlalu mabuk sekarang,” balas si bartender.


“Tetap saja. Ini akan menyulitkanku kalau kau tak menghentikannya segera,” balas Maria lagi.


Dia pusing saat membayangkan apa yang harus dia lakukan untuk bisa membawa sang sahabat pulang ke rumah nanti. Menghindari orang suruhan Aarav saja sudah menyulitkan untuknya, apalagi ditambah kondisi Oxanna yang sudah setengah teller seperti sekarang.

__ADS_1


Rasa khawatir Maria terjawab, karena disaat itu, suasana klub berubah riuh.


__ADS_2