TUAN MUDA MANJA DARI MILAN

TUAN MUDA MANJA DARI MILAN
Manusia spesies apa?


__ADS_3

Flashback


***


Beberapa hari setelah kepergian Aarav, di mana, Juan tengah menunggu Oxanna yang memberikan seribu alasan agar tidak menemuinya. Saat ini, dia menunggu dan berusaha sabar agar tidak menerobos masuk ke dalam kamar pribadi milik kakak serta kakak iparnya. Tapi, mengingat siapa wanita itu membuat dia berusaha menahan diri lebih kuat lagi.


Oh, mengapa dia begitu berani? Tentu saja karena seluruh CCTV telah dimanipulasi atas bantuan Jordan. Juan akan melakukan segala cara agar keinginannya terwujud. Termasuk menaklukkan pria yang kini menjadi asisten terpercaya Aarav tersebut, Jordan.


Hingga, satu jam kemudian. Oxanna turun ke bawah dan menghampirinya dengan wajah sombong.


"Ada apa ingin menemuiku?" tanya Oxanna acuh sambil duduk jauh dari Juan.


Juan menatapnya datar. "Kau tak ingin menemuiku. Kau memiliki salah padaku?"


Oxanna tersentak sesaat lalu berdecak kesal. "Aku? Hell, aku tak pernah melakukan kesalahan," desisnya memalingkan wajah.


Juan geram. Dia berdiri lalu mendekati Oxanna, tangannya menarik lengan wanita itu hingga wajah mereka sejajar. "Katakan yang sejujurnya, Oxanna. Demi hubungan baik kita di masa lalu, aku akan memberikan maaf jika kau memberitahu yang sebenarnya saat ini!"


Tentu saja, diteriaki seperti itu membuat Oxanna begitu terkejut. Dia tidak memiliki pikiran jika Juan akan menjadi salah satu pria yang menyakitinya. Dia tentu biasa-biasa kalau saja orang tersebut adalah Aarav. Tetapi, Juan berbeda. Walaupun dia berusaha menyingkirkan pria itu, Oxanna akan membutuhkannya diwaktu genting seperti ini.


Oxanna menyentuh lengan Juan yang tengah mencengkeramnya dengan tatapan berkaca-kaca. "Apa lagi yang bisa kulakukan untuk mempertahankan nyawa ini? Maaf jika perkataanku membuatmu berada di dasar jurang, tapi aku butuh sesuatu untuk bertahan hidup, bukan?"


Dia berharap jika Juan akan termakan ucapannya. Ya, memang benar! Pria dengan lemah hati tersebut perlahan-lahan merenggangkan cengkeramannya lalu kembali duduk di tempatnya tadi. Diam-diam, Oxanna menyeringai kecil dan mengikuti Juan kemudian ikut duduk di sebelahnya.


"Kau tahu siapa aku bukan, Juan? Hanya kau yang kuizinkan masuk ke dalam hidupku dulu," katanya berbisik dengan serius.


Juan membalas tatapannya.


"Di sini, untuk menjadi istri Aarav, aku telah mempertaruhkan segalanya. Termasuk nyawaku sendiri," tambah Oxanna kemudian.


"Apa maksudmu?" tanya Juan belum mengerti keadaan.

__ADS_1


"Aku, Oxanna Krovopuskov. Kau tentu tahu siapa mereka bukan? Dulu, kau menutup mulut sebab berpikir jika aku meninggalkan wilayah ini dan dapat hidup dengan tenang di wilayah lain. Tetapi, aku tidak bisa untuk tetap berpikir positif kepadamu yang bisa sewaktu-waktu membocorkan semua identitas aku kepada Aarav, bukan?" Oxanna menatap Juan tajam demi mengintimidasi pria itu.


Juan menghela napas. "Aku saudara tirinya, tahu?"


Oxanna mengedikkan kedua bahunya acuh. "Lalu? Tidak tahu saudara tiri atau kandung. Kalian lahir dari ****** yang sama."


"Ya, memang benar. Seharusnya kami menjadi saudara yang berbakti, dulu aku berpikir seperti itu. Tapi semua sirna ketika pria itu selalu melampiaskan kehidupannya pada tubuhku dan mengusirku ketika kami beranjak dewasa demi mempertahankan warisan yang diturunkan padaku. Kau pikir, apa aku tetap akan berpihak kepada saudara yang memperlakukanku seperti ini?" Juan menarik senyumannya tipis.


Namun, senyuman itu terlihat menyedihkan! Oxanna sampai terbawa perasaan dan maju ke arah Juan demi memeluk pria itu singkat.


"Apa itu artinya kau berada di pihakku?" tanya Oxanna pelan setelah melepaskan rengkuhannya.


Juan mengangguk pelan. "Bantu aku meraih harta milikku yang direbut oleh Aarav," katanya memberi persyaratan.


"Ya, aku akan membantumu. Dengar, mari kita jalankan misi pertama," balas Oxanna.


"Apa itu? Aku akan membantumu!"


Begini lah cara Oxanna dan Juan beraliansi.


***


Kembali ke masa kini, satu jam sebelum Aarav menemui Mr. Davidson. Kini, di mansion mewah milik pria itu, Oxanna berusaha mencari sesuatu yang bisa memberikannya informasi. Tetapi, mustahil. Dia telah menjelajahi seluruh ruangan dan tak mendapatkan apapun. Dia bahkan memberikan segepok uang kepada ART tetapi mereka tidak ingin memberitahunya apapun.


Belum lagi, keamanan begitu ketat. Bukan bodyguard, melainkan teknologi yang berada di setiap celah. CCTV, sensor kunci, bahkan penyadap suara di seluruh ruangan!


Dia tidak bisa meminta bantuan kepada Juan karena pria itu tengah menemani Aarav. Di sini hanya ada Jordan yang berada di ruang monitor CCTV.


Ting!


Oxanna keluar lift yang telah sampai di lantai 4, di mana kamarnya berada. Sebelum masuk kamar, dia memberikan simbol **** ke arah CCTV yang mana ditujukan untuk Jordan.

__ADS_1


"Argh! Apa yang harus kulakukan?! Mansion ini benar-benar menyebalkan," teriak Oxanna murka. Dia tak perlu khawatir, selain kamar ini kedap suara, Juan telah menyingkirkan semua kamera pengawas yang ada di ruangan ini. Termasuk, tempat rahasia milik Aarav.


Kesal tidak mendapatkan apapun, Oxanna pun memutuskan untuk menuju ruang rahasia milik Aarav. Dengan menarik buku sebagai kunci pintu masuk. Kali ini, tidak ada getaran bagai gempa bumi sebab Aarav telah menghilangkan sistem tersebut. Menapa bisa? Ya, karena Oxanna telah masuk ke sana!


"Tidak ada yang menarik," gumam Oxanna menjelajahi seluruh ruangan.


"Eh, apa itu?" tanyanya saat tak sengaja melewati pintu besi bagaikan lift. Dia menekan tombol di sana, beberapa saat kemudian, pintu aluminium tersebut benar-benar terbuka!


"Wah, benar-benar lift," kata Oxanna tak percaya. Tapi sebelum dia masuk ke sana, Oxanna mengambil salah satu pedang milik Aarav lalu dia memakai sabuk pelindung diri, serta mengantongi sebuah senjata api pistol, dan baru lah dia masuk.


Yang membuat bingung adalah, lantai 4 memang lah lantai paling atas di mansion ini. Tetapi ada tombol lantai -4 yang tertera di sana.


"Apa ada ruang bawah tanah?" gumam Oxanna kebingungan. Mengingat dirinya telah membawa semua peralatan berbahaya untuk melindungi diri, Oxanna menekan tombol tersebut.


Pintu tertutup. Dan, dapat Oxanna rasakan jika lift bukannya naik malah turun!


"Benar-benar ada lantai bawah tanah," katanya waspada sebab Oxanna tidak akan tahu di mana dia akan mendarat nantinya.


Ting!


Pintu aluminium tersebut telah terbuka di lantai 4 bawah tanah. Hal pertama yang dapat dilihat Oxanna adalah kedua sisi dipenuhi oleh penjaga yang terkunci!


Oxanna menekankan hati dan melangkah masuk ke sana. Dia melihat penjara pertama sebelah kanan, ada seseorang meringkuk di sudut tempat.


"Hei," panggilnya pelan.


Tidak ada pergerakan.


"Apakah kau manusia?" Oxanna berusaha memanggilnya dengan suara keras. Kali ini, bukan penghuni penjara itu saja yang terusik, melainkan penghuni lainnya.


Oxanna sontak mundur ketika melihat rupa manusia itu. Dia adalah pria dengan rambut panjang yang acak-acakan, baju robek, mata merah, wajah lebam, serta seluruh tubuh yang begitu kacau. Terdengar geraman perlahan-lahan mengaum liar dari mulut pria itu.

__ADS_1


"Kau siapa, Keparat?!"


__ADS_2