TUAN MUDA MANJA DARI MILAN

TUAN MUDA MANJA DARI MILAN
Obat


__ADS_3

Sebelum menghubungi Aarav jika Morevo telah sadar, Oxanna akan melakukan sesuatu kepada pria yang terbaring lemas di atas tempat tidur tersebut. Kini, dia telah mematikan CCTV supaya Aarav tidak bisa memantau dari kejauhan.


Suara ketukan pintu terdengar. Beberapa dokter masuk ke dalam kamar rawat inap Morevo sambil membawa sebuah troli obat dan mendekati Oxanna.


"Ini obatnya. Dokter Oxanna lihat saja dulu," katanya sembari memberikan box kecil.


Oxanna segera melihatnya. Ampul berwarna putih tersebut memuat cairan tanpa warna yang berbanding balik dengan efek sampingnya.


Benar, obat yang akan memperpanjang kehilangan ingatan seseorang saat ini tengah diteliti oleh serikat dokter saraf di Skalov Hospital dan Oxanna adalah salah satu diantara mereka.


Berawal dari beberapa tahun lalu, negara ini memiliki jumlah harapan hidup rendah akibat kerasnya pergaulan. Rata-rata yaitu remaja berusia 18-20 tahun akibat pembullyan. Maka dari itu, para dokter membuat sebuah obat penghilang ingatan agar mereka —yang menderita akibat masalalu— tidak akan dihantui lagi.


Oxanna mengangguk dan mengembalikan obat tersebut ke tempat asalnya. "Segera masukkan," perintahnya kemudian.


Salah satu dokter di sana mengambil handcoons atau sarung tangan karet medis lalu mengambil satu ampul obat serta suntikan. Kemudian, dia memasukan obat tersebut melalui selang infus yang terpasang di tangan Morevo.


Morevo menggeliat hebat dalam beberapa detik dengan kulit memerah juga mata melebar. Oxanna menunggu dengan sabar. Sampai kemudian, Morevo sudah kembali normal dan tertidur dengan teratur.


"Cek gejala," kata Oxanna memerintah.


Dokter muda tersebut segera melakukan pengecekan seluruh tubuh Morevo dari atas sampai bawah dengan teliti. "Baik, tidak ditemukan kejanggalan normal seperti perkiraan, Dok. Kami akan mengobservasi selama beberapa hari ini," balasnya.


Oxanna mengangguk pelan. "Oke, segera pergi lah."


Mereka segera pergi dari sana, meninggalkan Oxanna dan Maria yang mendekati ranjang.


"Bangunkan dia," kata Oxanna.


Lalu, Maria membangunkan Morevo sampai terbangun.


"Ada apa?" tanya Morevo serak.


Oxanna mendekati Morevo. "Kau ingat denganku, kan?" tanyanya serius.


"Nyonya Oxanna, istri Tuan Aarav," jawab Morevo pelan.


"Bagus. Kalau dia?" Oxanna menarik lengan Maria agar mendekat.

__ADS_1


Morevo berpikir sesaat, "Bukankah dia istriku?" tanyanya kebingungan.


Senyuman Oxanna dan Maria mengembang.


"Ya, benar. Dia Maria, istrimu. Dulu, kalian menikah karena Maria mengandung tetapi dia keguguran. Kau menyembunyikan fakta pernikahan itu karena takut kepada Aarav," tambah Oxanna mencuci otak Morevo.


Morevo mengedipkan matanya beberapa kali. Oxanna menghembuskan napas lega, jika begini, rencananya akan berhasil. Lalu, dia kembali memberitahukan informasi yang harus pria itu ingat supaya Aarav tidak curiga.


***


"Morevo, kau mengingatku?!" Aarav berseru panik saat mendapatkan diagnosa dari dokter yang mengatakan jika Morevo kehilangan ingatannya tetapi tidak tahu permanen atau sementara.


Morevo mengangguk pelan. "Ya, Tuan Aarav."


"Kalau dia?!" Aarav menunjuk Oxanna yang berdiri di sebelahnya. "Kau ingat wanita ini?"


"Iya, Tuan. Dia adalah Dokter Oxanna, istri Anda yang baru dinikahi belakangan ini," jawab Morevo.


"Bagus! Itu ingatanmu ada." Aarav mengangguk-angguk mengerti. Kemudian, dia melirik ke arah Maria. "Dia siapa? Kau tahu siapa dia?"


Morevo menatap Maria lama dengan wajah tanpa ekspresi. Mereka semua menunggu dengan cemas, termasuk Jordan yang ada di dalam ruangan itu.


Aarav berdecak pelan. Dia begitu yakin jika Maria berbohong tetapi Morevo mengakui sendiri. "Baik lah. Sampai mana ingatanmu terhenti, Morevo?"


Morevo berpikir sesaat. "Aku ingat kejadian beberapa hari belakangan ini, penting-penting saja. Tetapi ingatan di masa lalu tidak begitu jelas mengingatnya. Terakhir kuingat yaitu Tuan Muda Aarav dikirim oleh Tuan Besar sekali bersama dengan Tuan Muda Juan ke militer."


Aarav ikut mengenang pada masa itu. Ketika dia berusia 8 tahun. Di mana sang ayah mengirimkannya ke militer pemerintahan demi memiliki fisik kuat dan mental baja. Menurut ayahnya, dia tidak boleh lemah sebagai lelaki.


"Berarti, kau tidak ingat perjuangan kita sampai beberapa hari belakangan ini?" tanya Aarav.


"Iya, Tuan."


Aarav menggeram kesal. Dia ingin melampiaskan kemarahannya tetapi tidak bisa. Jika Morevo melupakan semua kejadian, bagaimana dengan perusahaannya?


"Sial," gumamnya lalu berlalu pergi. Dia harus memikirkan cara selanjutnya.


Mendengar kalimat Morevo tadi, membuat sebuah pemikiran Aarav muncul. Apakah dia harus menghubungi sang adik tiri untuk membantunya mengelola perusahaan?

__ADS_1


***


Juan De Skalov, adik tiri Aarav yang diperkenalkan oleh sang ayah beberapa hari setelah sang ibu meninggal dunia. Mungkin, anak haram? Sebab, dia lahir dari perselingkuhan dengan sekretaris ayahnya.


Akibat itu, Aarav selalu menjadikan tubuh Juan sebagai samsak yang bisa dipakai boxing setiap saat. Sampai usia adiknya 20 tahun, dia mengusirnya ke belahan dunia lain dan tidak memperdulikannya lagi. Kecuali Morevo, dia selalu rutin mengirimkan uang kepada Juan agar tidak kelaparan.


Sampai kini, Aarav tahu jika Juan merupakan calon dokter muda di salah satu rumah sakit Skalov luar negeri. Sial, Morevo tidak pernah memberitahunya dan menyimpan rapat-rapat informasi itu!


Setelah meminta Jordan untuk menyeret Juan dengan paksa, di sini lah dia berada.


Aarav berada di hadapan Juan yang tengah tersenyum lebar. Padahal dia telah menatapnya dengan mengintimidasi.


"Hei, Anak Tiri! Mengapa bisa kau berkuliah?!" Aarav bertanya kesal. Dia masih tidak terima jika Juan memiliki gelar dan pintar.


"Brother Morevo membantuku," jawab Juan acuh.


"Sial, Morevo! Pantas saja dia tidak pernah melaporkan keberadaan Juan," umpat Aarav dalam hati sambil menatap Juan tajam.


Juan yang dulu jauh beda dengan berusia 20 tahun. Pria di hadapannya ini sudah lebih dewasa dan pintar?


"Tak perlu basa basi busuk! Aku membawamu ke sini karena ingin kau mengambil alih beberapa bidang di perusahaan. Tapi jangan harap jika kau bisa menguasai Skalov Holding Company," kata Aarav tajam.


"Mengapa aku? Di mana Bro Morevo?" tanya Juan bingung.


"Tidak perlu tahu. Kau hanya harus mengisi kursi kosong dan menjalani kehidupan tanpa menganggu aku!" sentak Aarav tak suka.


Ketika dia ingin mengatakan sesuatu, tiba-tiba Oxanna muncul dari belakang sambil membawa minuman.


"Ada tamu, kan? Aku membawakan minum," katanya sembari ingin menaruh gelas di hadapan Juan. Saat dia mendongak, tatapan Oxanna beradu pandang dengan pria itu.


Mereka mematung hingga gelas meluncur dari tangan Oxanna dan pecah menghantam meja kaca.


Aarav menarik lengan Oxanna hingga membentur tubuhnya. "Apa kau terpesona dengan adikku ini, huh?!" bentaknya emosi.


Seketika, Oxanna tersadar. "Apa?! Adik?!"


Aarav dan Oxanna saling pandang. Yang pertama kali mengalihkan adalah sang wanita yang kini menatap ke arah Juan dengan terkejut.

__ADS_1


Juan berdehem. "Hai, Senior. Aku Juan, adik tiri Kak Aarav," katanya berkenalan.


Seketika, dunia Oxanna seakan mau runtuh. Sebab, Juan adalah kekasih pertama dia di masalah lalu!


__ADS_2