TUAN MUDA MANJA DARI MILAN

TUAN MUDA MANJA DARI MILAN
Terasa Damai


__ADS_3

3 bulan kemudian


Selama ini, hidup Oxanna terasa damai. Tidak ada gangguan yang merusak keromantisan hubungannya dengan Aarav.


Pria itu, kini telah berubah 100% sejak malam itu. Malam di mana mereka akhirnya meraih kenikmatan dunia. Aarav kerap mengajaknya berlibur tiap pekan, membuatkannya sarapan jika dia telat bangun, kemudian menjemputnya setelah live show, dan membelikannya pakaian serta perhiasan yang dia inginkan. Sebab itu, mereka turut bercinta jika Aarav dan Oxanna sama-sama ingin.


Morevo dan Maria hidup damai serta romantis. Keduanya berlagak sebagai suami istri yang normal, walaupun Oxanna khawatir jika Morevo hanya berpura-pura karena sudah tahu kebenarannya.


Sedangkan Jordan, dia sudah sembuh. Tetapi, Aarav tak mengizinkannya menjadi bodyguard Oxanna lagi karena takut jika dia tidak bisa menjaga istrinya.


Mengenai Kadiocy, Oxanna tidak tahu kabar pria itu lagi. Entah masih hidup lalu merencanakan balas dendam lagi atau telah mati.


Kini, Oxanna tidak ingin memikirkan dendam terlebih dahulu. Dia akan melakukannya kembali jika Kadiocy benar-benar hidup. Jika tidak? Maka, dia akan tak akan melakukan apapun.


Jujur saja, Oxanna menyadari jika dirinya 25% bergantung pada Aarav setelah beberapa bulan ini menjadi istri pria itu. Namanya dikenal sebagai Nyonya Skalov yang cerdas dan anggun. Dia pasti akan menyesal jika mengorbankan semua itu dalam satu malam.


Maka, di sini lah Oxanna berada. Di atas gelar Mrs. Skalov yang menjadi panutan semua wanita.


"Wah, sekarang adalah episode terakhir dari variety show ini ya, Ma'am? Keren sekali, selama 3 bulan Anda menjadi guest spesial di sana, ratingnya tinggi di global. Selamat, Madam." Beberapa kru memberikan buket bunga mewah kepada Oxanna dan ada juga yang memberikan hadiah wine umur puluhan tahun.


Oxanna tersenyum lebar. "Terima kasih, sampai jumpa lagi!"


Kemudian, dia keluar dari studio penyiaran bersama dengan Maria. Hari ini, kontrak mereka berakhir. Musim pertama acara tersebut diakhiri dengan rating 9, acara tertinggi di antara seluruh yang pernah tayang.


Sayangnya, Oxanna menolak untuk melakukan syuting musim kedua. Jadwalnya telah padat. Beberapa hari dalam seminggu, dia akan mengambil jadwal operasi di rumah sakit, lalu menghadiri undangan pejabat bersama Aarav, atau party kalangan atas khusus wanita.


Maka dari itu, saat ini dia dan Maria dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sialnya, Morevo kemarin jatuh dari ketinggian dan mereka ingin mengetahui apakah ingatan pria itu kembali atau tidak.


Mereka sudah dalam perjalanan dan hampir sampai. Sepanjang jalan, keduanya tidak henti bertukar keseharian bagaikan teman dekat.


"Oxanna, kau—." Belum sempat Maria menyelesaikan kalimatnya, sebuah mobil melaju dan menabrak kendaraan mereka hingga terguling ke samping beberapa kali.


Oxanna memejamkan mata erat dengan sebelah tangan menggenggam Maria dan satunya mencengkeram kursi mobil.


Entah beberapa kali mereka terguling, yang pasti, Oxanna merasa tubuhnya mengeluarkan darah akibat benturan kuat dan terluka karena serpihan kaca.

__ADS_1


"O-xa-nna ...." Maria berkata lirih.


Oxanna mendengar itu, tetapi tubuhnya lemah dan tidak berdaya. Sampai, dia merasa seseorang membuka pintu rusak tersebut dengan paksa dari luar dan mengangkat tubuhnya.


Dalam samar-samar, Oxanna melihat sosok yang memakai topeng tengah membawa tubuhnya masuk ke dalam mobil.


Lalu, kegelapan menyelimuti dunianya.


***


"Di mana Oxanna dan Maria? Mengapa dia tidak sampai-sampai?" Aarav bertanya heran. Selama menikah dengan Oxanna, dia memiliki beberapa ekspresi. Sedih, bahagia, panik, khawatir, penasaran, dan gemas.


Morevo menyentuh perban di kepalanya dengan pelan. "Saya tidak tahu, Tuan. Kan sedari tadi saya berada di sini dengan Anda."


Aarav mendengkus pelan. "Astaga, tidak perlu begitu formal denganku jika berada di luar kantor, Morevo. Aku telah memintanya, bukan?"


Morevo sebenarnya belum terlalu terbiasa dengan perubahan Aarav yang signifikan. Tetapi, dia tidak bisa melarangnya begitu saja. Alhasil, Morevo mengangguk pelan. "Iya."


"Kau bisa melihat dengan jelas? Kepalamu sakit tidak?" tanya Aarav basa-basi.


Sepuluh menit ....


Dua puluh menit ....


Tiga puluh menit ....


Oxanna dan Maria tidak sampai-sampai membuat Aarav resah.


"Ke mana mereka? Jordan mengatakan jika mereka sudah meninggalkan stasiun televisi dan dalam perjalanan ke mari. Sudah lama sekali dan belum sampai," kata Aarav khawatir.


Aarav berdiri, ketika dia ingin keluar dari ruang rawat inap tersebut, seseorang membuka pintu kamar dari luar.


"Maria!" teriak Morevo terkejut saat melihat sosok Maria masuk ke dalam dengan penampilan yang acak-acakan. Kepala, lengan, dan wajahnya dibalut dengan perban. Dia segera menghampiri sang istri.


Maria masuk dengan menangis hebat. Tetapi, dia tidak menyambut kehadiran Morevo melainkan segera menuju kepada Aarav. "Oxanna ... Oxanna diculik!!"

__ADS_1


Kedua mata Aarav melebar. "Apa?! Katakan lagi," teriaknya terkejut.


Maria mengusap wajahnya kasar. "Oxanna diculik, kami kecelakaan di dekat sini. Saat tersadar, aku sudah di UGD dan orang yang menolongku berkata dia tidak mengetahui di mana Oxanna saat itu!"


Tanpa mendengar penjelasan lagi, Aarav segera keluar dari ruang rawat inap tersebut.


"Jordan!!" Aarav menghampiri para bodyguardnya yang berjaga di ujung koridor. "Kerahkan seluruh anak buah, istriku diculik!"


"Bawa Oxanna kembali dengan selamat tanpa ada satu luka pun. Atau, kalian semua akan dipenggal!"


***


"Enghh!!" Oxanna melenguh pelan. Kepalanya begitu pusing, matanya buram hanya untuk melihat ke arah lantai. Dia mendengar seseorang berjalan ke arahnya dan berdiri di hadapannya.


"Sudah bangun?" Seseorang mengusap kepala Oxanna lalu membuat wajahnya mendongak. Dia mencengkeram pipinya dengan kuat. "Ayolah, bangun. Tidak asik jika kau terus terus, bukan?"


Perlahan-lahan, Oxanna kembali membuka matanya. Dia begitu terkejut melihat sosok itu.


"Hai, sudah melihatku, hm? Tenang saja, Baby. Aku tidak akan menyakitimu," katanya tertawa pelan.


"J-uan ...." Oxanna meneteskan air matanya. Dia tidak menyangka jika Juan berada di sini dan berarti dia yang menculiknya. "Kau orang itu?"


"Iya, Kakak Iparku. Terkejut, eh? Maaf ya, aku tidak berniat mencelakaimu, sungguh! Hanya saja, aku perlu kau untuk memancing Aarav datang ke mari, bukan?" Juan menyeringai lebar.


Dia yang menculik Oxanna demi Aarav. Sebab, dendam selama puluhan tahun dianiaya dan tidak diakui oleh sang kakak membuat Juan tidak bisa melupakan sehari pun. Dia telah membuat rencana ini dengan matang-matang.


Juan menyamakan tubuhnya dengan Oxanna lalu berkata, "Karena kau telah baik denganku, maka, aku akan memberikanmu hadiah."


Oxanna tidak tahu maksud dari kalimat itu. Tetapi, dia kembali dibuat terkejut kala melihat Kadiocy muncul dari balik tubuh Juan dengan membawa sebuah senjata api.


"Hai, Adik kecil. Ah, atau telah berubah menjadi Madam Skalov?" Kadiocy tertawa puas.


"Karena dulu kau telah menyelamatkanku, maka, nyawamu hari ini akan aman, Oxanna. Aku dan Kadiocy akan mengampuni," kata Juan sinis.


Namun, Oxanna tidak peduli. Dia merapalkan doa agar Aarav tidak datang ke sana!

__ADS_1


__ADS_2